Jumat, 12 Desember 2008

Demo Lagi

Dalam cerita "Saya Menginginkan Seluruh Dunia Plus 5%", Anda melihat bahwa karena suplai uang di masyarakat muncul dalam bentuk kredit (pinjaman kepada bankir), dan bunga untuk melunasi pinjaman tersebut bahkan tidak eksis, maka tahun demi tahun ada masyarakat yang gagal bayar atas hutangnya, atau jatuh bangkrut.

Uang rasanya selalu kurang, pengusaha senantiasa berharap untuk menekan biaya perusahaannya, dan pekerja senantiasa merasa mereka dibayar terlalu sedikit.

Manusia akan selalu membela kepentingan pribadi dan kelompoknya, ini fakta, sifat alami dari kita. Pengusaha membuat berbagai asosiasi untuk menampung kepentingan mereka. Buruh pun demikian, perserikatan-perserikatan terus didirikan, seolah-olah nasib mereka akan berubah setelahnya.

Manusia itu egois, Anda harus tahu itu. Anda tidak bisa membayangkan seberapa jahat kita bisa menjadi kalau hidup kita sudah terdesak. Itulah sebabnya manusia, yang juga diberkati dengan akal untuk berpikir, harus menciptakan sistem, aturan, dan hukum untuk melayani kepentingan bersama mereka, sesempurna yang sanggup mereka pikirkan.

Mengenakan bunga atas uang: uangnya sudah diedarkan, tetapi bunganya tidak eksis, sebenarnya mudah untuk dipahami, sistem ini tidak adil, dan pasti akan menciptakan kemiskinan dalam jangka panjang. Ribuan tahun yang lalu, masyarakat seperti yang kita baca di Alkitab dan Al Qur'an pun sudah merasakannya. Itulah sebabnya mereka melarang riba.

Tetapi manusia modern, yang sekolah dan kuliah belasan tahun, yang mempelajari ekonomi "modern", yang bahkan rajin solat dan ke gereja / tempat sembahyang lainnya, tidak menyadarinya. Televisi telah mencuci bersih otak mereka. Solusi mereka atas persoalan ekonomi selalu berdasarkan aturan yang sudah berlaku, harus dalam konteks uang tetap sebagai hutang, dan bunga harus tetap diberlakukan. Anak-anak muda ini tidak tahu bahwa ada alternatif.. Uang tidak harus muncul dalam bentuk hutang, dan bunga tidak harus ada.

Colonial script di Amerika abad 18, Greenbacks Amerika abad 19, dan Labor Tresury Certificate Jerman abad 20 adalah contoh untuk mereka pelajari. Tapi sayang, sekolah dan universitas tidak akan membahas ini. Kewajiban kita di luar sistem edukasi formallah untuk melakukannya. Ketiga jenis uang ini berhasil melayani publik, dan gagal setelah dipalsukan secara besar-besaran oleh bankir internasional yang tidak menyukainya. Dan tentu saja, para goldbug, suporter emas sebagai uang, mereka juga mengatakan menjadikan emas / perak sebagai uang bisa menjadi solusi. Anyway, bukan saatnya berdebat dengan para goldbug, prioritas utama kita adalah mengedukasi masyarakat. Pendukung greenbacks dan emas harus bersatu dan menyingkirkan sistem perbankan swasta yang memungut riba kepada kita terlebih dahulu.

Berita yang saya baca hari ini di koran lokal saya, kemarin dalam demonstrasi buruh di depan gedung Walikota, terjadi perkelahian antara buruh dan polisi. 4 buruh kepalanya bocor, dan 7 polisi dan satgas luka memar karena lemparan batu dan botol mineral... Ribuan buruh berdemonstrasi di sana karena mereka mau meminta kenaikan UMK tahun 2009.

Pemandangan ini akan muncul berulang-ulang, intensitasnya juga akan terus meningkat. Krisis bahkan belum mulai, yang Anda lihat ini baru pemanasan. Tunggulah sampai pabrik benar-benar mem-PHK buruh dalam jumlah jutaan tahun 2009-2010, tunggulah sampai berbagai usaha skala kecil menengah mulai mengurangi karyawan mereka, tunggulah rak supermarket kosong karena tidak ada yang mengimpor barang karena L/C perbankan tidak lagi diakui oleh penjual maupun perusahaan pengangkutan. You have seen nothing yet!

Nikmatilah hidupmu sekarang, dan bacalah berita-berita semacam ini sebagai hiburan, seolah-olah ini ditulis oleh orang kurang kerjaan yang paranoid. Nikmatilah, selagi Anda masih bisa. Anda mengira waktu masih panjang, biarlah masyarakat ini tetap bodoh, biarlah perbankan swasta terus menghisap lebih banyak darah kita lebih lama lagi. Anda akan kaget dengan apa yang akan Anda lihat nantinya.

Time is running out.

1 komentar:

SUWANDI ROBBY mengatakan...

BERITA BAIK BERITA BAIK

Halo semuanya, saya SUWANDI dari indonesia. Saya menyarankan Anda semua di sini untuk tidak mengajukan pinjaman di mana-mana untuk perusahaan atau pemberi pinjaman di halaman web ini, sebagian besar perusahaan di sini adalah tipuan, penipuan dan penipuan, dan juga beberapa testimonial di sini salah, mereka adalah orang yang sama. Karena itu, tolong berhati-hatilah untuk tidak menjadi persekutuan mangsa Indonesia. Saya ditipu empat kali kira-kira Rp 200.000.000 untuk biaya registrasi, biaya transfer, bea cukai dan biaya asuransi, setelah pembayaran ini saya tidak mendapatkan pinjaman saya, tapi mereka meminta saya untuk membayar berkali-kali. Ini akan menarik minat Anda untuk mengetahui ada undang-undang tentang pembiayaan undang-undang atau peraturan dewan ini untuk mendapatkan pinjaman dari undang-undang pemberi pinjaman atau perusahaan mana pun. Saya bersyukur bahwa saya menerima pinjaman cepat sebanyak $ 250.000 dari perusahaan yang diperkenalkan teman saya Achmad Halima. Perusahaan pinjaman yang dapat dipercaya dan dapat dipercaya (ALEXANDER ROBERT). Mereka sekarang menjadi perusahaan terbesar di AS, Eropa dan seluruh Asia. Misi dan komitmen Anda kepada Alexander's Loan Company didedikasikan untuk meringankan impian Anda dan membantu kita semua yang telah ditipu dan ditipu dalam proses mendapatkan pinjaman segera, memberi Anda keramahan kelas dunia. Perusahaan Pinjaman Alexander atau pemberi pinjaman pinjaman tahu apa yang seharusnya ada di sepatu Anda dan mereka berusaha keras untuk tidak melupakan perasaan itu. Mereka akan mendapatkan kepercayaan Anda dengan mengkomunikasikan kepada Anda informasi yang perlu Anda ketahui, jika Anda perlu mengetahui dan hak untuk menawarkan pinjaman (pedagang pribadi atau pinjaman) dan layanan keuangan.

Saya sangat mengabdikan diri untuk membantu negara saya mendapatkan pinjaman dari penipuan dan segera, e-mail saya (suwandirobby01@gmail.com) atau (achmadhalima@gmail.com)

Hubungi saya atau (alexanderrobertloan@gmail.com) untuk informasi lebih lanjut, saya bersedia membantu. Tuhan memberkati kalian semua.