Jumat, 30 Januari 2009

Kekuatan Bunga - Berbunga (Compounding Interest)

Bulan Januari ini adalah sebuah bulan yang agak menyedihkan bagiku. Beberapa teman yang saya kenal baik di pabrik di-PHK oleh perusahaan. Salah satu Manager Senior yang sangat saya hormati, juga dipecat dan dipulangkan ke negara asalnya. Mungkin karena perusahaan menganggap gaji mereka terlalu tinggi, mungkin juga karena hal yang lain, saya tidak tahu. Moga-moga mereka segera mendapatkan pekerjaan yang baru.

Anyway, hidup tetap berlanjut. Saatnya bercerita lagi.

Hari ini, saya akan menulis tentang masalah bunga-berbunga (compounding interest), hal yang mana yang menurut Albert Einstein adalah kekuatan terbesar di alam semesta…

Masih segar dalam ingatan saya, beberapa tahun terakhir saya sering didatangi beberapa teman-teman saya yang mau mempromosikan unit link investasi lewat asuransi. Tabel favorit mereka adalah sebuah tabel berisi kolom-kolom di mana diilustrasikan apa yang akan terjadi dengan uang saya bila saya menanamkan uang di unit link yang dikelola oleh manager investasi mereka. Menurut mereka, asumsi 20% pertumbuhan per tahun adalah wajar untuk saham. Dalam jangka panjang, investasi di bursa saham adalah yang paling menguntungkan. Di sisi kolom yang lain, ada asumsi berisi 5% dan 10%.

Menurut penjelasan mereka, saya akan menjadi milyarder kalau saya menanamkan uang saya di produk mereka.

Awalnya saya menolak dengan sopan, tapi saat IHSG mulai melewati angka 2000, saya mulai khawatir, dan sekali-kali akan mencoba memberitahu teman-teman saya yang terus mempromosikan “investasi” ini kepada saya bahwa dunia ini tidak cuma ada bull market, tetapi juga ada yang namanya bear market.

Saya pertama kali bermain saham tahun 1996. Dua tahun kemudian, 1998, terjadi krisis ekonomi, dan saya kehilangan sejumlah uang saya. Kalau direnungkan kembali, kerugian yang saya derita tahun 1998-1999 mungkin tidak seberapa. Pelajaran yang saya dapat pada masa itu menurut saya jauh lebih berharga.

Bagi Anda yang sempat membaca buku “Masa Lalu Uang & Masa Depan Dunia,” buku yang saya terbitkan tahun 2007, setidaknya Anda sudah mendapatkan peringatan untuk mulai keluar dari bursa saham pada akhir 2007. Bagi Anda yang belum membacanya, moga-moga Anda tidak mengalami kerugian di bursa saham waktu itu.

Bankir yang besar tidak akan memaafkan hutang-hutang yang mereka pinjamkan ke debitur mereka. Alasannya sederhana saja, karena mereka memahami kekuatan bunga-berbunga.

Ingat satu hal ini:
Untuk setiap sen uang yang Anda derita, Anda juga kehilangan potensi atas setiap sen yang bisa dihasilkan olehnya di kemudian hari.

Segala dalih bahwa menghapusbukukan hutang akan mengurangi kepercayaan orang lain dan alasan-alasan lainnya hanyalah dalih. Alasan utama yang sebenarnya hanya satu, yaitu karena potensi compounding interest yang luar biasa besar.

Berikut saya berikan contoh tabel berisi compounding interest. Asumsi angka pertumbuhan adalah 5%, 10%, dan 20%.

Angka investasi awal adalah 1 juta rupiah.





Perhatikan satu hal ini:
Compounding Interest selalu berujung dengan grafik parabolik, tidak peduli persentase kenaikan yang digunakan sebesar apa.

Kalau Anda termasuk orang yang percaya bahwa bursa saham “dalam jangka panjang” selalu naik, dan 20% asumsi pertumbuhan adalah “wajar,” maka dengan asumsi IHSG sebesar 1.500, tentunya Anda juga termasuk orang yang percaya bahwa 50 tahun kemudian, Index Harga Saham Gabungan di Indonesia akan menembus angka 11.300.000 (sebelas juta tiga ratus ribu poin)…!!



Kawan… Tidak ada pasar yang sanggup mempertahankan pertumbuhan menurut hukum bunga-berbunga (compounding interest). Tidak ada! Semua bubble di pasar finansial pasti pecah di dunia ini.

Kalimat paling berbahaya dalam dunia keuangan dan bagi keselamatan isi dompet Anda adalah:

This time it is different

Di dunia spekulasi, hal terpenting yang perlu kita pelajari adalah bagaimana mencari tahu kapan sebuah bubble akan pecah. Insider yang mengetahui informasi ini, dan juga para decision maker yang bisa menentukan arah pasar, Anda tidak bisa membayangkan seberapa kaya mereka bisa menjadi di pasar finansial…

Siklus inflasi dan deflasi sama menguntungkannya bila Anda tahu apa yang sedang Anda lakukan. Sebaliknya, bisa juga sama menyengsarakan bila Anda berada di tempat yang salah.

Mengapa saya mengungkit masalah bunga-berbunga kepada Anda?

Jawabannya adalah karena saya ingin Anda mulai berpikir seberapa banyak uang yang sudah dihisap oleh perbankan, baik perbankan internasional maupun perbankan lokal kepada umat manusia.

Tidak semua orang akan percaya bahwa keluarga Rothschild dan klan bankir internasional lainnya adalah manusia yang luar biasa kaya, kaya jauh melebihi imajinasi paling liar bagi siapapun juga yang ada di sini. Tetapi begitu Anda memahami kekuatan compounding interest dengan berjalannya waktu, Anda tidak akan heran lagi.

Ditambah dengan kendali mereka di perbankan (bank sentral, dan (terutama) bank-bank komersial swasta), mereka mengendalikan siapa mendapatkan berapa banyak kredit, dan siapa yang tidak, dan juga kendali kapan menaikkan suplai uang untuk menciptakan inflasi dan kapan mengetatkan suplai uang untuk menciptakan deflasi, sama sekali tidak heran lagi bagaimana klan ini bisa menguasai hampir semua aset berharga dan industri penting yang menguasai hajat hidup orang banyak di dunia ini.

Saya tidak setuju dengan bunga, dan saya tidak setuju dengan kredit, tetapi saya juga tidak sanggup mengubah dunia, tidak ada yang bisa saya lakukan untuk menghentikannya.

Jadi, pesan yang bisa saya berikan kepada Anda hanya satu hal ini: Pertahankanlah uang Anda baik-baik. Gunakan hukum bunga-berbunga untuk kepentingan Anda, bukan sebaliknya.

Saya bukan penggemar Warren Buffet, tetapi ada 2 pesan darinya yang menurut saya memang sangat benar:
1.Jangan kehilangan uang Anda.
2.Jangan lupakan pesan No 1

Bagi Anda yang sedang meminjamkan uang kepada orang, tariklah bunga setinggi yang Anda bisa, dan pastikan debitur Anda tidak akan default (gagal bayar) dengan alasan apapun juga.

Bagi Anda yang sedang berhutang kepada orang lain, segeralah lunasi hutang Anda. Semakin lama Anda berhutang, semakin besar compounding interest yang akan Anda bayarkan.

Bunga… ditambah dengan berjalannya waktu… Bisa membuat Anda kaya luar biasa… Tetapi bisa juga mendorong Anda (& keluarga Anda) ke jurang kemiskinan yang tak berujung…

Anda ingin tahu nasib seorang individu, sebuah perusahaan, atau bahkan sebuah bangsa?

Perhatikanlah siapa yang sibuk memberikan kredit, dan siapa yang sibuk membayar bunga kredit… Dengan berlalunya waktu, Anda bisa melihat siapa yang akan kaya, dan siapa yang akan menjadi budak.

Pada dasarnya semua negara akhirnya akan menjadi budak, karena semua negara menciptakan uang kepada rakyatnya dalam bentuk kredit. Tidak seperti yang disangka kebanyakan orang, negara-negara “maju,” mereka sama saja seperti kita, diperbudak oleh bankir internasional. Negara-negara high profile seperti Amerika, Inggris, Perancis, dll sedang dalam gerbong kereta ekspres menuju kebangkrutan, sama seperti kita.

Ketika saya menyebut negara, ujung-ujungnya yang saya maksudkan tetap adalah rakyatnya. Sebab kebangkrutan negara pasti akan ditanggung oleh rakyatnya, bisa lewat penarikan pajak yang luar biasa tinggi, bisa lewat inflasi yang sangat tinggi karena negara memutuskan untuk membayar beban hutang dengan cara pencetakan uang baru, bisa juga lewat cara yang bahkan lebih barbarian lagi: penyitaan harta individu secara langsung.

Satu hal yang akhir-akhir ini muncul di berita, yang sangat mengganggu pikiran saya, adalah berita bahwa mungkin pemerintahan negara kita akan menerbitkan surat hutang dalam jumlah masif dalam mata uang luar, seperti US dolar, Yen, dan Euro.

Kawan,
Hutang Dolar harus dibayar Dolar
Hutang Yen harus dibayar Yen
Hutang Euro harus dibayar Euro

Pemerintah kita hanya mungkin mencetak rupiah, mereka sama sekali tidak memegang kendali seberapa banyak Dolar, Yen, dan Euro yang akan kita miliki, termasuk nilai tukar rupiah terhadap Dolar, Yen, dan Euro.

Kalau hal ini jadi dilakukan, saya khawatir keputusan pemerintahan periode ini akan membawa Indonesia menuju era kehancuran besar dalam beberapa tahun ke depan.

Semoga itu tidak terjadi…

Jumat, 23 Januari 2009

Masa Lalu Yang Terlupakan

Tidak semua orang akan percaya dengan apa yang saya tulis di blog ini. Wajar-wajar saja, karena saya memang bukan siapa-siapa.

Karena itu bacalah kutipan-kutipan dari orang-orang di bawah ini, dan pikirkanlah apakah mereka semua adalah orang-orang yang tidak memahami apa yang sedang mereka bicarakan...


Di Amerika kami menerbitkan uang kami sendiri. Kami menyebutnya Colonial Scrip. Kami menerbitkannya sesuai dengan proporsi permintaan dari perdagangan dan industri yang memproduksi semua barang dari produsen ke konsumen. Dengan mengendalikan mata uang kami sendiri, kami mengendalikan daya beli mata uang kami, dan kami tidak berhutang kepada siapapun.”
- Benjamin Franklin, salah satu Bapak kemerdekaan Amerika, 1764–


Biarkan saya yang mengontrol uang sebuah negara, maka saya tidak peduli siapa yang menulis hukum di negara tersebut.”
- Mayer Amchel Rothschild. 1790 –


Bila pemerintah tergantung pada para bankir untuk mendapatkan uang, maka bankirlah dan bukan pemerintah yang sedang memegang kendali. Tangan yang memberi di atas tangan yang menerima. Uang tidak mengenal nasionalisme, para bankir tidak memiliki patriotisme, satu-satunya tujuan mereka adalah keuntungan.”
- Napoleon Bonaparte, 1800 –


Bila rakyat Amerika mengizinkan perbankan swasta untuk mengontrol uang dari mereka, pertama-tama lewat inflasi dan kemudian dengan deflasi, bank-bank dan korporasi yang mengelilinginya akan memisahkan rakyat Amerika dari properti mereka, sampai suatu hari anak-anak mereka akan bangun dari tidur tanpa rumah di atas tanah yang ditaklukkan oleh leluhur mereka.”
- Thomas Jefferson, Presiden Amerika, 1802 -


Saya tidak peduli siapa boneka yang akan dipilih menjadi Raja Inggris untuk memimpin kekaisaran yang mana mataharinya tidak pernah terbenam. Orang yang mengontrol suplai uang Inggris mengendalikan kekaisaran Inggris, dan sayalah yang mengontrol suplai uang Inggris.”
- Nathan Mayer Rothschild, 1815 -


Kalian (bankir internasional) para penjahat busuk, saya akan mengusir kalian, demi Tuhan, saya akan mengusir kalian.
- Andrew Jackson, Presiden Amerika, 1833


Bila anak-anaku tidak menginginkan perang, maka tidak akan terjadi perang.”
- Gutle Schnaper, Ibu dari Rothschild bersaudara, 1849 -


Sejak saya bertugas di sini, saya mulai menyadari ternyata pemerintah tidak berkuasa atas masalah finansial. Mereka memang tidak direncanakan untuk berkuasa, pekerjaan sebenarnya mereka adalah melindungi dan menutupi “Kekuatan Kaya.”"
- William Gladstone, Perdana Menteri Inggris, 1852 –


Pemerintahlah yang seharusnya mencetak dan mengedarkan uang sesuai dengan kemampuan belanja dari pemerintah dan daya beli dari masyarakat. Dengan mengadopsi prinsip ini, rakyat bisa dibebaskan dari bunga pajak yang sangat memberatkan. Uang akan menjadi pelayan manusia, bukan majikannya.”
- Abraham Lincoln, Presiden Amerika, 1862, menerbitkan dolar greenbacks, uang bukan hutang kepada bank sentral, mati ditembak 1865 –


Siapa yang mengendalikan volume uang di sebuah negara adalah tuan sebenarnya dari industri dan perdagangan… dan ketika Anda sadar bahwa keseluruhan sistem ini sebenarnya mudah untuk dikendalikan, oleh sekelompok kecil orang di atas, Anda tak perlu diberitahu lagi dari mana datangnya periode deflasi dan depresi.”
- James Garfield, Presiden Amerika, 1881, mati ditembak –


Di satu sisi ada sekelompok orang yang memegang kekuasaan karena mereka memiliki kekayaan besar, yang mengendalikan semua pekerja dan perdagangan, yang memanipulasi untuk kepentingan pribadi semua suplai uang, yang bahkan lebih berpengaruh daripada pemerintah sendiri, di sisi yang lain ada sekelompok besar lainnya yang tidak berdaya dan hidup menderita. Bunga pinjaman (riba), yang sudah berkali-kali dilarang oleh Gereja, masih dipraktekkan hari ini walaupun dengan bentuk yang berbeda, supaya sekelompok kecil orang kaya bisa mendapatkan keuntungan dari orang miskin yang hidup hanya sedikit lebih baik dibanding seorang budak.
- Paus Leo XIII, 1898 –


Kecuali kami mendapatkan hak pendirian Bank Sentral dengan kendali kredit yang kuat, bila tidak negara ini akan menjalani penderitaan dan kepanikan finansial terbesar dalam sejarahnya.”
- Jacob Schiff, 1907 –


Kita telah menjadi salah satu pemerintahan terburuk yang ada dalam peradaban, bukan lagi pemerintahan yang memiliki kebebasan berpendapat, bukan lagi pemerintahan yang dijalankan oleh mayoritas suara, tetapi sebuah pemerintahan yang didominasi oleh sekelompok kecil orang. Sebagian orang-orang besar di Amerika, di dunia perdagangan dan manufaktur, sedang takut akan sesuatu. Mereka tahu ada sebuah kekuatan yang begitu terorganisir, begitu tak terlihat, begitu rumit, yang mana mereka sebaiknya tidak bicara terlalu keras kalau ingin mengutukinya.
- Woodrow Wilson, Presiden Amerika, 1916 –


Para bankir Internasional dan Standard Oil Rockefeller mengendalikan mayoritas surat kabar dan mereka mengusir para pegawai yang menolak bersekongkol untuk menutupi korupsi dan kekuatan tak terlihat mereka di pemerintahan.”
- Theodore Roosevelt, Presiden Amerika, 1919 -


Pendirian sebuah bank sentral adalah 90% dari usaha mengkomuniskan sebuah negara.”
- Vladimir Lenin, 1919 -


Bila sebuah negara bisa menerbitkan surat hutang, maka dia juga bisa menerbitkan mata uang. Elemen yang membuat sebuah surat hutang baik, juga akan membuat mata uangnya baik… Benar-benar gila mengatakan sebuah negara bisa menerbitkan 30 juta dolar surat hutang tetapi tidak boleh menerbitkan 30 juta dolar mata uang. Dua-duanya adalah janji untuk membayar, tetapi yang satu menguntungkan si pemberi riba, satunya lagi menguntungkan rakyat banyak.”
- Thomas Alfa Edison, salah satu penemu terbesar abad XX, 1921 –


Penguasa sebenarnya dari Republik ini adalah Standard Oil Rockefeller bersama sekelompok kecil bankir internasional. Kelompok ini menjalankan pemerintahan Amerika demi kepentingan pribadi mereka. Mereka mengontrol kedua belah partai politik, menulis platform politik, dan menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin… Mereka mengontrol mayoritas surat kabar dan majalah di negeri ini.
- John Hylan, Walikota New York, 1922 –


Saya manusia yang paling tidak bahagia di dunia. Saya secara tak sengaja telah menghancurkan negaraku.”
- Woodrow Wilson, mengenai keputusannya mensahkan bank sentral Federal Reserve 11 tahun sebelumnya, 1924 –


Inggris adalah budak dari kekuatan finansial internasional.
- David Lloyd, Mantan Perdana Menteri Inggris, 1934 –


Kami tidak cukup bodoh untuk mencoba menciptakan sebuah mata uang yang dibacking oleh emas, yang memang tidak kami miliki lagi, tetapi setiap Mark yang akan kami cetak akan dibacking oleh pekerjaan dan barang yang nilainya setara… kami tertawa saat ahli finansial nasional memandang bahwa nilai dari sebuah mata uang adalah tergantung kepada emas dan sekuritas lain yang berada di ruangan besi bank.”
- Adolf Hitler, menerbitkan Labor Treasury Certificate, uang bukan hutang kepada perbankan, dan Jerman pun dihancurkan secara besar-besaran dalam perang dunia II -


Kekuatan dari kapitalisme finansial memiliki sebuah rencana yang lebih jauh, yaitu menciptakan sebuah sistem finansial dunia yang dikendalikan oleh tangan swasta yang mana orang-orang ini juga dapat mendominasi sistem politik dan ekonomi dari setiap negara secara keseluruhan. Sistem ini akan dikendalikan dengan model feodal oleh bank sentral di seluruh dunia yang menjalankan rencana ini secara bersama-sama. Setiap bank sentral… berencana untuk mendominasi pemerintahannya lewat kemampuannya untuk mengendalikan pinjaman, memanipulasi nilai tukar, mempengaruhi tingkat aktivitas perekonomian, dan mempengaruhi para politisi kooperatif dengan memberikan imbalan ekonomi di dunia bisnis.”
- Carrol Quigley, Sejarahwan, mentor Bill Clinton di kemudian hari, 1975 –


Sistem perbankan modern menciptakan uang tanpa modal. Proses ini kemungkinan adalah ciptaan paling luar biasa yang pernah ditemukan. Perbankan dilahirkan dalam ketidaksetaraan dan dosa. Bankir memiliki dunia. Anda bisa mengambil apapun dari mereka, tetapi biarkan hak untuk menciptakan uang di tangan mereka, maka dengan sebatang pena mereka akan menciptakan cukup uang untuk membeli semuanya kembali… Ambillah kekuasaan besar ini dari tangan mereka maka semua kekayaan besar seperti yang saya miliki akan lenyap, dan akan ada sebuah dunia yang lebih baik untuk hidup. Tetapi bila Anda ingin terus menjadi budak dari bank dan membayar harga dari perbudakan, biarkanlah para bankir terus menciptakan uang dan mengontrol kredit.
- Sir Josiah Stamp, Direktur Bank of England, 1941 –


Kita akan memiliki Pemerintahan Dunia, tidak masalah Anda suka atau tidak. Satu-satunya pertanyaan adalah apakah Pemerintahan Dunia ini akan dicapai lewat penaklukkan atau persetujuan.
- Paul Warburg, bankir internasional, 1950 -


Petinggi di kantor kepresidenan telah digunakan sebagai basis untuk menghancurkan kebebasan rakyat Amerika, dan sebelum saya meninggalkan kantor ini, saya harus menginformasikan rakyat akan hal ini.”
- J.F. Kennedy, Presiden Amerika, menerbitkan silver dolar, uang bukan kredit dan mendatangani Executive Order 11110 untuk mencabut hak Federal Reserve untuk mencetak uang sebagai hutang kepada publik Amerika, mati ditembak 1963 –


Siapa mengendalikan bahan pangan, dialah yang mengendalikan manusia. Siapa mengendalikan minyak, dialah yang mengendalikan benua. Siapa mengendalikan uang, dialah yang mengendalikan dunia.
- Henry Kissinger, 1974 -


Kami sangat berterima kasih kepada Washington Post, New York Times, majalah Time, dan penerbit-penerbit besar lain yang Direkturnya telah menghadiri pertemuan-pertemuan kami dan menepati janji mereka selama 40 tahun terakhir. Akan menjadi hal yang mustahil bagi kita untuk mengembangkan rencana kami di dunia, bila kita mendapatkan sorotan dari publik selama tahun-tahun ini.
- David Rockefeller, 1991 –

***

Mayoritas orang sama sekali tidak akan memikirkan asal-usul penciptaan uang di masyarakat. Dan sekalipun diberitahu bahwa uang muncul dalam bentuk kredit (hutang), hal ini sama sekali tidak penting bagi mereka.

Tidak heran, karena sekolah dan universitas memang tidak mengajarkan ini. Kurikulum kita datang dari kurikulum luar negeri, dan kurikulum mereka ditulis oleh profesor yang digaji oleh institusi yang dibiayai oleh bankir internasional.

Sebelum Anda benar-benar menyadari makna perbudakan manusia lewat penciptaan uang dalam bentuk kredit, Anda tidak akan benar-benar memahami seberapa jahatnya sistem yang sedang kita gunakan, dan seberapa tidak mungkin kita mengatasi berbagai permasalahan sosial dan kemiskinan di sekeliling kita.

Indonesia bukan negara satu-satunya dengan penduduk miskin yang banyak. Semua negara menggunakan sistem penciptaan uang yang sama, dan mereka semua akan mengalami hal yang sama dengan kita.

Kalau memang ada perubahan yang Anda ingin lakukan di negara ini, mulailah dengan mempelajari sejarah uang. Mulai dari sana... Bila tidak, tidak ada perubahan berarti apapun yang perlu dibicarakan.

Nothing is going to change...

Rabu, 21 Januari 2009

Divide & Conguer

Bayangkanlah situasi ini:

Di sebuah kapal pesiar besar tinggal sekumpulan orang. Mereka-mereka ini secara umum bisa dikelompokkan menjadi 3 kelompok: A, B, dan C.

A : Kelompok orang yang realistis. Mereka melihat segala masalah apa adanya, tanpa predudice yang berlebihan.

B : Kelompok orang yang penurut. Mereka akan ikut saja dengan pendapat mayoritas dan menyerahkan nasib mereka kepada orang-orang yang berpengaruh.

C : Kelompok orang naif yang baik hati. Sayang, kebaikan hati mereka juga diikuti dengan sifat keras kepala (ngeyel).

Suatu ketika, kapal ini didatangi oleh sebuah suku aneh yang sudah lama menghilang. Suku ini, karena kepercayaan dari nenek moyang mereka, berpikir bahwa membunuh / memperbudak manusia bukanlah dosa. Itu sebenarnya adalah hak mereka, sebab mereka percaya bahwa mereka adalah ras pilihan Tuhan.

Tekad dari suku ini adalah secara diam-diam memperbudak semua orang di kapal tersebut, menjadi parasit dengan menghisap semua sumber daya di dalam kapal ini.

Dengan berjalannya waktu, kehidupan orang-orang di dalam kapal tersebut, perlahan-lahan sudah mulai berubah, segala sendi-sendi kehidupan mereka terus memburuk, dan mereka pun sibuk berdebat mengenai apa yang seharusnya diperbuat.

A mengetahui bahwa suku itulah penyebabnya, dan menyarankan bahwa mereka segera mengusir suku tersebut dari kapal mereka. Segalanya berubah sejak kedatangan mereka. B ragu-ragu, dan C menentang pendapat A. Kata C, suku itu juga adalah ciptaan Tuhan, jadi kita harus tetap menyayangi mereka.

Karena jumlah C adalah mayoritas, maka itulah yang terjadi. Tidak ada perlawanan yang berarti terhadap suku tersebut. Sampai suatu saat, setelah semua sumber makanan dan kekayaan mereka telah dihisap habis oleh suku ini, suku ini memutuskan bahwa waktunya telah tiba untuk berpindah kapal.

Tengah malam, mereka diam-diam mengepak semua kekayaan yang berhasil mereka himpun dan pindah ke kapal kecil mereka, tidak lupa mereka melubangi kapal besar yang mereka tumpangi sebelumnya. Kapal itu, akhirnya tenggelam di tengah lautan. A, B, dan C, semuanya binasa…

***

Hari ini saya akan memposting sebuah topik, Divide & Conguer (Politik Pecah-Belah dan Penaklukan). Adalah hal yang mustahil bagi sebuah kelompok minoritas untuk memaksakan dominasi di tengah-tengah sekelompok banyak orang tanpa melakukan hal-hal yang kejam dan licik.

To the point saja, kelompok yang sama maksudkan adalah manusia penganut Talmudik. Entah kebetulan atau bukan, mereka-mereka ini adalah apa yang sering kita sebut sebagai orang Yahudi.

Tentu saja, Yahudi, sama seperti kelompok manapun juga, terdiri dari berbagai macam jenis orang. Tidak semua orang Yahudi menjadikan kitab Talmud sebagai kepercayaan mereka, dan dengan demikian bukan merekalah yang sedang saya bicarakan.

Yang saya bicarakan adalah Yahudi Talmudik. Ada juga yang menyebut kelompok ini dengan kosakata lain, seperti Ashkenazi, Kabalah, Illuminati, Zionis, Elite, dll. Tidak masalah kosakata apa yang digunakan, yang perlu Anda tahu adalah merekalah yang sedang dikecam oleh jutaan orang di seluruh dunia sekarang.

Kalau Anda membaca blog ini dari awal, Anda tahu bahwa sistem keuangan dunia saat ini adalah hasil rancangan kelompok ini. Debt based money system (kredit sebagai uang) dan riba adalah cara mereka mengambil alih dunia. Kita semua telah diperbudak oleh mereka lewat sistem ini. Sudah lebih dari 2000 tahun manusia bergelut dengan masalah ini. Abad-abad dalam perbudakan mereka, diikuti dengan abad-abad bebas dari perbudakan mereka, selang-seling saling berganti.

Namun, mereka tidak bisa mempertahankan kekuasaan mereka selama ini kalau hanya mengandalkan pengendalian sistem finansial. Mereka perlu melakukan hal lainnya, seperti pengendalian informasi lewat kontrol media dan juga terus-menerus memecah belah kaum Goyim (manusia non-Yahudi, yang arti lainnya adalah binatang!) dengan menciptakan kebodohan dan berbagai macam pertengkaran di antara mereka.

Salah satu poin dalam Protocols of Zion adalah pendapat mereka bahwa bila sebuah bangsa bisa dihancurkan dari luar, maka sudah sewajarnya bangsa itu juga bisa dihancurkan dari dalam. Karena jumlah mereka terbatas, mereka jelas tidak mau mencoba menghancurkan kelompok mayoritas lainnya secara fisik, maka cara yang mereka gunakan adalah menyusupkan orang dalam ke berbagai kelompok, dan memecah mereka dari dalam.

Anda pernah mendengar kata SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan)? Ya, masing-masing dari S,A,R, & A itu bisa dipecah-pecah lagi menjadi:
* S1, S2, S3, dll
* A1, A2, A3, dll
* R1, R2, R3, dll
* A1, A2, A3, A4, dll

Masing-masing dari sub bagian itupun masih bisa dipecah-pecah..
* S1a, S1b, S1c, dll
* S2a, S2b, S2c, dll

Perpecahan, tentu saja bisa datang sendirinya dari dalam kalangan kita sendiri, belum tentu adalah rancangan kelompok ini. Tetapi, kelompok parasit Talmudik ini pastinya juga dengan senang hati akan ikut membantu dan merancang berbagai skenario perselisihan di antara mereka.

Politik Divide & Conguer (pecah-belah dan penaklukan) dimulai dari sistem sosial yang paling kecil (keluarga), sampai ke yang paling besar, misalnya antar negara.

Coba perhatikan baik-baik masyarakat macam apa yang sedang kita tinggali, apakah berbagai trend, budaya, dan filsafat hidup modern terjadi karena memang zaman menuntut demikian, ataupun karena ada sekelompok orang yang sedang merancang trend, budaya, dan filsafat hidup baru untuk kita semua?

Keluarga

Nilai tradisional yang kita tahu adalah Bapak sebagai kepala keluarga, dan Istri adalah sebagai pendampingnya, sekaligus sosok yang merawat dan menjaga anak-anak mereka.

Hari ini, berkat propaganda emansipasi dan kesetaraan gender yang marak di berbagai media dan sekolah, nilai tradisional itu sudah mulai berubah. Jangan salah paham, saya tidak bermaksud mengatakan bahwa kodrat wanita lebih rendah dari pria, yang saya maksudkan adalah pria dan wanita, walaupun setara, tetapi mereka setara & saling melengkapi dengan cara melakukan hal-hal yang berbeda.

Yang kita lihat sekarang adalah pria dan wanita dibentuk untuk melakukan hal yang sama, bahkan cara berpakaian dan lifestyle yang semakin mirip. Sejumlah wanita modern, lebih senang memakai celana daripada gaun, memotong rambut gaya pria daripada model wanita. Sejumlah pria, asyik membaca majalah fashion dan trend pria metrosexual.

Coba lihat ini, what the hell is this??


Wanita Maskulin


Pria Feminim

Dan tentu saja, propaganda cinta sesama jenis (homoseksual & lesbian), semakin lama semakin jelas media-media utama yang berada dalam kendali kelompok ini menjadikan cinta sesama jenis sebagai hal yang normal, bahkan sekolah-sekolah di negara Barat sekarang mulai mengajarkan kepada murid-muridnya untuk mempertanyakan apakah heteroseksual adalah hal yang wajar!


Kampanye Homoseksual

Wanita yang tidak mirip wanita, pria yang tidak mirip pria, percayakah Anda kalau fenomena ini tidak dihentikan, semakin lama akan semakin tidak stabil masyarakat kita?

Keluarga yang bahagia dan cara hidup yang normal adalah basis penting dari kestabilan masyarakat. Generasi abnormal yang sedang “mereka” ciptakan hanya akan menambah penyakit masyarakat di masa mendatang.

Next, saat ini, karena propaganda kesetaraan gender dan juga karena tekanan ekonomi, kebanyakan pasangan orang tua harus bekerja. Konsekuensinya, perhatian mereka ke anak-anak mereka pun jauh berkurang.

Sejumlah problem anak-anak seperti keterlibatan di obat terlarang, maupun sex bebas adalah akibat dari fenomena ini. Rusaknya sejumlah besar generasi muda di berbagai negara tentu saja memberikan efek negatif jangka panjang di mana pun juga, bagaimanapun masa depan sebuah bangsa tergantung kepada kualitas generasi muda mereka.

Suku - Agama – Ras – Antar Golongan

Tidak susah menemukan perselisihan berbau SARA. Saya yakin di tempat Anda tinggal sekalipun sudah ada, tidak perlu cari jauh-jauh.

Politik adu-domba antar suku, agama, ras, antar golongan bukan strategi baru. Inilah senjata lain yang paling efektif untuk mengalihkan perhatian dari masalah yang paling penting, perbudakan kita oleh sistem kredit (hutang) sebagai uang & riba! Masing-masing dari S,A,R, & A tampaknya selalu bisa ditemukan salah satu sub-bagian mereka untuk dijadikan kambing hitam atas masalah yang terjadi.



Kita ambil contoh saja, saat ini agama yang paling populer untuk dijadikan sebagai “teroris” oleh media Barat adalah agama Islam. Tetapi kawan, bagi Anda yang bukan Muslim, pernahkah Anda berpikir, kalau mereka sekarang bisa melakukannya terhadap Islam, mengapa mereka tidak akan melakukannya juga terhadap yang lainnya? Katolik, Kristen, Buddha, Hindu, dll, Anda-Anda hanya belum kebagian waktunya saja. Bila suatu ketika “Mereka” menginginkan Anda yang menjadi “teroris”, maka akan tiba giliran Anda juga untuk menjadi “Osama” yang berikut.


contoh propaganda adu domba antar agama



propaganda rasialisme



Perpecahan Intenal

Sebuah berita lain yang menarik, akhir-akhir ini di Eropa mulai marak bis kota dengan iklan anti Tuhan. Coba lihat gambar ini:


bis kota atheis

Masyarakat tanpa kepercayaan terhadap Tuhan tampaknya juga adalah sebuah target yang ingin dicapai kelompok ini.

Tentu saja, segala hal yang bisa mempersatukan masyarakat akan perlahan-lahan dihancurkan. Manusia tanpa kemampuan berpikir, bodoh, dan tidak bersatu adalah salah satu aset terpenting kelompok ini untuk mempertahankan kekuasaan mereka.

Bidang lain, misalnya politik. Pemilu Indonesia kita tahun ini akan diikuti oleh puluhan partai. Perhatikan bahwa kelompok yang sama bisa diwakili oleh berbagai partai yang berbeda. Apakah ini benar-benar fenomena normal, atau perpecahan golongan besar ini juga adalah rancangan dari “Mereka”?

Hal lain, sadarkah Anda secara sengaja atau tidak, kita (rakyat secara umum) sudah dibentuk untuk membenci, ataupun menganggap remeh pemerintah, termasuk polisi dan tentara. Kitalah yang menggaji mereka lewat pembayaran pajak, mereka seharusnya bekerja untuk kita. Tetapi trend yang terjadi sekarang di mana-mana adalah rakyat vs pemerintah.

Coba direnungkan, apakah kita semua tidak sedang diset-up oleh suatu kelompok untuk terpecah belah selamanya?

Antar Negara

2 negara di top list daftar paling dibenci di dunia kemungkinan besar adalah Israel dan Amerika Serikat.

Tentu saja, dua negara itu (beserta negara sekutu mereka) juga melancarkan propaganda untuk menjadikan negara “teroris” semacam Iran, Venezuela, Arab, Pakistan, Bangladesh, India untuk dibenci oleh kelompok lainnya di dunia. Oh ya, dan Cina, negara “komunis” yang “kejam dan brutal” terhadap rakyatnya. Mereka juga pantas dibenci.

Kawan… Bukalah matamu, lihatlah baik-baik semua hal yang kita saksikan dan alami di kehidupan kita. Jangan sampai kita semua menjadi monyet percobaan sebuah kelompok “tidak kelihatan” dalam agenda Divide & Conguer mereka!

United We’re Strong, Divided We’re Gone!

Senin, 19 Januari 2009

Info dari Lindsey Williams

Anda pernah mendengar seorang pastur bernama Lindsey Williams? Dia pernah menulis sebuah buku berjudul "Energy Non-Crisis," isinya adalah bahwa teori Peak Oil hanyalah omong kosong dari kartel minyak (& perbankan) sebagai bagian dari rencana besar mereka untuk mengendalikan dunia.



Orang mengatakan bahwa dia memiliki relasi dengan sejumlah petinggi kartel minyak internasional. Sebagai balasan bahwa dia tidak akan mencetak ulang bukunya dan membahas masalah stok minyak Amerika yang berlimpah di Gull Island, petinggi kartel itu setuju untuk membocorkan sedikit informasi mengenai rencana "The Elite" ke depan.



Bulan Juli tahun 2008, saat harga minyak dunia masih tinggi-tingginya, dia "membocorkan" informasi bahwa harga minyak akan ditekan ke bawah level $50. Orang-orang menertawainya, katanya itu tidak mungkin terjadi. Tentu saja, hari ini orang-orang itu tidak lagi menertawainya.

Berikut adalah informasi terbaru dari pastur ini. Percaya atau tidak, terserah Anda... (Info dari website Henry Makow)

1. Harga minyak dijatuhkan oleh kartel minyak sebagai upaya untuk menekan kekuatan negara Arab / OPEC. "Mereka" mau membangkrutkan negara OPEC, terutama Iran & Venezuela, dengan mengurangi pendapatan mereka sebesar lebih dari 75%. Iran sudah mulai membuat bursa perdagangan minyak mereka sendiri, melompati pasar New York dan London. Mereka juga memperdagangkan minyak mereka dengan menggunakan mata uang non-US dolar. Menurut Williams, ini tidak akan dibiarkan karena mengancam kekuasaan mutlak sistem perbankan Barat.

2. Negara Arab mulai mempertimbangkan untuk tidak lagi membeli aset dalam nominasi US dolar, hal yang mana yang telah mereka lakukan selama 35 tahun terakhir sejak persetujuan Bretton Wood tahun 1971. Hal yang sama juga sedang dipertimbangkan oleh Cina, India, dan negara Asia lainnya. Dengan demikian, hutang nasional Amerika tidak akan lagi dibiayai oleh negara-negara tersebut. Federal Reserve akan membiayai defisit dengan mencetak uang baru / monetisasi hutang. Ini akan menjadi ancaman inflasi besar.

3. Emas dan minyak biasanya bergerak bersamaan dalam arah yang sama. Mulai sekarang tidak lagi, karena intensitas permintaan dan spekulasi, emas dan minyak akan bergerak sendiri-sendiri.

4. Tahun ini, 2009, Amerika akan menghadapi kehancuran total ekonomi. Nilai dolar akan jatuh dengan dalam, dan butuh bertahun-tahun lamanya agar Amerika bisa bangkit kembali.

5. OPEC tidak bisa memotong supply minyak cukup besar untuk mempengaruhi harga.

6. Papacy dan Yesuit tidak ada hubungannya dengan skenario dunia yang sedang terjadi.

7. "The Elite" tidak akan pernah membiarkan Amerika mandiri atas kebutuhan energi mereka. Stok minyak dalam negeri Amerika tidak akan ditambang.

8. Mengenai Obama, tidak ada perubahan apapun yang akan dia lakukan. Pengambil keputusan di sekelilingnya, adalah anggota Council on Foreign Relations (CFR), orang-orang yang sama dari "The Elite" atau "Globalist" yang menjalankan pemerintahan Clinton dan Bush.

9. Karena besarnya penurunan pendapatan dari minyak, Dubai akan menjadi "kota mati."

10. Semua negara Arab akan memasuki depresi. Anggaran negara mereka dibuat dengan asumsi harga minyak $80, sekarang yang bisa mereka lakukan hanyalah mengurangi pengeluaran besar-besaran.

11. Selain tidak lagi membeli surat hutang negara Amerika, Arab / OPEC secara aktif akan MENJUAL surat hutang yang sebelumnya mereka pegang. Hal yang sama juga dilakukan Asia, termasuk Cina. Mereka semua akan mengalihkan uang mereka ke emas dan aset-aset tampak lainnya.

12. Rencana jangka panjang "The Elite" adalah mengontrol dan memiliki semuanya.

13. Harga bahan bakar akan tetap di kisaran $1.50 per galon (di Amerika) untuk 1 - 1,5 tahun ke depan. Pendapatan berbagai negara bagian (Amerika) dari pajak penjualan minyak akan menurun drastis. Beberapa negara bagian akan menyatakan diri bangkrut, terutama California.

14. "Mereka" akan mengontrol harga minyak dengan menyediakan minyak dalam jumlah masif ke pasar. Dua pengumuman besar mengenai suplai minyak akan datang dari Indonesia (yang memiliki stok lebih dari 300 milyar barel), dan satunya lagi dari Rusia.

15. "Mereka" akan menghancurkan Amerika, dan kemudian melakukan konsolidasi kekuasaan dengan membeli semua aset tersisa dengan harga murah. "Mereka" juga akan mengambil alih industri otomotif dan real estate. Tentu saja, hanya di waktu yang tepat, setelah harga jatuh ke level dasar. Setelah tahun-tahun kehancuran ke depan, "Mereka" akan menguasai semuanya.

16. Rusia akan kembali menjadi kekuatan besar. Akan ada persaingan besar kembali antara Barat dan Rusia.

17. Tidak akan ada perang melawan Iran. Penduduk Amerika saat ini tidak mungkin menyetujuinya. "Mereka" akan menghancurkan Iran lewat metode ekonomi tanpa menggunakan perang.

18. Dalam waktu 6 - 9 bulan ke depan Amerika akan memasuki masa hiperinflasi. "Sediakan semua kebutuhan Anda sekarang."

19. Negara-negara di seluruh dunia, terutama Cina, akan membuang dolar Amerika dan membeli emas.

20. Alasan mengapa emas susah didapat (di Barat) saat ini adalah karena "Mereka" tidak ingin masyarakat bisa memproteksi kekayaan mereka.

21. "Mereka" takut terhadap emas karena emas adalah hal yang tidak bisa mereka kontrol. Mereka mengganggap emas sebagai "uang yang sebenarnya."

22. Ketakutan terbesar "Mereka" saat ini adalah bahwa masyarakat "terbangun" dari mimpi mereka. "Mereka" tidak mau menerapkan hukum darulat (martial law), sebab bisa memicu revolusi dan perubahan kekuasaan.

23. Penduduk Amerika takut akan pemerintahan Obama. Satu hari setelah pengumuman Pemilu, penjualan senapan di Amerika meningkat 400% di Wal Mart.

24. "Mereka" tidak lagi mencoba implementasi Uni Amerika Utara (North American Union) antara Amerika, Kanada, dan Meksiko. Target mereka adalah langsung ke global goverment, global bank, global currency.

Nasehat dari Williams kepada publik sekarang adalah...

1. Percayalah kepada Tuhan. Tata ulang kehidupan spiritual Anda. Pada saat bersamaan, bersikap skeptislah pada segalanya. Investigasi semua informsi Anda, terutama yang berasal dari pemerintahan.

2. Mulailah berkebun (menanam makanan).

3. Jangan berhutang. Hutang adalah senjata perbudakan "Mereka."

4. Stoklah sebanyak mungkin bahan pangan. Ekonomi pertanian sudah ambruk.

***

Jumat, 16 Januari 2009

Mitos Uang

Cerita favorit saya tentang sistem kredit (hutang) sebagai uang adalah "Saya Menginginkan Seluruh Dunia Plus 5%." Bagi Anda yang tidak menyukai bacaan panjang dan berat, dongeng itu bisa menjadi cerita pembuka selera Anda.

Hari ini saya akan memposting sebuah dongeng lagi. Cerita ini berisi hal yang sama, tentang kredit sebagai uang, sistem yang sudah dipakai di seluruh dunia selama beberapa ratus tahun terakhir (silahkan baca "Sejarah Pedagang Uang").

Bagi Anda yang masih hidup dalam ilusi bahwa Indonesia merdeka tahun 1945, bangunlah dari tidurmu.. Kita semua masih adalah budak, bedanya hanya tuan kita sekarang tidak muncul langsung di hadapan kita, memerintah kita untuk bekerja paksa.

Setiap sen uang di negara kita, dan juga negara lainnya adalah kredit, alias hutang. Dan Uang muncul hanya dalam bentuk kredit. Kita semua adalah penyewa uang, tidak lebih dari itu.

Yang namanya hutang harus dibayarkan kembali plus bunga yang tidak diciptakan oleh bankir. Sampai kapan pun total hutang tidak mungkin dilunasi. Tahun demi tahun, kita bekerja untuk hanya untuk melayani dan memperkaya sang pencipta kredit, para bankir...Rata Penuh
***

Judul Asli : MONEY MYTH
Pengarang : Louis Even


1. Korban Kapal Tenggelam


Karena suatu kecelakaan sebuah kapal tenggelam. Pada akhirnya, tinggal 5 yang selamat, mereka menaiki sebuah rakit dan dibawa oleh arus ombak.
Kelima orang ini: Frank, si tukang kayu. Paul, seorang petani. Jim, peternak. Harry, penanam agrikultur. Dan Tom, seorang mineralogist.

2. Sebuah Pulau Yang Diberkati


Bagi kelima orang ini, menginjakkan kembali kaki ke daratan, bahagianya ibarat baru bangkit dari kuburan. Syukurnya pulau yang mereka datangi ini adalah tanah yang subur. Jim, si peternak, sepenuhnya yakin dia bisa beternak dengan baik binatang-binatang di pulau itu. Paul juga meyakini tanah di pulau ini mudah untuk ditanami. Harry menemukan bahwa beberapa pohon buah-buahan di sana, bila dirawat dengan baik, akan menghasilkan panen yang lumayan. Pulau itu juga penuh dengan pohon, Frank si tukang kayu akan dengan mudah mendapatkan kayu dan mulai membangunkan rumah-rumah. Dan si Tom, walaupun kekurangan alat kerja, tapi dengan keahliannya, masih sanggup menambang secara sederhana kekayaan alam di sana.

3. Kekayaan Yang Sebenarnya

Inilah mereka yang sedang bekerja. Si tukang kayu membangun rumah dan perabotan. Awalnya mereka mencari makanan seadanya. Tetapi dengan berlalunya waktu, tanah-tanah mulai dikerjakan dengan rapi di ditanami, dan si petani pun mulai bisa menikmati panennya.


Waktu terus berlalu, dengan kerja keras dari kelima orang ini, pulau yang mereka datangi ini pun menjadi semakin kaya. Kekayaan mereka bukanlah dalam bentuk emas atau kertas uang perbankan, tetapi kekayaan dari barang-barang yang benar-benar memiliki nilai, kekayaan dalam bentuk makanan, pakaian, hunian, dan segala yang lain yang diperlukan oleh manusia.

Setiap orang mengerjakan apa yang dia bisa. Surplus dari produksinya mereka saling bertukar satu sama lain. Walaupun kehidupan tidak gampang, karena masih banyak hal lainnya yang mereka nikmati sebelumnya sebelum kapal mereka tenggelam sekarang masih tidak ada, tetapi setidaknya mereka sekarang terbebas dari yang namanya pajak, atau rasa takut akan sitaan harta. Mereka hidup dengan sulit tetapi setidaknya bisa menikmati buah dari pekerjaan mereka.

Sambil berupaya untuk hidup, mereka tetap berdoa, berharap suatu hari mereka bisa kembali lagi berkumpul dengan keluarga mereka seperti dulunya.

4. Sebuah Ketidaknyamanan Yang Serius

Dengan berlalunya waktu, akhirnya mereka menemukan sebuah hal yang sangat menggangu, mereka tidak memiliki uang sebagai medium pertukaran yang lebih baik. Produk yang mereka pertukarkan, tidak selalu ada di tangan saat sebuah transaksi dijalankan. Contoh, kayu yang diberikan kepada petani tidak bisa dibayar oleh si petani sebelum 6 bulan masa tanam berakhir. Kadang-kadang lagi, seseorang memiliki sesuatu yang nilainya lebih besar daripada yang barang yang ada di tangan rekan dagangannya.


Orang-orang ini, walaupun mereka tahu cara memproduksi barang, kekayaan yang sebenarnya, tetapi bagaimana menciptakan uang, simbol dari kekayaan, adalah di luar kemampuan pikir mereka. Tentu saja, orang-orang berpindidikan juga kadang-kadang sama, demikian juga para pejabat di pemerintahan, semuanya tidak tahu bagaimana uang harus diciptakan.

5. Datangnya Seorang Pendatang

Suatu hari, saat kelima orang ini sedang duduk-duduk di pantai, mendadak datang sebuah kapal kecil dengan seorang penumpang. Orang ini ternyata adalah seorang korban yang selamat dari kapal lain yang juga tenggelam, nama orang ini adalah Oliver.


Bahagia karena memiliki teman baru, kelima orang ini memperlakukan dia dengan sangat baik, dan mereka pun bercerita kepada Oliver tentang kesulitan mereka karena tiadanya uang untuk digunakan.

“Oh, puji Tuhan,” Kata Oliver, “Karena saya sebenarnya adalah seorang bankir. Dalam waktu singkat, saya akan merancang sebuah sistem keuangan yang saya jamin akan memuaskan kalian semua. Kalian akan mulai kembali ke peradaban.”

Kelima orang ini pun bersyukur luar biasa atas datangnya bankir tersebut, ibarat malaikat yang diutus oleh Tuhan. Bukankah kita-kita, yang hidup dalam peradaban yang maju, memang terbiasa memuja para bankir, sang penguasa dan darah dari sistem finansial kita?

6. Dewa Peradaban

“Oh Bapak Oliver, sebagai bankir kami, tugas Anda satu-satunya adalah menjaga uang kami, Anda tidak perlu bekerja di lapangan.”


Oliver mulai mengambil barang-barang yang dia selamatkan dari kapalnya yang tenggelam, kertas dan sebuah mesin cetak, lengkap dengan tintanya, dan juga sebuah tong besar.

Tong ini, kata Oliver, “Berisi harta yang paling berharga… Emas!”

“Wow…. Hebat, benar-benar malaikat utusan Tuhan. Barang kuning ini, walaupun lebih sering disembunyikan dan tidak kelihatan, tetapi senantiasa memiliki kekuasaan yang amat besar, bahkan bisa mempengaruhi nasib dari sebuah bangsa."

“Kawan-kawan, emas ini lebih dari cukup untuk kalian semua. Tetapi emas ini tidak untuk disirkulasikan. Emas harus tersembunyi. Emas adalah jiwa dari uang yang sehat, dan yang namanya jiwa selalu tidak kelihatan. Saya akan menjelaskannya nanti saat Anda mendapatkan suplai uang Anda yang pertama.”

7. Galian Rahasia

Oliver bertanya kepada kelima orang ini tentang berapa kira-kira yang mereka butuhkan untuk memulai perdagangan, dan mereka menjawab “$200 sudah cukup.”

Kelima orang ini bahagia sampai tidak bisa tidur, dalam kepala mereka sekarang penuh dengan gambaran emas di tangan mereka.


Oliver sendiri, bekerja penuh semangat karena bahagianya dia akan nasibnya sebagai bankir. Mula-mula dia menggali sebuah lubang untuk meletakkan tong yang berisi emas itu. Kemudian dia pun sibuk mencetak uang-uang kertas $1 baru sebanyak $1000.

“Hebat, betapa sederhananya membuat uang. Semua nilainya datang dari produk yang bisa dibelinya. Tanpa produksi, kertas-kertas ini sebenarnya sampah. Kelima customer saya yang naïf tidak menyadari ini. Mereka benar-benar berpikir uang ini nilainya datang dari emas. Kebodohan mereka adalah alasan mengapa saya adalah tuan mereka.”

Besoknya, kelima orang ini pun menghampiri Oliver.

8. Siapa Pemilik Uang Ini?

Lima set uang sudah siap di atas meja.


Oliver berkata, “Sebelum Anda mengambilnya, saya ingin perhatian dari Anda. Basis dari uang ini adalah emas. Dan emas yang saya simpan adalah emas saya. Konsekwensinya, uang ini adalah uang saya. Tapi jangan bersedih, saya akan meminjamkannya kepada Anda. Namun, Anda harus membayar bunga. Mengingat uang sangat susah didapat, saya rasa 8% tidaklah terlalu tinggi.”

“Oh, tentu saja, Pak Oliver,” Kata kelima orang itu.

Oliver menyambung, “Hal yang terakhir kawan, bisnis adalah bisnis, walaupun antara kawan akrab. Sebelum Anda mengambil uang ini, masing-masing dari Anda harus menandatangani surat ini. Anda berjanji akan membayar bunga dan juga pinjaman pokok, bila tidak saya akan memiliki hak untuk menyita aset Anda. Tentu saja, ini hanya formalitas. Properti Anda tidaklah menarik bagi saya, saya hanya ingin uang. Saya yakin saya akan mendapatkan uang saya kembali, dan Anda juga tidak akan berpisah dengan harta Anda.”

“Hm, masuk akal Pak Oliver. Kami akan bekerja lebih keras lagi supaya bisa membayar Anda kembali.” Dan kelima orang ini pun mengambil uang tersebut dan mulai menggunakannya.

9. Sebuah Masalah Arimatika

Uang dari Oliver beredar dengan cepat di pulau tersebut. Perdagangan, karena dipermudah oleh adanya uang, pun meningkat dua kali lipat. Semua orang bahagia. Si bankir pun mulai mendapat status dan rasa hormat dari kelima orang tersebut.


Tetapi, mari kita lihat… Mengapa si Tom tampak murung? Karena Tom, sama seperti teman-temannya, telah menandatangani surat perjanjian kepada Oliver. Dalam waktu satu tahun, $200 + $16 bunga harus dikembalikan. Tetapi Tom hanya menyisakan beberapa dolar sekarang, dan waktu untuk membayar sudah semakin dekat.

Sudah lama juga dia bimbang.. Oliver meminjamkan $1000 kepada mereka berlima, tetapi uang yang harus dikembalikan adalah $1080. Sekalipun mereka berlima mengembalkan semua uang di tangan kepada Oliver, mereka masih kekurangan $80. Tak seorang pun memiliki $80 ini.

Memang mereka yang memproduksi barang, tetapi mereka tidak memproduksi uang. Oliver pada dasarnya bisa mengambil alih seluruh pulau ini, karena mereka berlima sama sekali tidak sanggup membayar kepada Oliver sesuai perjanjian.

Tom pun mulai berdiskusi dengan keempat temannya, Tom berhasil menjelaskan kepada mereka tentang anehnya sistem ini. Teman-teman Tom mulai mengerti, dan mereka pun memutuskan untuk mengadakan pertemuan dengan Oliver.

10. Bankir Yang Baik Hati

Lima orang ini pun berdebat dengan Oliver tentang masalah ini.


“Mana mungkin kami sanggup membayar $1080 kalau semua uang yang eksis hanya $1000?”

Oliver mendengarkan dengan tenang, dan kemudian menjawab kepada mereka, “Bankir yang baik selalu beradaptasi dengan keadaan. Mulai sekarang kalian hanya perlu membayar bunganya saja kepadaku. Pokok pinjaman bisa Anda simpan terus.”

“Maksudnya $200 pinjaman kami dianggap lunas?” Tanya salah satu dari mereka.

“Tentu saja tidak. Bankir tidak akan menghapuskan hutang. Yang saya maksudkan adalah mulai sekarang Anda hanya perlu membayar bunganya saja, $80 per tahun kepada saya. Mungkin di antara kalian ada yang kekurangan uang karena kurangnya perdagangan. Kalau begitu, organisasikan komunitas Anda seperti sebuah bangsa. Buat sebuah sistem kontribusi, yaitu apa yang kita sebut dengan pajak. Orang yang punya lebih harus membayar lebih, dan yang kekurangan membayar lebih sedikit.”

Kelima orang ini pun pergi dengan diam, tetapi dalam hati mereka masih bingung.

11. Oliver Yang Bersuka-Ria

Oliver kembali sendiri. Dia berpikir: “Bisnis lagi bagus. Orang-orang ini memang pekerja yang rajin, tetapi mereka bodoh. Ketidaktahuan dan kenaifan mereka adalah kekuatan saya. Mereka meminta uang, dan yang saya berikan kepada mereka adalah rantai perbudakan.”


“Tentu saja, mereka bisa saja membuang saya ke laut. But hei… Saya punya tanda tangan mereka. Mereka orang-orang jujur, mereka akan menepati perjanjiannya. Orang jujur dan pekerja keras memang ada di dunia untuk diperbudak para ahli finansial.”

“Oh Mammon! Saya merasakan kegeniusan perbankan merangkai keseluruhan hidupku. Oh Tuanku! Betapa benarnya kamu saat kamu berkata: Izinkan saya mengontrol uang sebuah negara, dan saya tidak peduli siapa yang membuat hukumnya. Sayalah tuan di pulau ini karena sayalah yang mengontrol uangnya.”

“Jiwaku penuh dengan antusiasme dan ambisi. Aku bisa mengenalikan seluruh alam semesta. Apa yang aku, Oliver, lakukan di sini bisa aku lakukan terhadap seluruh dunia. Oh! Andaikan saja saya bisa meninggalkan pulau ini, saya tahu pasti saya bisa mengendalikan seluruh dunia tanpa perlu mengenakan mahkota raja.”

“Kebahagiaan tertinggi saya adalah kalau saya bisa menerapkan filosofi ini di pikiran orang-orang yang akan memimpin masyarakat: bankir, industrialis, politisi, reforman, guru, jurnalis, dll, semuanya akan menjadi budakku. Publik akan merasa puas hidup dalam perbudakan di saat para elit di antara mereka akan menjadi pengawas mereka.”

12. Biaya Hidup Yang Tak Terjangkau

Situasi perlahan-lahan bertambah buruk di pulau ini. Produksi memang meningkat, dan aktifitas barter turun ke minimum. Oliver menerima bunga pinjamannya secara teratur. Yang lain harus berpikir bagaimana menyisakan uang untuknya. Dengan demikian, uang tidak benar-benar beredar dengan bebas.

Mereka yang membayar lebih banyak pajak memprotes. Mereka menaikkan harga jual barangnya sebagai kompensasi atas kerugiannya. Mereka yang tidak membayar pajak akhirnya harus menghadapi biaya hidup yang terus meningkat. Bila seseorang akhirnya bekerja untuk yang lain, dia akan terus-menerus meminta kenaikan gaji untuk memenuhi ongkos hidup yang terus meningkat.


Moral sudah sangat rendah, tidak ada lagi kesenangan dalam hidup. Tidak juga semangat dalam bekerja. Untuk apa juga? Penjualan sangat sulit. Kalaupun menjual, akhirnya harus membayar pajak. Ini benar-benar sebuah krisis. Dan kelima orang ini saling menuduh satu sama lain bahwa mereka menuntut terlalu banyak sumbangan dari yang lain.

Suatu hari, Harry, yang duduk merenungkan situasi mereka, akhirnya tiba pada sebuah kesimpulan akhir. Perubahan sejak kedatangan si perancang sistem moneter baru mereka telah merusak segalanya di pulau itu. Tentu saja, mereka berlima juga memiliki kesalahan, tetapi tetap saja sistem dari Oliverlah yang menyebabkan kerusakan terbesar.

Harry berhasil menjelaskan kepada teman-temannya. Satu demi satu dari mereka akhirnya paham, dan mereka pun memutuskan untuk mengadakan pembicaraan lagi dengan Oliver.

13. Diperbudak Oleh Oliver

Pertengkaran hebat pun terjadi.

“Uang benar-benar kurang di pulau ini kawan, karena Anda mengambilnya dari kami! Kami membayar dan membayar, dan tetap saja kami berhutang sama banyaknya seperti sebelumnya. Kami sudah bekerja dengan sangat keras, tetapi kondisi kami bahkan lebih buruk dibanding sebelumnya. Hutang! Hutang! Yang ada pada kami hanyalah hutang!”


“Oh, kawan, bicaralah yang masuk akal! Kehidupan kalian sudah lebih baik, terima kasih kepadaku. Sistem perbankan yang baik adalah aset terbaik sebuah bangsa. Tetapi supaya bisa berfungsi maksimal, Anda harus mempercayai bankirnya. Datanglah padaku seperti datang pada ayahmu. Apakah uang yang Anda inginkan? Tidak masalah, simpanan emasku masih cukup untuk menerbitkan ribuan dolar yang lain. Saya akan meminjamkan kepada kalian seribu dolar lagi, Anda tinggal menjaminkan aset Anda kepadaku.”

“Jadi sekarang hutang kami menjadi $2000! Dan kami harus membayar dua kali lipat bunga sepanjang sisa hidup kami!”

“Ya, benar --- Tetapi saya akan meminjami kalian lagi saat nilai properti Anda meningkat. Kalian tidak perlu membayar saya apapun selain bunga. Kalian bisa menggabungkan semua hutang kalian menjadi satu, kita akan menyebutnya konsolidasi hutang. Kalian bisa menambah hutang itu, tahun demi tahun.”

“Dan menaikkan pajak, tahun demi tahun?”

“Tentu saja, tetapi pendapatan Anda kan juga akan meningkat setiap tahun.”

“Jadi, semakin pulau ini maju karena usaha kami, semakin besar hutang publik kami!”

“Iya, emangnya kenapa! Sama seperti di manapun di peradaban yang lain. Tingkat peradaban sebuah komunitas selalu bisa dilihat dari seberapa besar ukuran hutang mereka kepada bankir.”

14. Srigala Memakan Domba

“Itukah yang namanya sistem moneter yang sehat, Pak Oliver?”


“Bapak-bapak, semua uang yang baik adalah berbasis emas, dan muncul dari bank dalam bentuk hutang. Hutang nasional adalah hal yang baik. Ini akan mencegah kalian merasa puas diri. Ini akan membuat pemerintahan manapun lebih bijak, yang diturunkan oleh bankir. Sebagai bankir, sayalah obor cahaya peradaban di pulau ini. Sayalah yang akan mendikte politik dan mengatur standar hidup kalian.”

“Pak Oliver, kami bukan orang berpindidikan, tetapi kami tidak ingin peradaban seperti itu di sini. Kami tidak akan meminjam satu sen pun lagi dari Anda. Tidak masalah uang baik atapun tidak baik, kami tidak ingin lagi bertransaksi denganmu.”

“Bapak-bapak, saya benar-benar kecewa dengan keputusan kalian. Tetapi bila kalian mengingkari perjanjian ini, ingat, saya punya tanda tangan kalian. Bayar saya semuanya – pokok pinjaman dan bunga.”

“Tetapi itu mustahil, Pak. Kalaupun kami mengembalikan semua uang yang ada di pulau ini, kami masih tidak bisa melunasinya.”

“Saya tidak bisa membantu. Kalian sudah menandatangani perjanjian ini sebelumnya, bukan?”

“Berdasarkan isi kontrak, dengan demikian saya berhak menyita semua properti kalian. Kalian harus mentaati apapun yang saya katakan sekarang. Kalian akan terus mengeksploitasi pulau ini, dan terus melayani saya. Sekarang kalian keluar! Dan tunggu perintah dari saya besok.”

15. Mengendalikan Media

Oliver tahu pasti siapa yang mengendalikan uang, dialah yang mengendalikan bangsa. Tetapi dia juga sadar, untuk mempertahankan kekuasaan, sangat penting untuk mempertahankan agar masyarakat tetap bodoh, dan terus mengalihkan perhatian masyarakat ke hal yang lain.

Oliver mengamati bahwa dari 5 orang itu, 2 termasuk konservatif dan 3 adalah liberal.

Harry, yang termasuk netral di antara mereka berlima, menyadari bahwa mereka semua memiliki kebutuhan dan aspirasi yang sama, menyarankan agar dibentuk sebuah perserikatan bersama, untuk memberikan tekanan kepada penguasa. Serikat semacam ini, tentu saja tidak diizinkan oleh Oliver. Ini akan berarti akhir dari kekuasaannya. Tidak ada diktator dan ahli finansial manapun yang sanggup menghadapi masyarakat yang bersatu, masyarakat yang terdidik.

Dan dengan demikian, Oliver pun mulai menciptakan perpecahan di antara mereka. Dia membiayai dua jenis Koran. “The Sun” untuk para liberal, dan “The Star” untuk para konservatif.


Topik umum “The Sun” adalah: Penderitaan terjadi karena kaum pengkhianat konservatif telah menjual kepentingan bersama kepada perusahaan besar. Dan topik umum “The Star” adalah: Hancurnya negara, bisnis pada umumnya, dan hutang publik adalah karena tanggung jawab para liberal.

16. Sebuah Harta Terapung

Suatu hari, Tom, saat berada di pantai, menemukan sebuah perahu kosong yang terapung di tepian.


Di dalamnya, terdapat sebuah naskah yang masih dalam kondisi baik, “Tahun Pertama Kredit Sosial.”

Dia membacanya dengan teliti, dan akhirnya dengan bahagia berkata, “Inilah yang kita cari! Seharusnya kita memahami hal ini sebelumnya.”

“Nilai uang datang bukan dari emas, tetapi dari produk di mana uang itu bisa digunakan untuk membeli.”

Sederhananya, uang adalah unit akuntansi, berpindah-pindah mengikuti pembelian dan penjualan. Total uang tergantung total produksi.

Setiap saat produksi meningkat, unit uang pun ikut meningkat. Tidak diperlukan bunga saat uang diciptakan. Kemajuan dinilai bukan dari naiknya hutang publik, tetapi dari dividen yang diciptakan oleh masing-masing individual. Harga barang adalah disesuaikan dengan daya beli dari koefisien harga. Kredit sosial.

Tom berlari dengan cepat, tak sabar untuk menemui teman-temannya.

17. Uang – Akuntansi Dasar

Tom mengajarkan kepada teman-temannya apa yang barusan dikirim oleh Tuhan kepada mereka, kredit sosial.

“Inilah yang kita perlukan, tanpa si bankir dan emasnya, tanpa perlu untuk melibatkan diri dalam hutang”

“Saya akan membuka masing-masing sebuah account atas nama kalian semua. Di sisi kanan kolom adalah kredit yang meningkatkan nilai account Anda, dan di sisi kiri adalah debit yang mengurangi nilai account Anda.”

“Setiap orang membutuhkan $200 untuk memulai. Tak masalah. Kita menulis $200 di sisi kredit di buku masing-masing.”


Frank membeli dari Paul sebanyak $10. Kita mengurangi $10 dari Frank, dan menambah $10 ke Paul.

Jim membeli dari Paul sebanyak $8. Kita mengurangi $8 dari Jim, dan menambah $8 ke Paul.

Paul membeli dari Frank sebanyak $15. Kita mengurangi $15 dari Paul, dan menambah $15 ke Frank.

dst... sama seperti cara uang berpindah tangan sebelumnya.

Bila seseorang membutuhkan uang untuk meningkatkan produksinya, kita menerbitkan kredit yang diperlukan kepadanya. Setelah dia menjual produk-produknya, dia mengembalikan uang itu ke dana kredit. Demikian juga dengan pekerjaan umum, dibiayai oleh kredit baru.

Dengan demikian, secara periodik nilai di account masing-masing orang akan meningkat, tetapi tanpa mengambil nilai kredit dari orang yang lain. Uang, dalam cara ini, adalah pelayan manusia, bukan sebaliknya. Inilah dividen nasional.

18. Bankir Yang Patah Hati

Komunitas ini sekarang menjadi anggota kredit sosial. Hari berikutnya, Oliver menerima selembar surat dari mereka berlima:

“Bapak tersayang! Anda telah mendorong kami ke dalam lembah hutang dan mengeksploitasi kami. Kami tidak membutuhkan Anda lagi dalam sistem keuangan kami. Mulai sekarang, kami akan menerbitkan uang kami sendiri, tanpa emas, tanpa hutang, dan tanpa pencuri. Kami akan mendirikan sistem kredit sosial di pulau ini. Dividen nasional akan menggantikan hutang nasional.

“Kalau Anda memaksa untuk dibayarkan kembali, kami akan membayar Anda semua uang yang Anda berikan kepada kami, tidak satu sen lebih dari itu. Anda tidak bisa mengklaim uang yang tidak Anda ciptakan.”

Oliver putus asa. Kerajaannya mulai goyah. Impiannya pudar. Apa yang bisa dia lakukan? Segala argumen adalah percuma. Mereka berlima sudah memiliki kredit sosial. Uang dan kredit bukan lagi hal yang misterius bagi mereka berlima, sama seperti Oliver.


“Oh Tuhan, orang-orang ini sudah menang lewat kredit sosial. Apakah saya sebaiknya meminta maaf kepada mereka? Ikut dalam sistem mereka? Tidak, tidak boleh! Lebih baik saya menyingkir dan menjaga jarak dulu dengan mereka!”

19. Kebohongan Yang Terbongkar

Untuk melindungi klaim di masa mendatang oleh Oliver, kelima orang ini memutuskan bahwa Oliver harus menandatangani dokumen bahwa dia telah mengambil kembali semua yang dia miliki sejak dia datang ke pulau ini.

Maka mereka pun melakukan inventori: perahu, dayung, mesin cetak, dan tentu saja emasnya.

Oliver harus memberitahukan di mana dia mengubur emasnya. Kemudian mereka pun pergi menggalinya, tanpa perasaan respek yang berlebihan mengenai apa yang sedang mereka cari. Kredit sosial telah membuat mereka memandang rendah emas.


Mereka mengangkat tong yang berisi emas tersebut. Betapa terkejutnya mereka, emas yang diklaim Oliver ternyata hanyalah berisi batu. Batu!! Mereka telah diperdayai Oliver selama ini.

“Kita telah mengadaikan semua harta kita demi mendapatkan beberapa lembar uang kertas yang dijamin oleh batu! Ini perampokan, pembohongan!”

“Hampir saja kita memarahi dan membenci satu sama lain demi kebohongan ini. Dasar setan.”

Frank yang marah besar pun mengambil kapaknya, dan si bankir pun melarikan diri menuju hutan.

20. Selamat Tinggal Kepada Pulau

Oliver kemudian menghilang.

Tak lama kemudian, sebuah kapal melewati pulau mereka, dan melihat kelima orang ini. Mereka pun mengikuti kapal ini menuju ke tujuan kapal, Amerika Serikat.


Mereka membawa bersama mereka naskah kredit sosial mereka, yang menyelamatkan mereka dari si ahli finansial licik, Oliver, dan mereka pun berjanji akan berusaha menghubungi managemen yang menulis naskah ini begitu mereka sampai ke Amerika. Mereka sudah bertekad untuk menjadi juru bicara sistem ini.

***

"Orang kaya berkuasa atas orang miskin.
Orang yang berhutang adalah budak dari yang menghutangi
."
- Amsal 22 : 7 -

Selasa, 13 Januari 2009

Tipu - Menipu Di Masyarakat

Hari ini saya akan posting sebuah isu yang lebih ringan. Ringan, tapi bukan berarti tidak penting ok.. Hehe..

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat sebuah email dalam bahasa Inggris, sebuah email dari Nigeria, seseorang menyuruh saya mengontaknya dalam sebuah "kesempatan" yang nantinya akan memberikan saya 1 juta dolar lebih.

Pada dasarnya surat itu adalah sejenis Nigerian Scam. Saya jadi teringat sebuah buku yang saya terbitkan tahun 2005: Berbohong & Menjadi Kaya. Buku ini bisa dibilang 75% serius - 25% humor, karena cerita-cerita penipuan di masyarakat, walaupun korban menderita kerugian riil, tetapi kadang-kadang skenarionya terjadi di luar nalar yang kita sangka.

Jadi hari ini saya akan memposting sebagian dari buku itu untuk Anda. Selamat membaca, semoga bermanfaat...


DISCLAIMER
Buku ini ditulis untuk tujuan edukasi terhadap masyarakat akan bahaya penipuan.
Kami tidak bertanggung jawab bila berbagai informasi di buku ini disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan tindakan yang merugikan masyarakat.


BAB 1 : Pendahuluan

Apa itu Masyarakat?

Bagi Anda yang memahami kejamnya kehidupan, masyarakat adalah sebuah komunitas di mana orang-orang berkumpul bersama dan saling memanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan masing-masing. Itulah masyarakat.

Dalam sejarah kehidupan manusia, kasus di mana seorang manusia (ataupun sekolompok manusia) berbohong dan memperdayai kelompok lainnya demi kepentingan pribadi adalah tidak terhitung banyaknya. Setiap hari, setiap saat, selalu ada kasus baru.

Ada orang mengatakan media utama untuk mengendalikan orang adalah dengan kekuatan senjata, ada juga yang mengatakan media yang paling efektif adalah uang dan materi. Namun, sebenarnya ada sebuah media lainnya yang lebih murah dan jauh lebih berbahaya, yaitu bahasa.

Hanya dengan menggunakan kata-kata, seorang individu, sebuah perusahaan, bahkan sebuah negara, bisa menyebabkan kehancuran dan kerugian skala raksasa kepada pihak lainnya (para korban).

Buku ini adalah tentang penipuan konsumen, maka kita hanya akan membahas persoalan tentang kebohongan dan penipuan dalam skala yang lebih kecil, yaitu yang ada di masyarakat, baik yang terjadi di Indonesia, maupun contoh kasus yang terjadi di negara lainnya.

Kita semua, secara tidak sadar, sering kali meremehkan permasalahan penipuan konsumen. Kita cenderung berpikir bahwa skala dari kegiatan ini pastilah masih kecil, jadi tidak perlu dibesar-besarkan. Nilai kerugian yang diderita masyarakat pastilah masih kecil, jadi lebih baik aparat kepolisian tidak usah terlalu fokus pada investigasi kasus-kasus penipuan konsumen. Namun, apakah asumsi kita ini akurat?

Kita mengira tindakan kriminalitas fisik terus bertambah dari tahun ke tahun, namun yang bisa kita pastikan sebenarnya adalah liputan media terhadap kriminalitas fisiklah yang bertambah, baik lewat media koran maupun lewat televisi. Kita mengira kasus penipuan konsumen sangat sedikit, kenyataannya adalah liputan media terhadap kasus inilah yang sedikit. Seandainya berbagai media lebih sering mengekspos jenis kriminalitas ini, kita baru akan menyadari betapa banyaknya kasus penipuan yang ada di sekeliling kita maupun di dunia.

Omset dari “bisnis” penipuan konsumen di seluruh dunia diperkirakan mencapai di atas US$100 milyar per tahun, alias di atas 1.000 trilyun rupiah setiap tahunnya. Berapa angka pastinya di Indonesia, tidak ada yang tahu, sebab masyarakat Indonesia cenderung lebih toleran dan jarang memprotes bila tertipu.

Sebelum bicara soal contoh kasus penipuan, mari kita pikirkan sebentar sebenarnya siapakah para penipu itu? Mengapa mereka melakukan-nya?

Sebenarnya, berbohong dan menipu adalah karakter dari kita semua. Siapa sih yang tidak berbohong? Ada orang mengklasifikasikan ke-bohongan berdasarkan tujuan berbohongnya, ada juga yang mengklasifikasikan kebohongan berda-sarkan skala akibatnya. Sekarang, mari kita lihat tahapan-tahapan sebelum sebuah tindakan naik sampai ke tingkat penipuan.

Omong Kosong

Omong kosong, yang populer disebut dengan istilah bullshit, adalah tahap awal ketika kita mulai belajar untuk mengucapkan hal-hal yang tidak akurat. Berbeda dengan kebohongan, omong kosong tidaklah diucapkan untuk menjebak dan merugikan orang lain.

Orang yang beromong kosong adalah mereka yang membicarakan suatu hal dalam kapastitas yang telah melebihi tingkat pemahaman mereka. Kita semua melakukannya, kita semua menikmatinya. Bila jam istirahat sudah tiba, ataupun bila beberapa teman sudah berkumpul bersama, semuanya akan mulai membicarakan berbagai macam hal, mulai dari hal-hal kecil sampai ke hal-hal rumit semacam politik internasional dan berbagai rahasia alam semesta.

Mengapa ada omong kosong? Sejak kapan manusia melakukannya?

Entahlah, siapa yang tahu? Kelihatannya omong kosong sudah ada sejak manusia ada. Sekadar spekulasi, omong kosong mungkin secara langsung berhubungan dengan sistem demokrasi yang kita anut. Di negara demokrasi, kita bebas untuk bicara, kita dianjurkan untuk bicara. Bila kita diam, kita dituduh tidak partisipatif untuk mengembangkan demokrasi, dan lebih buruknya lagi, sejumlah orang mencap orang diam sebagai orang bodoh. Untuk menghindari tuduhan ini, sejak kecil, murid-murid di sekolah sudah dididik, dibentuk, dan kalau perlu dipaksa untuk selalu bicara dan menyatakan pendapatnya.

Akibatnya, bisa ditebak, karena intensitas masyarakat untuk membicarakan hal-hal yang dalam batas-batas tertentu tidak mereka pahami meningkat, jumlah omong kosong pun meningkat.

Beberapa tahun yang lalu, saat saya bekerja sebagai staf marketing di sebuah perusahaan swasta, dalam salah satu rapat yang dihadiri oleh bos besar, bos berkata: “Hei, kalian jangan diam saja. Kalau ada ide katakan sekarang. Kalau kamu diam saja, saya anggap kamu bodoh!” Pada rapat-rapat di kemudian hari yang bila dihadiri oleh bos, semua staf marketing memegang teguh prinsip ini: “lebih baik bicara dan ketahuan bodoh daripada tidak mencoba dan tetap dituduh bodoh!”

Kebohongan “Putih”

Yang dimaksud dengan kebohongan putih adalah kebohongan yang diucapkan untuk menjaga ataupun memperbaiki hubungan sosial antar individu di masyarakat, dan oleh karenanya tidak terhindarkan dan “perlu” dilakukan. Contohnya:

 “Apa kabar Merry? Sudah lama tak jumpa, kami kangen sekali padamu”
 “Wah, kamu tampak cantik sekali hari ini”
 “Senang sekali berjumpa denganmu”
 “Wah, anakmu sudah besar ya. Ganteng sekali dia”
 “Bajumu bagus sekali. Beli di mana?”

Dengan orang-orang yang lebih dekat, mungkin Anda pernah juga mendengar kata-kata:

 “Saya akan selalu setia bersamamu. Mulai sekarang sampai hari kiamat memisahkan kita”
 “Besok malam saja sayang. Saya kurang enak badan hari ini”
 “Saya akan pulang agak malam sayang. Ada rapat di kantor”

Bisa Anda bayangkan, seandainya kita sama sekali tidak mengucapkan kebohongan putih, dunia ini tentunya akan sangat sunyi dan hubungan antar individu, baik di masyarakat maupun di keluarga, tentunya tidak akan sebaik sekarang.

Kebohongan “Abu-Abu”

Kebohongan abu-abu adalah kebohongan yang diucapkan untuk mendapatkan sejumlah keuntungan bagi diri sendiri, disadari oleh sang pengucap, namun masih dalam batas yang tidak terlalu merugikan pihak pendengar. Contoh:

Seorang Bapak mengatakan kepada anaknya: “Saya sangat mencintaimu nak, saya juga sangat mencintai Ibumu. Seandainya bisnis saya tidak gagal, saya pasti akan membawa kalian keliling dunia dan memberikan lebih banyak kepada kalian” (Kenyataannya, bisnisnya gagal karena kebiasaan judinya yang akut, dan juga karena beberapa wanita simpanan yang menguras habis uangnya).

Kebohongan “Hitam”

Kebohongan hitam adalah kebohongan yang diucapkan secara sadar dan sengaja untuk menyesatkan pendengar dan memberikan keuntungan pribadi bagi pengucapnya.

Sebagian pengusaha kotor, politisi busuk, pengacara tak bernurani, dan juga sejumlah perusahaan periklanan tak bermoral, tidak henti-hentinya mengucapkan kebohongan terhadap masyarakat. Orang-orang ini, karena kekuatan uang dan kekuasaan, tak tersentuh sama sekali oleh hukum.

Kadang-kadang, kita tidak bisa berhenti merasa heran, apakah sungguh-sungguh berbohong dan menjebak orang adalah hal yang salah. Bila ya, mengapa begitu banyak orang yang bebas melakukannya?

Penipuan

Pada dasarnya, perbedaan kebohongan hitam dan penipuan adalah pelakunya. Untuk kebohongan hitam, pelakunya adalah orang-orang yang karena pekerjaan, ataupun karena pangkatnya, memiliki “hak” untuk berbohong, sedangkan untuk penipuan, pelakunya adalah warga negara biasa ataupun perusahaan yang tidak memiliki “legitimasi untuk berbohong.”

Berikut sebuah ilustrasi:

A. Dalam suatu bencana alam di suatu negara, sekelompok pengusaha daerah kemudian mendirikan sebuah perusahaan untuk mengumpulkan sumbangan untuk diberikan kepada para korban. Perusahaan tersebut, menyuap sejumlah pejabat yang berwenang, dan juga bekerja sama dengan berbagai instansi yang terkait, mendapatkan lisensi dan legitimasi untuk mengumpulkan sumbangan. Dalam prakteknya, sumbangan yang diterima dipakai untuk menggaji diri mereka secara besar-besaran, menggaji beberapa karyawannya, membayar cicilan mobil baru dan kalau perlu, rumah baru, dan sisanya baru disumbangkan kepada para korban yang berhak. Katakanlah, pada akhirnya, sumbangan yang benar-benar disalurkan kepada korban adalah sebesar 50% dari nilai yang berhasil didapatkannya.

B. Tidak lama setelah itu, seorang warga biasa, sebut saja Franky, terinspirasi oleh cara mencari uang perusahaan tersebut, juga mulai mencari sumbangan untuk para korban. Uang yang akhirnya disalurkan Franky adalah 75% dari nilai yang didapatkannya. Untuk sebuah persentase nilai sumbangan yang sebenarnya lebih besar, Franky tetap bisa dimasukkan ke penjara, sebab dia tidak memiliki legitimasi untuk melakukannya.

Kebanyakan orang, walaupun menyadari bahwa mereka bukanlah manusia suci, bahwa mereka memang cenderung berbohong dalam kehidupan mereka, masih bisa menimbang-nimbang dalam kepala mereka kebohongan mana yang bisa diterima, dan kebohongan mana yang tidak bisa diterima.

Para penipu, mereka tidak akan mem-boroskan waktu mereka yang berharga untuk mengklasifikasikan jenis-jenis kebohongan, mereka juga tidak akan menimbang-nimbang kebohongan mana yang bisa diterima dan mana yang tidak bisa diterima.

Para penipu sangat lihai dalam membuat generalisasi untuk membenarkan perbuatan mereka. Mereka selalu menganggap bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah manifestasi dari sifat umum manusia, sebab memang benar semua orang berbohong. Filsafat favorit mereka:

Seandainya berbohong adalah tindakan yang melanggar hukum, tentunya kita semua adalah kriminal. Karena tidak mungkin kita semua adalah kriminal, tentunya berbohong tidaklah melanggar hukum.”

Para penipu, yang mengambil resiko besar untuk melakukan apa yang mereka lakukan, bukanlah manusia dengan cara berpikir yang normal.

Bicara soal resiko, ini adalah hal yang membedakan antara penipu profesional dengan yang amatiran. Semua penipu adalah orang-orang yang ingin mendapatkan uang cepat, uang gampang, menikmati kebebasan tanpa limit, dan tergila-gila pada tantangan atas resiko perbuatan mereka. Namun, adalah kemampuan menangani resikolah yang akhirnya membedakan mereka.

Sekadar jago berbohong dan menangani resiko saja tidak akan membuat seseorang men-jadi penipu yang sukses. Untuk berhasil di arena ini dalam jangka panjang, tampaknya para penipu memang membutuhkan “suplemen” yang lain. Seorang mantan polisi mengatakan: “Penipu bukan hanya orang yang pandai berbohong, mereka memang menikmati kesenangan lewat tindakan manipulatif untuk merugikan orang lain, dan mereka juga senantiasa menghancurkan segala sesuatu yang bukan rancangan mereka. Orang-orang seperti ini memiliki kebencian yang sangat besar terhadap semua peraturan sosial.”

Mengapa para penipu berhasil?

Kita semua mungkin berpikir bahwa ada banyak alasan untuk tidak mempercayai orang lain. Namun, itu adalah pikiran sebelum ujian datang. Dalam prakteknya, kewaspadaan kita sebenarnya tidak bertambah hanya karena kita berpikir demikian.

Anda pergi ke supermarket membeli beberapa jenis buah-buahan. Anda memakannya tanpa berpikir panjang. Seberapa yakinkah Anda makanan yang sedang Anda makan benar-benar telah lulus uji kelayakan dan bebas bahan kimia berbahaya?

Anda ingin jalan-jalan ke luar pulau. Anda memutuskan untuk naik pesawat. Setelah check-in, Anda naik ke pesawat tanpa berpikir, seberapa aman pesawat yang sedang Anda tumpangi. Sebagian orang sempat berdoa sebelum pesawat take-off, tetapi mayoritas tidak. Sadarkah Anda bahwa Anda sedang menyerahkan kepercayaan absolut kepada sang pilot dan maskapai penerbangan? Pernahkah Anda khawatir Anda akan terpaksa merasakan hukum gravitasi di tengah langit bila ada yang tidak beres di mesin pesawat itu?

Oke lah, saya akui ini adalah perumpamaan yang agak paranoid. Sebenarnya maksud saya sederhana saja, yaitu bukan karena kita percaya bahwa banyak orang tidak layak dipercaya, lantas kewaspadaan kita otomatis menjadi meningkat.

Kebanyakan orang, berdasarkan pengalaman saya, benar-benar memiliki kecenderungan yang tinggi untuk mempercayai apa yang mereka lihat dan apa yang mereka baca. Hal inilah yang menyebabkan para pelaku penipuan konsumen berhasil memperdayai mangsanya.

Sebagai tambahan, sebelum kita menuju bab berikut tentang contoh-contoh kasus penipuan konsumen, saya tekankan lagi bahwa penipu tidaklah sama dengan pelaku kejahatan fisik. Para penipu mendapatkan uang dari konsumen yang secara suka rela memberikan uang kepada mereka. “Seni” dari penipuan adalah bagaimana membujuk dan membuat konsumen merasa yakin bahwa mereka sedang melakukan hal yang cerdas, bukannya hal yang bodoh.


BAB 2 : Telemarketing & Berbagai Investasi Palsu

Di bab ini, kita akan membicarakan berbagai jenis penipuan telemarketing dan janji-janji investasi yang menyesatkan konsumen:

Anda Memenangkan Hadiah!

Contoh #1:

Sebuah perusahaan telemarketing mengi-rimkan surat kepada Anda, katanya Anda telah dipastikan mendapatkan salah satu dari lima hadiah ini:

1. Satu buah motor Honda.
2. Satu paket liburan impian.
3. Satu set home entertainment.
4. Uang tunai sebesar 5 juta rupiah.
5. Uang tunai sebesar 1 juta rupiah.

Apa yang akan Anda dapatkan adalah tergantung pilihan acak oleh komputer mereka. Namun, sebelumnya Anda harus membayar dahulu biaya promosi dan pajak sebesar 500 ribu. Mereka meyakinkan Anda bahwa 500 ribu ini masih lebih rendah dibanding nilai barang yang akan Anda dapatkan.

Tidak akan ada orang yang mendapatkan motor Honda, tidak juga hadiah uang tunai. Yang disediakan oleh perusahaan telemarketing ini hanyalah paket liburan dan home entertainment.

Namun, jangan salah, ternyata yang mereka maksud dengan liburan impian adalah beberapa lembar voucher hotel, tidak termasuk biaya perjalanan dan akomodasi. Dan apa yang mereka maksud dengan home entertainment adalah sebuah radio kecil dan sebuah speaker murah.

Bukannya untung, bila Anda mempercayai mereka, Anda akan berakhir dengan kerugian baik materi maupun waktu.

Contoh #2:

Anda mendapatkan sebuah surat, isinya adalah Anda beruntung terpilih untuk mendapat-kan hadiah sebuah jam tangan emas Rolex dari perusahaan mereka. Namun, sebelumnya Anda harus membayar terlebih dahulu biaya pengiriman, pajak hadiah, dan juga Anda harus membeli salah satu dari produk yang mereka jual kepada Anda. Produk yang mereka tawarkan adalah:

 Satu set multi vitamin, seharga 300 ribu.
 Satu set kosmetik, seharga 250 ribu.
 Sebuah kalung dengan batu kristal, seharga 750 ribu.
 Sebuah cincin emas, seharga 1,5 juta.

Staf dari perusahaan mereka menghubungi Anda, menjelaskan dan membujuk agar Anda bersedia membeli produk mereka, alasan-alasan mereka kedengarannya valid:

Perusahaan tentu saja membutuhkan penjualan agar biaya hadiah kami yang mahal bisa tertutupi.
Kami rasa pembelian dari Anda cukup fair, bagaimanapun Anda telah memenangkan sebuah jam yang sangat berharga.

Setelah Anda membayar, bila Anda berun-tung, mereka benar-benar akan mengirimkan produk yang Anda beli kepada Anda.

Namun, multi vitamin yang Anda terima hanyalah beberapa botol vitamin seharga kurang dari 100 ribu, kosmetik yang Anda terima juga jauh di bawah 250 ribu. Batu kristalnya ternyata palsu, dan nilai cincin emasnya pun jauh di bawah harga beli Anda.

Mengenai jam Rolex, mereka mengatakan stok sedang habis dan mereka akan segera mengirimkan kepada Anda bila barang sudah tiba.

Perusahaan telemarketing seperti ini tidak memiliki alamat yang tetap, modus operasi mereka terutama adalah menggunakan telepon. Bila target mereka sudah tercapai, mereka akan kabur dan pindah ke kota lain.


Menyumbang! Menyumbang!

Contoh #3:

Beberapa perusahaan telemarketing mengklaim mereka adalah representatif dari beberapa yayasan sosial ternama. Mereka akan menelepon ataupun menyurati Anda untuk memberikan sejumlah sumbangan dengan cara membeli produk dari mereka. Mereka mengatakan keuntungan dari penjualan produk mereka akan digunakan untuk diberikan kepada beberapa yayasan sosial yang bekerja sama dengan mereka.

Bukan hal yang aneh bila mereka mencoba menjual kepada Anda produk-produk umum dengan harga puluhan kali lipat harga yang wajar. Para konsumen yang membeli mengira mereka benar-benar sedang melakukan hal yang mulia.

Para telemarketer sering mengatakan bahwa keuntungan mereka akhirnya digunakan untuk:

 Membeli obat-obatan untuk sejumlah rumah sakit kecil ataupun puskesmas yang terletak di wilayah yang miskin.
 Bantuan beasiswa untuk anak-anak dari keluarga miskin.
 Membeli pakaian dan makanan bagi sejumlah panti jompo dan panti asuhan.
 Biaya pengobatan untuk para penderita sakit ginjal, ataupun penderita kanker yang tidak memiliki biaya pengobatan.

Kenyataannya, tidak ada uang yang akan disumbangkan. Tujuan mereka hanya satu, yaitu menjual produk yang mahal kepada Anda dan mendapatkan keuntungan yang besar untuk diri mereka sendiri.

Liburan Impian

Contoh #4:

Anda mendapatkan surat ataupun email, isinya adalah bahwa Anda telah terpilih sebagai orang yang beruntung untuk mendapatkan sebuah liburan impian. Anda akan mendapatkan perjalanan gratis dengan kapal pesiar mewah.

Nomor telepon yang mereka berikan kepada Anda dalam surat mereka biasanya adalah nomor 1-800-xxx. Begitu Anda menghubungi mereka, mereka akan menceritakan betapa beruntungnya Anda, sebab Anda adalah satu di antara sangat sedikit orang yang bisa mendapatkan liburan impian ke Bahama ataupun Karibia dengan biaya yang sangat rendah dibandingkan dengan biaya yang biasanya harus dibayar oleh turis biasa. Biasanya liburan dengan kapal pesiar ke tempat itu akan berkisar sekitar $2.500. Namun sekarang Anda dapat mengi-kutinya dengan hanya membayar biaya sekitar $388, $488, ataupun $588.

Mereka menekan Anda untuk segera “mengamankan” ataupun “meregistrasi” liburan ini dengan meminta nomor kartu kredit Anda. Mereka mengatakan bahwa biaya ini telah termasuk semua biaya akomodasi menuju dan dari Bahama ataupun Karibia. Mereka juga mengatakan bahwa Anda perlu membayar sekarang juga.

Bila Anda meminta waktu untuk berpikir ataupun surat tertulis dari mereka, respon mereka biasanya adalah:

 Promosi ini adalah sangat terbatas, hanya untuk beberapa orang yang beruntung saja.
 Bila Anda menunggu sampai surat kami sampai ke rumah Anda, tawaran ini pasti sudah habis diambil orang.

Begitu Anda memberikan nomor kartu kredit, Anda akan dialihkan kepada seorang “supervisor”, yang kenyataannya adalah seorang petugas di bagian departemen “verifikasi” mereka, orang yang akan mengkonfirmasikan detail penjualan ini.

Tidak seperti pembicaraan sebelumnya, percakapan Anda dengan petugas verifikasi adalah direkam dalam kaset. Mereka akan menanyakan lagi nomor kartu kredit Anda, menjelaskan secara singkat paker liburan ini, dan mengingatkan kepada Anda bahwa pembelian ini adalah non-refundable.

Nyatanya, sebenarnya biaya yang Anda bayar ini sama sekali bukan untuk biaya perjalanan liburan impian yang Anda bayangkan. Porsi terbesar dari uang ini akan digunakan untuk menggaji pemilik ide dan para telemarketer. Untuk $388, $488, dan $588 yang Anda bayarkan, apa yang akan Anda dapatkan hanyalah sebuah paket berisi video, sejumlah brosur iklan liburan, dan beberapa lembar voucher untuk kapal pesiar Bahama dan Karibia.

Kredit! Kredit!

Contoh #5:

Anda mendapatkan surat ataupun email:

Dengan bersemangat, Anda segera meng-hubungi mereka. Mereka menjanjikan Anda sebuah kartu kredit dari Master Card ataupun Visa, limit sebesar $5.000. Tidak mungkin ditolak, tidak masalah apakah Anda memiliki catatan kredit buruk di masa lalu ataupun tidak.

Mereka menyuruh Anda membayar biaya proses sebesar $149,95 baik dengan debit maupun dengan menggunakan kartu kredit yang sedang Anda miliki.

Setelah itu, mereka akan mengirimkan sebuah paket kepada Anda. Isinya adalah sebuah kartu anggota belanja dan sebuah katolog. Anda disuruh untuk berbelanja minimal $400 untuk barang-barang yang telah di-mark-up di katalog tersebut, setelah itu baru aplikasi kartu kredit Anda dapat diproses.

Setelah Anda berbelanja, akhirnya mereka akan mengirimkan beberapa lembar formulir aplikasi kartu kredit kepada Anda. Anda harus mengurus sendiri aplikasi tersebut, dan “garansi” yang mereka janjikan sebelumnya sama sekali tidak benar.

Contoh #6:

Suatu hari, Anda mendapatkan telepon dari seseorang yang mengaku berasal dari lembaga perbankan negara. Mereka mengklaim bisa membersihkan catatan buruk apapun sehubungan dengan sejarah kredit Anda. Kemudian Anda pun melakukan percakapan dengan mereka:

Anda : “Jadi kalian akan memperbaiki catatan kredit saya?”
Penipu : “Benar sekali. Kami bisa memperbaiki catatan kredit Anda secara legal, tidak masalah seburuk apapun catatan Anda.”
Anda : “Ya, sebenarnya sekarang pun saya sedang bermasalah dengan cicilan ...”
Penipu : “Tidak masalah, apapun yang sedang Anda hadapi, kami sanggup memper-baikinya. Anda bahkan tidak perlu melunasi tagihan dan pajak terhutang sebelumnya.”
Anda : “Jadi sekalipun saya memiliki setumpuk catatan hitam kredit, Anda tetap bisa memperbaikinya?”
Penipu : “Saya ulangi sekali lagi, tidak penting seburuk apapun catatan kredit Anda, kami bisa secara legal menghapus-kannya dari catatan perbankan.”
Anda : “Wah, apa yang sebenarnya kalian lakukan, mencuri komputer mereka?”
Penipu : “Kami menggunakan Undang-Undang Pelaporan Kredit, yang telah disetujui oleh Pemerintah. UU tersebut dapat memaksa perbankan untuk menghapus sejumlah catatan buruk konsumen tentang kredit mereka seandainya pihak perbankan belum memiliki bukti kuat akan kejahatan yang disengajai konsumen.”
Anda : “Ehm…. Seberapa besar harapan untuk berhasil?
Penipu : “Dari pengalaman kami, tingkat keefektifan sistem kami adalah setidaknya 95%, itu pun masih cukup konservatif.”
Anda : “Jadi, apa yang perlu saya lakukan sekarang?”
Penipu : “Anda perlu membayar dahulu biaya aplikasi. Harganya hanya $200. Angka ini tidak ada artinya dibanding dengan manfaat yang bisa Anda terima nantinya.”
Anda : “Kapan saya bisa mendapatkan hasilnya?”
Penipu : “Biasanya kami sudah berhasil membersihkan catatan kredit klien kami dalam waktu 45 hari, walaupun beberapa orang membutuhkan waktu yang lebih lama, seperti enam sampai delapan bulan.”

Bila pembicaraan berlangsung lebih lama, dan Anda kemudian memberikan uang Anda kepada mereka, Anda tidak akan mendengar suara mereka lagi. Tidak ada yang namanya lembaga pembersih catatan kredit konsumen!

Contoh #7:

Anda membaca di koran:

Setelah Anda menelepon mereka, mereka mengatakan bahwa nilai pinjaman maksimal adalah sebesar beberapa ribu dolar. Namun Anda harus membayar biaya aplikasi sebesar beberapa puluh sampai beberapa ratus dolar di muka.

Target dari operasi ini adalah mereka yang sedang dalam krisis finansial, seperti mereka yang sedang kehilangan pekerjaan, orang-orang yang memiliki sejarah kredit yang buruk, ataupun mereka yang sedang kepepet mem-butuhkan uang.

Kenyataannya, walaupun memang setiap proses peminjaman uang akan membutuhkan biaya aplikasi, biaya tersebut tidak perlu dibayar di muka. Anda hanya perlu membayar bila aplikasi Anda telah diterima dan orang yang memberikan pinjaman sudah jelas orangnya.

Untuk kasus di mana biaya aplikasi harus dibayar di muka, maka uang yang Anda bayar akan masuk ke kantong para penipu (agen pinjaman palsu), bukannya masuk ke kantong pemberi pinjaman yang sebenarnya, dan keseluruhan kegiatan loan-brokering ini pada dasarnya adalah penipuan belaka.

Kami Datang Untuk Membantu…

Contoh #8:

Dunia penipu terdiri dari orang-orang yang sering kali sudah saling kenal, alias teman sendiri. Para penipu kemudian pun melakukan jual beli daftar prospek, orang-orang yang telah mereka tipu. Mereka menyadari bahwa ada kecenderungan bahwa orang yang pernah tertipu cenderung untuk bisa kembali ditipu.

Seorang nenek, yang dalam suatu penipuan telemarketing mengalami kerugian yang sangat besar, suatu hari didatangi oleh seorang pemuda dengan penampilan yang rapi. Pemuda tersebut mengaku berasal dari tim investigasi polisi divisi penipuan konsumen. Pekerjaannya adalah mendata kerugian konsumen, mencari para penjahat, dan mengembalikan uang hasil penipuan kepada konsemen.

Untuk jasa tersebut, konsumen perlu mem-bayar sejumlah uang di muka. Nenek tersebut membayar uang muka yang diminta, dan tidak pernah didatangi pemuda tersebut lagi.

Ingat:

Memang benar ada polisi ataupun aparat yang bekerja keras mencari para pelaku penipuan. Namun mereka tidak seharusnya meminta fee apapun kepada para korban, apalagi minta di muka.

Ini Yang Paling Amoral!

Contoh #9:

Sekelompok penipu memiliki spesialisasi untuk mencari rezeki dari orang-orang yang baru meninggal. Tentu saja, mereka tidak men-dapatkan uang dari sang almarhum, mereka mencarinya dari keluarganya.

Beberapa hari setelah upacara pemakaman, para penipu akan mendatangi keluarga tersebut dan menunjukkan tagihan bahwa sang almarhum beberapa minggu lalu sempat membeli barang dari mereka dan belum melunasinya. Mereka berbicara dengan penuh empati dan turut berduka cita atas kematian almarhum.

Biasanya tagihan mereka tidak amat besar, dan pihak keluarga korban dalam suasana itu akan cenderung membayar tagihan yang diminta.

Berbagai Taktik Penekanan

Contoh #10:

Para telemarketer tidak selalu bicara dengan cara yang simpatik. Bila dibutuhkan, mereka juga bisa bicara dengan penuh tekanan dan paksaan. Suatu ketika, Anda akan mendengar kata-kata semacam ini:

 Cukup! Kamu adalah seorang pengusaha. Kamu membuat keputusan setiap hari. Kamu tidak menjadi kaya karena sifat ragu-ragumu. Sekarang putuskanlah, mari kita transaksi!
 Kesempatan ini hanya untuk jumlah orang yang sangat terbatas!
 Menunda berarti Anda akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan karena pasar sedang bergerak dengan kencang.
 Kesempatan ini hanya akan tersedia sampai hari ini. Besok pasti sudah tidak ada lagi.
 Sekarang pergilah ke bank. Ambil uangnya dan segera hubungi saya!
 Tidak ada uang? Pinjamlah dengan orang! Kamu bisa membayarnya nanti dengan keuntungan yang akan kamu dapatkan.

Penerbit Gadungan

Contoh #11:

Sejumlah orang selalu bermimpi untuk menjadi seorang penulis. Mereka mengira para penulis buku adalah orang-orang yang memiliki kecerdasan dan kemampuan luar biasa. Orang-orang ini tidak menyadari kenyataan bahwa penulis buku hanyalah orang biasa, bedanya adalah mereka bersedia menuliskan cerita-cerita ataupun pengetahuan yang mereka ketahui untuk dibagikan kepada orang lain.

Para penipu yang melihat kesempatan ini, mengiklankan kesempatan ini di berbagai media lokal dan mulai mencari penulis berbakat di masyarakat. Anda mungkin pernah membaca:

Setelah Anda menghubungi mereka, mereka akan menyuruh Anda memberikan naskah untuk dibaca oleh “redaktur” mereka. Setelah beberapa minggu, mereka akan menghubungi Anda, mengatakan bahwa naskah Anda cukup bagus.

Perbedaan penerbit yang legal dan gadungan adalah apa yang mereka katakan setelah naskah Anda dianggap bagus…

Penerbit gadungan menjanjikan royalti tertentu kepada Anda, namun mereka juga mengatakan kepada Anda bahwa sebelum naskah Anda bisa diterbitkan, naskah Anda perlu diedit terlebih dahulu. Biaya edit per halaman adalah Rp xxx, yang harus Anda bayar di muka. Selain itu, Anda juga harus membayar berbagai biaya tambahan sebelum buku Anda bisa diterbitkan dan dijual di pasaran.

Bila Anda ternyata cukup naif dan mempercayai mereka, habislah uang Anda. Kenyataannya, penerbit gadungan nyaris tidak pernah menolak naskah, kecuali naskah Anda benar-benar sedemikian buruknya dan tidak mungkin diedit oleh “redaktur” mereka.

Tidak ada yang namanya penulis membayar penerbit. Penerbitlah yang seharusnya membayar penulis! Memang benar ada yang namanya biaya edit naskah, namun itu adalah bagian dari ongkos produksi penerbit, bukan beban penulis.

Di Indonesia, penulis buku biasanya bisa mendapatkan royalti antara 8% sampai 15% dari harga jual buku, tergantung kesepakatan bersama.

Agen Hak Paten Palsu

Contoh #12:

Setiap tahun, puluhan ribu manusia cerdas yang berhasil menemukan teknologi ataupun ide baru bercita-cita untuk mendapatkan hak paten atas penemuan mereka.

Memang ada sejumlah perusahaan legal yang menawarkan jasa hak paten ataupun penjualan penemuan ke berbagai manufaktur untuk komersialisasi penemuan tersebut.

Sayangnya, ada juga perusahaan yang diciptakan dan dikelola oleh mereka-mereka yang tidak punya itikad baik, alias para penipu.
Para agen-agen palsu ini, selain secara bersemangat membujuk para penemu men-daftarkan hak paten mereka, tentu saja dengan membayar terlebih dahulu, mereka juga membuat klaim palsu dan berlebihan atas prospek potensial pasar yang bisa dilayani oleh penemuan baru para langganannya. Setelah menerima bayaran, mereka tidak selalu menghubungi manufaktur untuk menjual penemuan klien mereka, lebih seringnya, uang yang mereka terima mereka gunakan untuk membayar diri sendiri dan sejumlah karya-wannya.

Kenyataannya, sangat sedikit penemuan baru yang akhirnya sukses di pasar setiap tahun, dan sebuah hak paten tidak selalu meningkatkan kemungkinan sukses Anda di pasar komersial.


Menjual Copyright

Contoh #13:

Beberapa tahun yang lalu, saat saya sedang di sebuah toko majalah, saya melihat sebuah majalah asing, judulnya Small Business Opportunities (SBO), saya membaca beberapa halaman darinya, dan terkesan dengan salah satu tawarannya:

Di iklan itu, pemiliknya mengatakan hal-hal semacam ini:

 “Bila Anda memang menginginkan uang gampang yang banyak, inilah caranya. Tidak ada cara yang lain!”
 “Beberapa tahun terakhir ini, saya menjual manual dengan topik yang diinginkan masyarakat dengan harga yang terjangkau, antara $15 sampai $50 per manual. Saya mengiklankan diri di berbagai majalah di seluruh negeri ini.”
 “Biaya produksi per manual sangatlah rendah, cuma beberapa puluh sen, keuntungan dari bisnis ini adalah sangat luar biasa.”
 “Keuntungan per bulan yang bisa Anda dapatkan setidaknya mencapai beberapa ribu dolar, minimal!”
 “Karena keberhasilan saya, saat ini saya adalah pembicara dengan harga per jam yang sangat tinggi, saya tidak perlu lagi menggeluti bisnis penjualan manual.”
 “Saya akan membatasi pembeli dari copyright manual saya. Tentunya saya tidak ingin melihat persaingan yang terlalu besar karena banyaknya penjual manual yang sama di negeri ini. Hanya Anda yang bereaksi cepatlah yang akan mendapatkannya. Bagi yang terlambat, saya akan mengembalikan uang Anda.”
 “Hubungi saya sekarang! Anda akan kaya lewat usaha penerbitan ini.”

Di kemudian hari, saya baru tahu bahwa ternyata manual yang dia maksud terdiri dari informasi-informasi umum tentang motivasi, keuangan, dan pengembangan diri yang tersedia secara berlimpah di berbagai toko buku.

Menurut pengakuan dari orang-orang yang membeli copyright dari pemasang iklan tersebut, manual-manual yang mereka cetak tidaklah gampang dijual, banyak orang lebih cenderung membaca buku-buku pengembangan diri klasik di toko buku daripada manual mereka. Klaim bahwa dia akan mengembalikan uang bagi orang yang membeli belakangan juga tidak terbukti!

Pelajarannya:

Bukan karena Anda membaca sebuah tawaran dari sebuah majalah ataupun koran yang legal, lantas apa yang Anda baca otomatis juga pasti legal dan jujur. Majalah dan koran tidak akan memverifikasi kejujuran jenis usaha yang membeli ruang iklan dari mereka. Lebih sering daripada tidak, pihak majalah dan koran sendiri juga tidak tahu apa sebenarnya yang dilakukan oleh customer mereka, para pemasang iklan.

Mungkin Anda masih ingat, beberapa tahun yang lalu, sebuah perusahaan yang mengaku dari Jepang, kalau tidak salah namanya G-Cosmos. Mereka memasang iklan besar-besaran hampir setiap hari di koran terbesar di Indonesia, Kompas. Mereka menawarkan kesempatan investasi dengan imbal hasil 10% sampai 30% dari investasi kita. Alamat mereka juga terletak di salah satu gedung perkantoran elit di Jakarta, yang mereka SEWA tentunya. Beberapa bulan setelah itu, perusahaan itu hilang entah ke mana… Investor tidak cuma rugi, tetapi juga terpukul secara psikologis karena kebodohan yang telah mereka lakukan.


Melipat Amplop, plop, plop…

Contoh #14:

Apakah Anda pernah membaca iklan ini?

Untuk orang yang pertama kali membaca, bayangan kita adalah kita akan dikirimkan sekotak brosur bersamaan dengan amplop, kita melipat brosur/kertasnya, masukkan ke amplop, kirimkan ke mereka, dan, yes…, mereka akan membayar kita.

Namun, kenyataannya tidaklah sedemikian sederhana… Ada dua skenario umum dari apa yang akan terjadi:

Pertama, Anda akan menerima kiriman dari mereka, isinya adalah sejumlah brosur dan pesan untuk menyuruh Anda memasang iklan di koran lokal Anda dengan isi yang persis sama dengan iklan yang Anda baca. Ya, benar, Anda harus mencari peserta baru dari program ini. Di iklan yang Anda pasang, Anda perlu menekankan bahwa mereka perlu menyertakan sebuah amplop beserta perangko bila ingin dibalas.

Uang dari pembaca harus disetor kembali ke pemilik program, sedangkan yang Anda kem-balikan ke pengirim adalah amplop mereka beserta brosur yang sudah Anda lipat. Untuk setiap amplop yang Anda kirim, Anda akan dibayar $2 seperti yang sudah mereka janjikan….
Skenario kedua, mereka akan mengirim sejumlah brosur umum dan amplop kepada Anda, dan mengatakan bahwa Anda akan dibayar bila pelipatan dan penyusunan amplop Anda memenuhi standar mereka. Biaya pengiriman kembali adalah ongkos Anda sendiri. Akhirnya, tentu saja, tidak akan ada hasil kerja Anda yang memenuhi standar mereka. Tidak akan ada bayaran dari mereka.

Ingatlah satu hal, membayar orang untuk melipat kertas dan memasukkannya ke amplop adalah gagasan yang gila, bila Anda sendiri tidak akan melakukannya, orang lain juga tidak. Jangan mempercayai iklan-iklan seperti itu. Sudah ada mesin yang dirancang khusus untuk melakukan pekerjaan itu, harganya juga jauh lebih murah dibanding dengan membayar tenaga manusia.

Membaca & Menjadi Kaya???

Contoh #15:

Seseorang menelepon ataupun mengirim surat kepada Anda, katanya mereka mewakili sejumlah penerbit buku di negeri ini. Mereka mengklaim para penerbit bersedia membayar bila Anda membaca buku yang akan mereka terbitkan dan memberi komentar sebelum buku tersebut naik cetak. Anda akan dibayar berdasarkan jumlah kata yang ada dalam buku itu.

Biaya untuk menjadi “pembaca professional” adalah Rp. 75.000,- Anda hanya perlu membayar sekali dan akan menjadi anggota klub mereka seumur hidup.

Apa yang akan Anda terima nantinya adalah sekumpulan nama Penerbit di Indonesia, sebagian ada alamatnya, sebagian lagi bahkan tidak ada alamatnya. Bila Anda menghubungi penerbit yang bersangkutan, Anda baru sadar bahwa tidak ada lowongan untuk menjadi pembaca profesional.

Beasiswa Untuk Buah Hati Anda

Contoh #16:

Biaya pendidikan yang semakin lama semakin tinggi adalah fenomena di berbagai negara, bukan cuma Indonesia. Sejumlah telemarketer yang jeli melihat hal ini sebagai sebuah kesempatan penipuan yang menjanjikan.

Beberapa dari mereka mulai menelepon ataupun menyurati Anda, mereka mengklaim bahwa mereka berasal dari organisasi non-profit. Misi mereka adalah membantu pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Mereka menjanjikan Anda bahwa apapun keadaan dan prestasi dari anak Anda, dia dapat memperoleh beasiswa, baik dari pemerintah, Bank Dunia, IMF, ataupun berbagai perusahaan swasta besar lainnya. Mereka mengklaim bahwa setiap tahun organisasi-organisasi ini me-nyediakan milyaran dolar untuk membantu para anak sekolahan maupun mahasiswa di seluruh dunia untuk mendapatkan beasiswa. Yang Anda perlukan untuk mendapatkannya hanyalah akses. Merekalah aksesnya!

Supaya anak Anda dapat memperoleh beasiswa, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mendaftarkan anak Anda di program aplikasi mereka. Biayanya berkisar beberapa ratus sampai ribuan dolar. Seandainya beasiswa anak Anda ditolak, uang yang Anda bayarkan akan dikembalikan.

Tentu saja, jangan harap Anda akan mendapatkannya. Untuk uang yang telah Anda bayar, apa yang kemudian akan Anda dapatkan adalah sebuah daftar berisi alamat-alamat sekolah dan universitas yang menawarkan beasiswa. Semua proses aplikasi harus Anda lakukan sendiri. Sama sekali tidak akan ada bantuan dari mereka. Beberapa alamat yang mereka berikan bahkan adalah fiktif.


Pekerjaan Impian

Contoh #17:

Iklan-iklan semacam ini menarik perhatian dari jutaan orang di dunia, semuanya dengan cita-cita yang sama: mendapatkan penghasilan yang lebih besar dan mendapatkan kesempatan untuk mengelilingi dunia.

Sayangnya, cita-cita dan harapan inipun adalah kesempatan bisnis bagi sejumlah tele-marketer amoral. Mereka biasanya menagih biaya pendaftaran sebesar beberapa puluh dolar sampai ke ratusan dolar untuk “jasa” mereka.

Untuk biaya yang Anda bayar, nantinya Anda akan mendapatkan sebuah paket, isinya adalah deskripsi tentang alamat dari para perusahaan kapal pesiar dan tips untuk melamar ke sana. Semua biaya dan proses aplikasi adalah tanggung jawab Anda sendiri.

Ada juga kasus di mana para telemarketer mendapatkan sebuah pekerjaan untuk Anda, baik benar-benar di kapal pesiar maupun di tempat lainnya (darat), mereka akan mengatakan kepada Anda bahwa ada biaya lainnya yang perlu Anda bayar: Visa, tiket, akomodasi, dll. Semua biaya tersebut sudah di mark-up secara drastis. Gaji Anda nantinya juga akan dipotong untuk mereka. Pada akhirnya, angka final yang harus Anda bayar mencapai ribuan dolar! Mereka tidak mengata-kannya sebelumnya…

Warisan Terkutuk…

Contoh #18:

Sebuah jam dinding yang mati sekalipun bisa menunjukkan waktu secara akurat dua kali dalam sehari, apalagi kata-kata orang yang hidup. Semakin banyak kata-kata dan kemungkinan yang diucapkan, semakin besar kemungkinannya untuk “akurat.”

Inilah yang dimanfaatkan oleh sejumlah penipu dengan kedok peramal (Saya tidak mengatakan semua peramal adalah penipu, maksud saya ada penipu yang menyamar sebagai peramal).

Target dari para penipu yang menyamar sebagai peramal ada banyak sekali, berikut adalah salah satu ilustrasi:

Seorang wanita yang tampak bingung dan sedih mencari bantuan dari seorang peramal jalanan yang dia temui. Setelah bincang-bincang, peramal tersebut bertanya kepada wanita tersebut apakah akhir-akhir ini dia mendapatkan sejumlah uang dadakan? Setelah berpikir sejenak, wanita tersebut mengakui bahwa dua bulan lalu dia mendapatkan sejumlah warisan dari orang tuanya yang baru meninggal.

Peramal tersebut langsung beraksi, dia mengatakan bahwa uang tersebut datang dari sumber yang kurang “bersih”, ada kemungkinan uang tersebut didapat dengan cara yang kurang baik. Dia mengatakan bahwa uang tersebut harus segera dibersihkan, dia pun menyuruh wanita tersebut mengambil uang dari bank dan membawa kepadanya. Setelah sejumlah upacara, peramal mengatakan bahwa sebagian uang tersebut harus disumbangkan ke berbagai yayasan sosial, sebagian lagi harus dikubur di dalam tanah selama beberapa minggu, sisanya baru bisa digunakan. Bila tidak, nasib buruk akan terus menghantui wanita tersebut.

Uang yang ditanam di dalam tanah ini tentunya tidak akan terlalu lama di dalam tanah. Setelah wanita yang kebingungan itu pergi, peramal tersebut juga akan pergi, bersamaan dengan uang yang dia gali dari tanah tersebut.


Bintang Muda Berbakat

Contoh #19:

Berbagai acara reality show yang kita lihat di televisi beberapa tahun terakhir ini telah menjadi inspirasi bagi sejumlah perusahaan pencarian bakat gadungan untuk mengail di air keruh.

Orang tua manapun berharap anak mereka bisa menjadi terkenal, muncul di televisi, dan syukur-syukur sudah menghasilkan banyak uang di saat umur mereka masih kecil.

Beberapa penipu kemudian mendirikan perusahaan pencarian bakat. Mereka mengklaim bahwa mereka telah bekerja sama dengan berbagai Production House dan sudah meng-orbitkan beberapa bintang muda berbakat. Foto dari beberapa bintang baru dipajang di kantor mereka untuk membuat orang tua anak terkesan.

Mereka menawarkan kepada orang tua anak untuk mengikutkan anak mereka ke dalam program pelatihan akting dan modeling mereka, tentu saja dengan biaya kursus setinggi langit. Bila anaknya berhasil, kontrak dengan beberapa PH ternama tinggal menunggu waktu.

Sesungguhnya, yang mereka lakukan kemudian adalah menyewa sejumlah aktor amatiran dan beberapa guru self-development yang kurang profesional untuk mendidik anak-anak dari klien mereka. Di akhir pelatihan, tidak akan ada anak-anak tersebut yang akan mendapatkan kontrak dari PH.


Not-So-Secure Securities…

Contoh #20:

Sebenarnya aneh juga, dalam bahasa Inggris: saham, obligasi, dan berbagai produk-produk derivatif di pasar modal disebut dengan securities. Kenyataan yang kita ketahui, produk-produk seperti ini sangatlah jauh dari aura “aman (secure).”

Penipu tidak selalu mengoperasikan skala perusahaan mereka dalam lingkup kecil. Ada juga penipuan skala yang lebih besar, sangat besar. Anda masih ingat skandal Enron dan WorldCom?

Ya, dua yang barusan adalah penipuan skala raksasa. Kita lihat yang lebih kecil saja. Anda tahu nama-nama berikut ini?

 Concept Technologies Group Inc.
 Diamond Entertainment Corp.
 First Chesapeake Financial Corp.
 Futurebiotics Inc.
 Immunotherapeutics Inc.
 International Franchise System Inc.
 Las Vegas Entertainment Network Inc.
 Officeland Inc.
 Red Hot Concepts Inc
 Sanyo Industries Inc.
 U.S. Transportation Systems Inc.
 International Thoroughbred Breeders Inc.

Mereka semuanya terdaftar di NASDAQ, QTC, dan AMEX sebagai perusahaan publik. Namanya juga keren-keren, bukan begitu?

Selama tiga tahun, perusahaan-perusahaan di atas telah menyebabkan kerugian sebesar lebih dari US$106 juta uang investor yang mempercayai rekomendasi dari mereka untuk melakukan pembelian ataupun penjualan saham.

Contoh #21:

Bagaimana kalau seseorang mengatakan dia bisa menebak secara pasti gerakan dari suatu saham ataupun indeks saham tertentu? Apakah Anda mempercayainya?

Suatu hari, Anda mendapatkan telepon dari seseorang yang mengaku berasal dari perusahaan investasi pribadi. Dia mengklaim perusahaannya memiliki tim research yang kompeten dan profesional, bahwa analisa mereka memiliki tingkat keakuratan yang sangat tinggi.

Tentu saja, siapapun akan sinis dan skeptis dengan klaim seperti ini pada awalnya. Selama berminggu-minggu, orang ini akan terus menerus menghubungi Anda untuk memberikan rekomendasi tertentu.

Suatu hari, mereka menghubungi Anda, mengatakan bahwa minggu ini indeks Hang Seng akan naik. Satu minggu berlalu, indeks Hang Seng ternyata memang naik.

Beberapa hari lagi, mereka kembali menghubungi Anda, katanya indeks Hang Seng masih akan naik minggu ini. Anda menunggu, dan mereka benar. Indeks memang naik.

Dua minggu kemudian, mereka mengatakan kepada Anda indeks akan turun. Anda kembali menunggu, kali ini sudah mulai serius… Indeks memang turun minggu itu! Anda menjadi bersemangat dan ingin mendengar lebih banyak. Sudah saatnya untuk invest! Waktunya telah tiba untuk untung besar!

Anda tahu apa yang sebenarnya dilakukan orang itu? Bagaimana mungkin dia bisa begitu akurat? Ada banyak teknik untuk berbohong, salah satunya adalah ini:

Mula-mula, mulailah dengan mencari 200 prospek orang berduit. Katakan kepada 100 orang bahwa indeks akan naik, katakan kepada 100 lainnya bahwa indeks akan turun. Setelah 1 minggu, bila indeks naik, coret 100 nama yang kemarin Anda hubungi bahwa indeks akan turun, mereka tidak akan percaya lagi.

Ulangi proses ini, dari sisa 100 orang, katakan kepada 50 orang indeks akan naik, katakan kepada 50 orang lainnya indeks akan turun. Bila indeks masih naik dalam kurun waktu itu, coret lagi 50 orang yang berada di daftar indeks turun.

Di percobaan ketiga, Anda memiliki 50 orang prospek, katakan kepada 25 orang bahwa indeks akan naik, katakan lagi kepada 25 orang sisanya bahwa indeks akan turun. Di akhir percobaan, Anda akan mendapatkan 25 orang yang akan menganggap Anda sebagai Dewa Saham. Mendapatkan dana dari mereka tidak akan terlalu sulit lagi…

Bila Anda terkagum-kagum atas keakuratan mereka, berarti Anda adalah salah satu dari ke-25 prospek yang “beruntung” itu.

Setelah itu, perusahaan itu akan mengajak Anda untuk bergabung dengan mereka. Keuntungan yang didapatkan akan dibagi sesuai kesepakatan bersama. Kadang-kadang, dana yang Anda setor benar-benar digunakan untuk perdagangan saham ataupun derivatifnya. Namun, cukup sering juga, dana yang Anda setor akan menjadi sumber uang untuk membiayai kehidupan ekstra mewah mereka.


Genius Real Estate

Contoh #22:

Stephen Murphy, mengklaim dirinya sebagai pengganti Donald Trump di Amerika. Dia menulis buku “One Up On Trump”, dan juga 10 buku lainnya tentang real estate dan motivasi.

Dalam buku-buku, iklan, dan seminarnya, dia menggambarkan dirinya sebagai veteran perang Vietnam dan pemabuk yang berhasil menjadi kaya lewat bisnis real estate. Kekayaannya dibangun lewat perusahaannya, American Capital Investments Inc.

Apa yang sebenarnya dia lakukan? Dia mengumpulkan uang dari publik untuk membeli gedung-gedung komersial dan perkantoran, dengan menyembunyikan fakta tentang transaksinya. Sering kali dia menyatakan bahwa sudah ada pembeli berikut yang sedang antri untuk membeli dan para investor yang menyetor uang kepadanya akan mendapatkan keuntungan bahkan dalam waktu kurang dari 30 hari. Dia juga berulang kali memisrepresentasikan keuntungan dari bangunan yang dia beli, dan kadang-kadang menjual kepada publik porsi-porsi bangunan yang bahkan tidak dia miliki.

Dengan buku-buku yang dia tulis, beserta dengan seminar yang dia lakukan, dia berhasil mengumpulkan lebih dari $18 juta. Investornya pada akhirnya kehilangan lebih dari $10 juta.

Genius ini akhirnya dinyatakan bersalah atas enam jenis tuntutan, sayangnya uang investor tidak dapat dikembalikan seluruhnya lagi.
Pesulap Jalanan

Contoh #23:

Seorang wanita setengah baya sedang jalan di sebuah Mall, kemudian seorang Ibu muda menghampirinya dengan ramah. Mereka kemudian mulai berteman, berngobrol dengan akrapnya.

Setelah itu, seorang wanita muda lainnya datang mencari pemilik dari sebuah tas yang dia pegang. Mereka bertiga pun membuka tas itu, ternyata tas itu berisi setumpuk uang tunai.
Mereka mulai bingung apa yang harus mereka lakukan, namun tentu saja mereka ingin membagi uang tersebut.

Tentu saja, kedua wanita muda itu adalah teman sekongkolan, misi mereka adalah menjebak wanita tua itu untuk mendapatkan sejumlah uang darinya.

Salah satu wanita muda mengaku dia bekerja di perusahaan pengacara. Dia mengambil teleponnya dan mulai menghubungi kantornya. Setelah itu, dia mengatakan bahwa menurut hukum, bila mereka mau membagi uang tersebut, mereka harus bisa membuktikan bahwa mereka masing-masing memiliki cukup banyak uang untuk “menghidupi diri sendiri” saat pengacara mencoba mencari pemilik yang sebenarnya. Katanya, pengacara di kantornya merekomendasikan mereka agar masing-masing menyetor sejumlah uang tertentu untuk membuktikan itikad baik dan sebagai bukti bahwa mereka memang memiliki cukup uang untuk bertahan selama masa tunggu.

Maka mereka pun pergi ke ATM dan mengambil sejumlah uang. Uang itu mereka campur bersama uang di tas yang mereka temukan. Setelah itu, dengan ketrampilan lapangan yang telah mereka latih, kedua wanita muda itu akan mengganti tas itu dengan tas lainnya yang serupa yang sudah mereka siapkan sebelumnya. Wanita tua itu, akhirnya akan disuruh menyimpan tas palsu yang berisi kertas-kertas bekas. Setelah sampai di rumah, wanita tua itu baru sadar telah ditipu…


Nigerian Fraud

Contoh #24:

Skema penipuan ini membidik warga kelas menengah, usia pertengahan, para pengusaha ataupun profesional yang biasanya lebih sulit ditipu. Nilai kerugian yang disebabkan skema ini diperkirakan mencapai $1 juta setiap hari di Amerika Serikat saja, belum termasuk negara lain. Anda harus hati-hati bila mendapat fax, email, ataupun surat seperti contoh berikut:

Lagos, Nigeria
Kepada : Pimpinan Perusahaan / CEO xxx-xxx Yang Terhormat,

Proposal Rahasia

Setelah berkonsultasi dengan sejumlah rekan saya dan informasi yang saya dapatkan dari Kamar Dagang dan Industri Nigeria, saya memutuskan untuk meminta bantuan Anda agar kami dapat mentransfer dana sebesar US$50.000.000,- (lima puluh juta dolar Amerika) ke rekening Anda.

Dana di atas adalah akibat tagihan ganda yang kami lakukan terhadap sebuah kontraktor luar negeri sekitar lima tahun lalu. Dana tersebut kemudian ditahan oleh Bank Sentral Negeria sejak saat itu.

Sekarang dana itu sudah dapat ditransfer ke luar negeri dan untuk itulah kami membutuhkan Anda. Sangatlah penting untuk diketahui bahwa kami sebagai warga negara Nigeria tidak diperkenankan untuk memiliki rekening di luar negeri. Dana yang akan kami transfer akan dibagi dengan komposisi berikut: 70% untuk kami, 25% untuk Anda, dan 5% untuk berbagai biaya lokal maupun internasional yang akan keluar akibat proses transfer ini.

Namun, menurut hukum yang berlaku di Nigeria, untuk melaksanakan transfer ini, Anda perlu membuka dahulu sebuah rekening di Nigeria dengan saldo minimal US$100.000,-

Bila Anda setuju dengan kesepakatan ini, kami sangat menantikan kehadiran Anda di Lagos, dan saat itu saya akan memperkenalkan Anda kepada representatif dari NNPC, termasuk juga para pejabat di Bank Sentral Nigeria.

Tolong hubungi kami secepatnya di nomor xxx-xxx. Waktu adalah hal yang sangat penting bagi kami untuk menyelesaikan proses transfer ini secepatnya.

Hormat Kami,
Dr Albu Arhu


Ada berbagai skenario untuk memancing Anda mengeluarkan uang. Untuk keamanan Anda, hal yang paling penting untuk Anda ingat adalah bahwa apapun yang mereka katakan, Anda tidak perlu mendengarkannya. Tidak usah menggubris surat ataupun email seperti ini.

***