Rabu, 21 Januari 2009

Divide & Conguer

Bayangkanlah situasi ini:

Di sebuah kapal pesiar besar tinggal sekumpulan orang. Mereka-mereka ini secara umum bisa dikelompokkan menjadi 3 kelompok: A, B, dan C.

A : Kelompok orang yang realistis. Mereka melihat segala masalah apa adanya, tanpa predudice yang berlebihan.

B : Kelompok orang yang penurut. Mereka akan ikut saja dengan pendapat mayoritas dan menyerahkan nasib mereka kepada orang-orang yang berpengaruh.

C : Kelompok orang naif yang baik hati. Sayang, kebaikan hati mereka juga diikuti dengan sifat keras kepala (ngeyel).

Suatu ketika, kapal ini didatangi oleh sebuah suku aneh yang sudah lama menghilang. Suku ini, karena kepercayaan dari nenek moyang mereka, berpikir bahwa membunuh / memperbudak manusia bukanlah dosa. Itu sebenarnya adalah hak mereka, sebab mereka percaya bahwa mereka adalah ras pilihan Tuhan.

Tekad dari suku ini adalah secara diam-diam memperbudak semua orang di kapal tersebut, menjadi parasit dengan menghisap semua sumber daya di dalam kapal ini.

Dengan berjalannya waktu, kehidupan orang-orang di dalam kapal tersebut, perlahan-lahan sudah mulai berubah, segala sendi-sendi kehidupan mereka terus memburuk, dan mereka pun sibuk berdebat mengenai apa yang seharusnya diperbuat.

A mengetahui bahwa suku itulah penyebabnya, dan menyarankan bahwa mereka segera mengusir suku tersebut dari kapal mereka. Segalanya berubah sejak kedatangan mereka. B ragu-ragu, dan C menentang pendapat A. Kata C, suku itu juga adalah ciptaan Tuhan, jadi kita harus tetap menyayangi mereka.

Karena jumlah C adalah mayoritas, maka itulah yang terjadi. Tidak ada perlawanan yang berarti terhadap suku tersebut. Sampai suatu saat, setelah semua sumber makanan dan kekayaan mereka telah dihisap habis oleh suku ini, suku ini memutuskan bahwa waktunya telah tiba untuk berpindah kapal.

Tengah malam, mereka diam-diam mengepak semua kekayaan yang berhasil mereka himpun dan pindah ke kapal kecil mereka, tidak lupa mereka melubangi kapal besar yang mereka tumpangi sebelumnya. Kapal itu, akhirnya tenggelam di tengah lautan. A, B, dan C, semuanya binasa…

***

Hari ini saya akan memposting sebuah topik, Divide & Conguer (Politik Pecah-Belah dan Penaklukan). Adalah hal yang mustahil bagi sebuah kelompok minoritas untuk memaksakan dominasi di tengah-tengah sekelompok banyak orang tanpa melakukan hal-hal yang kejam dan licik.

To the point saja, kelompok yang sama maksudkan adalah manusia penganut Talmudik. Entah kebetulan atau bukan, mereka-mereka ini adalah apa yang sering kita sebut sebagai orang Yahudi.

Tentu saja, Yahudi, sama seperti kelompok manapun juga, terdiri dari berbagai macam jenis orang. Tidak semua orang Yahudi menjadikan kitab Talmud sebagai kepercayaan mereka, dan dengan demikian bukan merekalah yang sedang saya bicarakan.

Yang saya bicarakan adalah Yahudi Talmudik. Ada juga yang menyebut kelompok ini dengan kosakata lain, seperti Ashkenazi, Kabalah, Illuminati, Zionis, Elite, dll. Tidak masalah kosakata apa yang digunakan, yang perlu Anda tahu adalah merekalah yang sedang dikecam oleh jutaan orang di seluruh dunia sekarang.

Kalau Anda membaca blog ini dari awal, Anda tahu bahwa sistem keuangan dunia saat ini adalah hasil rancangan kelompok ini. Debt based money system (kredit sebagai uang) dan riba adalah cara mereka mengambil alih dunia. Kita semua telah diperbudak oleh mereka lewat sistem ini. Sudah lebih dari 2000 tahun manusia bergelut dengan masalah ini. Abad-abad dalam perbudakan mereka, diikuti dengan abad-abad bebas dari perbudakan mereka, selang-seling saling berganti.

Namun, mereka tidak bisa mempertahankan kekuasaan mereka selama ini kalau hanya mengandalkan pengendalian sistem finansial. Mereka perlu melakukan hal lainnya, seperti pengendalian informasi lewat kontrol media dan juga terus-menerus memecah belah kaum Goyim (manusia non-Yahudi, yang arti lainnya adalah binatang!) dengan menciptakan kebodohan dan berbagai macam pertengkaran di antara mereka.

Salah satu poin dalam Protocols of Zion adalah pendapat mereka bahwa bila sebuah bangsa bisa dihancurkan dari luar, maka sudah sewajarnya bangsa itu juga bisa dihancurkan dari dalam. Karena jumlah mereka terbatas, mereka jelas tidak mau mencoba menghancurkan kelompok mayoritas lainnya secara fisik, maka cara yang mereka gunakan adalah menyusupkan orang dalam ke berbagai kelompok, dan memecah mereka dari dalam.

Anda pernah mendengar kata SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan)? Ya, masing-masing dari S,A,R, & A itu bisa dipecah-pecah lagi menjadi:
* S1, S2, S3, dll
* A1, A2, A3, dll
* R1, R2, R3, dll
* A1, A2, A3, A4, dll

Masing-masing dari sub bagian itupun masih bisa dipecah-pecah..
* S1a, S1b, S1c, dll
* S2a, S2b, S2c, dll

Perpecahan, tentu saja bisa datang sendirinya dari dalam kalangan kita sendiri, belum tentu adalah rancangan kelompok ini. Tetapi, kelompok parasit Talmudik ini pastinya juga dengan senang hati akan ikut membantu dan merancang berbagai skenario perselisihan di antara mereka.

Politik Divide & Conguer (pecah-belah dan penaklukan) dimulai dari sistem sosial yang paling kecil (keluarga), sampai ke yang paling besar, misalnya antar negara.

Coba perhatikan baik-baik masyarakat macam apa yang sedang kita tinggali, apakah berbagai trend, budaya, dan filsafat hidup modern terjadi karena memang zaman menuntut demikian, ataupun karena ada sekelompok orang yang sedang merancang trend, budaya, dan filsafat hidup baru untuk kita semua?

Keluarga

Nilai tradisional yang kita tahu adalah Bapak sebagai kepala keluarga, dan Istri adalah sebagai pendampingnya, sekaligus sosok yang merawat dan menjaga anak-anak mereka.

Hari ini, berkat propaganda emansipasi dan kesetaraan gender yang marak di berbagai media dan sekolah, nilai tradisional itu sudah mulai berubah. Jangan salah paham, saya tidak bermaksud mengatakan bahwa kodrat wanita lebih rendah dari pria, yang saya maksudkan adalah pria dan wanita, walaupun setara, tetapi mereka setara & saling melengkapi dengan cara melakukan hal-hal yang berbeda.

Yang kita lihat sekarang adalah pria dan wanita dibentuk untuk melakukan hal yang sama, bahkan cara berpakaian dan lifestyle yang semakin mirip. Sejumlah wanita modern, lebih senang memakai celana daripada gaun, memotong rambut gaya pria daripada model wanita. Sejumlah pria, asyik membaca majalah fashion dan trend pria metrosexual.

Coba lihat ini, what the hell is this??


Wanita Maskulin


Pria Feminim

Dan tentu saja, propaganda cinta sesama jenis (homoseksual & lesbian), semakin lama semakin jelas media-media utama yang berada dalam kendali kelompok ini menjadikan cinta sesama jenis sebagai hal yang normal, bahkan sekolah-sekolah di negara Barat sekarang mulai mengajarkan kepada murid-muridnya untuk mempertanyakan apakah heteroseksual adalah hal yang wajar!


Kampanye Homoseksual

Wanita yang tidak mirip wanita, pria yang tidak mirip pria, percayakah Anda kalau fenomena ini tidak dihentikan, semakin lama akan semakin tidak stabil masyarakat kita?

Keluarga yang bahagia dan cara hidup yang normal adalah basis penting dari kestabilan masyarakat. Generasi abnormal yang sedang “mereka” ciptakan hanya akan menambah penyakit masyarakat di masa mendatang.

Next, saat ini, karena propaganda kesetaraan gender dan juga karena tekanan ekonomi, kebanyakan pasangan orang tua harus bekerja. Konsekuensinya, perhatian mereka ke anak-anak mereka pun jauh berkurang.

Sejumlah problem anak-anak seperti keterlibatan di obat terlarang, maupun sex bebas adalah akibat dari fenomena ini. Rusaknya sejumlah besar generasi muda di berbagai negara tentu saja memberikan efek negatif jangka panjang di mana pun juga, bagaimanapun masa depan sebuah bangsa tergantung kepada kualitas generasi muda mereka.

Suku - Agama – Ras – Antar Golongan

Tidak susah menemukan perselisihan berbau SARA. Saya yakin di tempat Anda tinggal sekalipun sudah ada, tidak perlu cari jauh-jauh.

Politik adu-domba antar suku, agama, ras, antar golongan bukan strategi baru. Inilah senjata lain yang paling efektif untuk mengalihkan perhatian dari masalah yang paling penting, perbudakan kita oleh sistem kredit (hutang) sebagai uang & riba! Masing-masing dari S,A,R, & A tampaknya selalu bisa ditemukan salah satu sub-bagian mereka untuk dijadikan kambing hitam atas masalah yang terjadi.



Kita ambil contoh saja, saat ini agama yang paling populer untuk dijadikan sebagai “teroris” oleh media Barat adalah agama Islam. Tetapi kawan, bagi Anda yang bukan Muslim, pernahkah Anda berpikir, kalau mereka sekarang bisa melakukannya terhadap Islam, mengapa mereka tidak akan melakukannya juga terhadap yang lainnya? Katolik, Kristen, Buddha, Hindu, dll, Anda-Anda hanya belum kebagian waktunya saja. Bila suatu ketika “Mereka” menginginkan Anda yang menjadi “teroris”, maka akan tiba giliran Anda juga untuk menjadi “Osama” yang berikut.


contoh propaganda adu domba antar agama



propaganda rasialisme



Perpecahan Intenal

Sebuah berita lain yang menarik, akhir-akhir ini di Eropa mulai marak bis kota dengan iklan anti Tuhan. Coba lihat gambar ini:


bis kota atheis

Masyarakat tanpa kepercayaan terhadap Tuhan tampaknya juga adalah sebuah target yang ingin dicapai kelompok ini.

Tentu saja, segala hal yang bisa mempersatukan masyarakat akan perlahan-lahan dihancurkan. Manusia tanpa kemampuan berpikir, bodoh, dan tidak bersatu adalah salah satu aset terpenting kelompok ini untuk mempertahankan kekuasaan mereka.

Bidang lain, misalnya politik. Pemilu Indonesia kita tahun ini akan diikuti oleh puluhan partai. Perhatikan bahwa kelompok yang sama bisa diwakili oleh berbagai partai yang berbeda. Apakah ini benar-benar fenomena normal, atau perpecahan golongan besar ini juga adalah rancangan dari “Mereka”?

Hal lain, sadarkah Anda secara sengaja atau tidak, kita (rakyat secara umum) sudah dibentuk untuk membenci, ataupun menganggap remeh pemerintah, termasuk polisi dan tentara. Kitalah yang menggaji mereka lewat pembayaran pajak, mereka seharusnya bekerja untuk kita. Tetapi trend yang terjadi sekarang di mana-mana adalah rakyat vs pemerintah.

Coba direnungkan, apakah kita semua tidak sedang diset-up oleh suatu kelompok untuk terpecah belah selamanya?

Antar Negara

2 negara di top list daftar paling dibenci di dunia kemungkinan besar adalah Israel dan Amerika Serikat.

Tentu saja, dua negara itu (beserta negara sekutu mereka) juga melancarkan propaganda untuk menjadikan negara “teroris” semacam Iran, Venezuela, Arab, Pakistan, Bangladesh, India untuk dibenci oleh kelompok lainnya di dunia. Oh ya, dan Cina, negara “komunis” yang “kejam dan brutal” terhadap rakyatnya. Mereka juga pantas dibenci.

Kawan… Bukalah matamu, lihatlah baik-baik semua hal yang kita saksikan dan alami di kehidupan kita. Jangan sampai kita semua menjadi monyet percobaan sebuah kelompok “tidak kelihatan” dalam agenda Divide & Conguer mereka!

United We’re Strong, Divided We’re Gone!

5 komentar:

Mr. #na mengatakan...

sapa yang monyet??
dimana monyet??
apa salahnya monyet??
save our "orang utan"...!!!!

Blog nya gue nehh.... mengatakan...

Peace Brotherrr...

Pohon Bodhi mengatakan...

Lebih banyak mengenai "yahudi":

http://www.jewishtribalreview.org/open.htm

Anonim mengatakan...

Dan social media membuat pertikaian berbau SARA sangat gampang terjadi.. Dan Anonimous guess seperti saya dengan sangat gampang memberikan komen yang berbau sara tanpa ada konsekuensi apapun.. jujur.. saya pengen kenal anda personally.. tapi blog anda lebih dari cukup..

Anonim mengatakan...

blog yang mencerahkan :)

minta izin saya sebarkan di forum lain pak.. trima kasih