Selasa, 29 Juni 2010

Selangkah Lebih Dekat Ke Panggung Likuidasi

Seandainya kebijakan dari benua Republik Amerika Utara ini benar-benar diterapkan, pemerintah akan memiliki uang mereka tanpa ongkos. Mereka bisa melunasi hutang mereka dan menjadi negara bebas tanpa hutang. Mereka akan memiliki semua uang yang mereka butuhkan untuk menjalankan perdagangan. Mereka akan menjadi makmur melebihi negara manapun di dunia. Pemerintahan itu harus dihancurkan atau dia akan menghancurkan semua monarki di muka bumi.”
-Lord Goschen, 1865, mengenai uang bebas hutang Amerika, greenbacks-

Di tulisan-tulisan sebelumnya saya pernah mengatakan bahwa di dalam debt based money system, semua orang & negara adalah aset, sampai mereka tidak lagi sanggup membayar uang sewa uang, maka mereka akan berubah menjadi liabilitas.

Dan nasib liabilitas di dalam sistem ini adalah mati (seminim-minimnya, hidup dalam kelaparan).

Mungkin pertanyaan bagi kebanyakan orang adalah: Apakah tidak bisa kalau kita menyelesaikan persoalan ini dengan cara mencetak uang saja? Jawabannya adalah bisa… untuk sementara waktu, sampai akhirnya menjadi tidak bisa (kecuali yang dicetak adalah uang bukan hutang).

Sebelumnya, mari kita lihat apakah ada bedanya deflasi dengan hiperinflasi… Bayangkan ini:

Mulai suatu ketika, di sebuah negara A, mereka (pemerintah & swasta):
* Mengekspor barang senilai 100 ton emas setiap bulan.
* Mengimpor barang senilai 120 ton emas setiap bulan.

Total tabungan emas yang ada di negara A adalah 200 ton.

Dengan defisit 20 ton.bulan, semua tabungan emas di negara ini akan habis dalam 10 bulan. Mulai bulan ke-11, tidak ada cukup emas untuk menutupi semua kebutuhan mereka. Untuk menyederhanakan situasi, kita asumsikan semua barang yang perlu diimpor adalah sangat penting, tidak boleh ada yang dihilangkan. Maka pilihan mereka ada 2:

1. Mereka harus sanggup meningkatkan produksi dan mengekspor lebih banyak barang, sampai mencapai minimal 120 ton emas/bulan.
2. Kalau tidak bisa, sebagian dari mereka akan kelaparan (atau mati).

Saat ini, kita tidak lagi menggunakan emas. Kita bisa mengganti kosakata emas dengan mata uang yang lain, misalnya dolar A.

Pemerintah negara A, yang putus asa karena tidak sanggup mengimpor kekurangan barang setara 20 ton emas/bulan tadi, mulai mencetak uang (dolar A) setara 20 ton emas lebih banyak setiap bulan agar mereka bisa mengimpor barang setara 20 ton emas tadi. Uang ini, begitu dicetak, langsung dipakai untuk membeli barang dari luar.

Apa yang terjadi?

Mungkin awalnya mitra dagang negara A tidak akan menaikkan harga (dalam mata uang dolar A), karena belum benar-benar tahu apa yang sebenarnya dilakukan pemerintah negara A. Selama beberapa bulan, negara A tetap sanggup memenuhi kebutuhan mereka yang setara 120 ton emas, dengan bantuan mesin cetak.

Huuh… Pemerintah negara A pun bersyukur… “Kita berhasil melewati beberapa bulan.”

Kemudian, mitra dagang A mulai paham apa yang dilakukan A. Dolar A seharusnya tidak memiliki daya beli senilai beberapa bulan lalu, nilai dolar A seharusnya jatuh karena pemerintah A mencetak mereka tanpa modal dan berharap mendapatkan barang yang diproduksi mereka dengan susah payah. Harga dagangan mereka pun naik harga.

Sekarang, negara A harus mencetak lebih banyak uang lagi agar bisa membeli barang yang sudah naik harganya. Semakin dicetak, semakin mahal harga barang yang mereka impor. Lalu negara A pun mencetak lebih banyak lagi, dan harga pun naik lebih tinggi lagi. Ini lingkaran tak berujung.

Bila dilakukan terlalu lama, daya beli dolar A tidak akan jatuh teratur lagi, tetapi akan jatuh secara eksponensial dan kehilangan nilainya karena semua mitra dagang A sudah tidak mau berdagang lagi dengan A.

Ini ilustrasi yang disederhanakan, tapi inti dalam ilustrasi ini adalah sangat penting kalau Anda mau mengimajinasikan apa yang sebenarnya terjadi di Weimar, atau Zimbabwe, dan lainnya. Deflasi Vs Hiperinflasi.

Permasalannya ada di surplus / defisit negara itu secara keseluruhan. Weimar sudah ditakdirkan untuk bangkrut paska perjanjian Versailles. Tidak ada cukup uang di tangan rakyat Jerman untuk membayar ongkos ganti rugi perang yang dibebankan kepada mereka. Mencetak uang hanyalah cara untuk mengulur waktu, apa yang tak terhindarkan pada akhirnya tetap tak terhindarkan. Bangkrut.

Hal yang sama di Zimbabwe. Mereka mengimpor lebih banyak daripada mengekspor. Saat tidak ada lagi kekayaan setara defisit akumulatif mereka, pemerintahan mereka pun mencetak uang untuk membeli dolar dan mengimpor barang. Di akhir percobaan, uang mereka menjadi lebih murah dari tissue paper.

Ini bukan masalah mencetak uang atau tidak kawan. Dalam standard emas sempurna sekalipun, kalau sebuah negara menghabiskan semua emas mereka dan kemudian hidup defisit setiap bulan, rakyat mereka tetap akan kelaparan pada akhirnya. Ini hanya masalah waktu. Saat cukup banyak emas mengalir keluar dan tidak kembali lagi, the game is over.

Akhir dari sebuah siklus debt based money adalah deflasi. It’s the end. Tetapi waktu ini bisa ditunda sementara kalau pemerintah mau menyalakan mesin cetak. Weimar dan Zimbabwe, kalau saja mereka tidak menyalakan mesin cetak, mereka akan kelaparan lebih cepat.

Efek akhir deflasi dan hiperinflasi pada dasarnya adalah sama. Hiperinflasi adalah deflasi versi yang diperpanjang, di mana pemerintah menunda hari penghakiman dengan cara mencetak uang dan menurunkan daya beli rata-rata uang rakyat mereka. Mungkin agak rumit untuk mengukur index kemakmuran penduduk, tapi kalau bisa dibuat, hasil akhirnya akan tetap sama. Kemakmuran rata-rata penduduk di negara yang mengalami kedua hal itu akan sama… sama-sama turun.

Kalau Anda sudah membaca blog ini cukup lama, Anda tahu bahwa majikan uang dunia cepat atau lambat akan mencari cara untuk melikuidasi liabilitas, singkirkan cukup orang dan mulai lagi siklus debt based money system yang berikut.

Awalnya saya mengira proses likuidasi masih akan menggunakan cara yang paling kuno, rekayasa perang skala besar (perang dunia ke-3). Tapi kejadiaan akhir-akhir ini membuat saya khawatir mereka akan menggunakan cara yang belum pernah dicoba sebelumnya… Penghancuran ekosistem. Tentu saja, ini hanyalah kekhawatiran, saya tidak 100% yakin bencana ini adalah strategi likuidasi yang sedang direncanakan.

Saya rasa untuk pertama kalinya dalam sejarah, spesies manusia sudah menguasai cukup teknologi untuk menghancurkan sebuah planet. Di balik gelombang besar penyebaran informasi tentang rezim kriminal bankir zionis tahun-tahun ini, tragedi terbesar adalah posisi para kriminal ini sudah sedemikian dominan di dunia . Anda tidak perlu diberitahu lagi siapa yang sedang memegang kendali, siapa bos besar di hampir setiap sektor produksi dan distribusi di dunia, termasuk industri senjata/militer. Kalau dunia mengancam kekuasaan mereka cukup kuat, sulit dibayangkan apa yang bersedia mereka lakukan untuk membalas dan mempertahankan status quo dominasi mereka.

Bencana Teluk Mexico, yang katanya murni “accidental”, efeknya luar biasa mengerikan. Sebagai orang awam, saya rasa wajar kita bertanya:

1. Kalau luapan di daratan saja yang belum tentu bisa ditutupi, bagaimana caranya menutupi bocoran minyak di kedalaman 1500 meter di dasar lautan? Titik bocoran menurut beberapa berita sudah menyebar di berbagai titik di dasar laut yang topografi tanahnya sangat terjal.




Topografi Tanah Lokasi Kebocoran

2. Bagi yang menyarankan penggunaan bom nuklir untuk meledakkan tanah dan menutupi lubang semburan, apakah benar-benar gagasan yang baik untuk menyalakan peledak di dekat luapan minyak dan gas?

3. Seberapa jauh minyak akan menghalangi penguapan air laut, yang artinya menghalangi hujan di daratan? Tanpa hujan yang normal, apa akibatnya bagi prospek panen dan suplai bahan pangan?

4. Seberapa jauh pengaruh gas yang menguap sekarang, seberapa beracunnya gas ini kalau sudah tertiup dan sampai ke daratan yang penuh dengan pemukiman?

5. Berapa persen kehidupan laut yang akan punah akibat semburan minyak dan gas ini? Seberapa berbahayakah zat dispersan minyak yang saat ini digunakan BP?

6. Dan pertanyaan yang paling penting, dalam worst case scenario, seberapa lama minyak dan gas dari perut bumi ini akan meluap? Seberapa besar porsi samudera yang akan terkontaminasi semburan minyak dan gas ini? Seberapa besar efek kematian makluk yang bisa terjadi di planet ini?

Gunakan saja angka yang diberitakan saat ini, perkiraan 50 – 100 ribu barrel per hari!
100 ribu x 30 = 3 juta barrel / bulan
3 x 12 = 36 juta barrel / tahun

Moga-moga saya salah baca, katanya dalam waktu 18 bulan (2012) minyak ini sudah akan sampai di Samudra Atlantik. Amerika Selatan, Eropa dan Afrika barat akan menjadi daerah kontaminasi berikut. Sedangkan dalam jangka beberapa bulan ke depan, pemerintah Amerika sebenarnya sudah harus memulai untuk evakuasi penduduk di sekitar teluk, puluhan juta orang mungkin harus berpindah. Bila tidak dilakukan, resiko gangguan kesehatan penduduk di sana akibat udara dan hujan beracun akan sangat serius.

Pertanyaannya… Pengungsi mau pindah ke mana? Kerja di mana? Makan apa?



Sebenarnya, tanpa kejadian ini pun, manusia perlu khawatir akan harga minyak. Dengan kejadian ini, prospek harga minyak menjadi benar-benar mengkhawatirkan. Pengeboran minyak di lautan sudah pasti akan diperketat, padahal dunia membutuhkan semakin banyak minyak.

PEAK OIL

Teori mengenai Peak Oil pertama kali dikemukakan oleh seorang geolog dari Amerika, Hubbert Peak, pada pertengahan 1950-an. Menurut dia, bila kita sudah mulai memompa setengah dari sumur sebuah minyak, kecepatan pompa akan menurun dan output produksi akan turun setelahnya.

Menurut para geolog minyak, bila tidak ada penemuan minyak dalam jumlah besar di tahun-tahun mendatang, dunia akan segera mencapai kapasitas puncak produksi minyak. Mereka mengatakan bahwa puncak produksi minyak akan terjadi antara 2005 - 2012.


Perkiraan Produksi Minyak Dunia

Bagi Anda yang belum mendengar tentang peak oil dan konsekwensinya, coba bayangkan ini…

Keseluruhan kegiatan di planet ini membutuhkan energi. Zaman dan level peradaban sebuah populasi juga berbanding lurus dengan energi yang mereka konsumsi. Kalau bukan karena minyak, sejarah abad 19 & 20 tentunya akan sama sekali berbeda. Bisa Anda bayangkan kita masih menggunakan sepeda dan kuda sebagai transport? Bisa Anda bayangkan kalau manusia masih mengandalkan batubara dan kayu bakar? Berapa persen orang yang bisa menikmati listrik? Berapa daya produksi mesin dan output barang / jasa di dunia? Berapa total populasi dunia sekarang kalau bukan karena revolusi sumber energi?

Sekarang bayangkan ini… Bagaimana kalau output produksi minyak akan memuncak di tahun-tahun ini dan kemudian turun… dan turun… Apa akibatnya bagi peradaban manusia dan jumlah penduduk?

Penduduk bertambah seiring dengan produksi minyak

Kalau suplai sumber energi berkurang, cepat atau lambat penduduk akan berkurang. Tetapi… Siapa orang yang mau masuk statistik penduduk yang berkurang itu? Nobody wants to die… Kondisi bagaimana yang bisa memaksa penduduk bumi turun ke level 5 milyar, 4 milyar, 3 milyar, atau 1 milyar??

Note:
Mungkin juga sebenarnya ada penemuan lainnya yang belum dikembangkan, mungkin tanpa minyak manusia malahan bisa menemukan sumber energi yang bahkan lebih murah dan hebat… Ada yang mengatakan bahwa Nikola Tesla sudah menemukan cara mengalirkan listrik dengan biaya amat murah pada abad yang lalu, tetapi penemuan ini tidak pernah direalisasikan karena dihalangi oleh bos industri minyak. Bagaimana caranya menghalangi? Jangan pinjamkan proyek ini uang! Pemilik bank-bank besar dan bos minyak di Amerika orangnya ya itu-itu saja (baca sejarah dinasti Rothschild).


Kembali ke isu minyak. Dengan status quo, di mana minyak adalah sumber energi paling penting di dunia. Seiring dengan memuncaknya produksi minyak, memuncak juga level peradaban dan populasi manusia. Tanpa menyelesaikan masalah suplai energi, dekade-dekade ke depan akan menjadi dekade pembantaian kehidupan yang tak terbayangkan. Harga minyak akan melambung tinggi, hanya orang / negara yang paling kaya saja yang akan tercukupi kebutuhan minyaknya.



Saya bukan sedang menulis novel konspirasi kawan. Peak Oil adalah isu yang sangat-sangat serius. Bila dikombinasikan dengan fakta bahwa kemampuan manusia (terutama di US & Eropa) untuk membayar ongkos sewa uang dalam debt based money system saat ini sudah di ambang limit, adalah kesimpulan yang wajar untuk mengatakan sejumlah manusia di dunia tinggal menunggu waktu untuk menghadapi proses likuidasi liabilitas di dalam sistem.

Panggung menuju likuidasi besar sedang dipersiapkan, dan kalau beberapa bom nuklir bisa dilempar ke Iran & Israel menjelang 2012, maka panggung likuidasi ini benar-benar akan menjadi sempurna. Mungkin film 2012 versi Hollywood kemarin tidak akan tampak terlalu fiktif lagi…

Catatan lainnya, hari-hari ini kita sering medengar kata austerity (hidup hemat) dari pertemuan G20. Apa yang sebenarnya mereka maksudkan?

Semua uang adalah hutang. Saat rakyat mereka tidak sanggup membayar hutang dan gagal bayar atas kredit mereka, bank pun menderita kerugian. Lalu kerugian ini ditomboki oleh pemerintah dengan menaikkan hutang pemerintah*. Sekarang, bahkan pemerintah mereka pun gak sanggup melanjutkan operasional mereka. Penerimaan mereka (terutama dari pajak) tidak sanggup menutupi semua pengeluaran mereka: pembayaran gaji, biaya pembangunan proyek, pembayaran pensiunan, pembayaran cicilan hutang, dll.

* Yang dinaikkan pemerintah adalah hutang. Pemerintah tidak mencetak uang (printing money), mereka tidak berhak melakukannya! Yang mereka cetak adalah bond (surat hutang). Masalah siapa yang beli, apakah dana dari sektor swasta atau bank sentral adalah isu yang lain.

Maka di ambang kebangkrutan ini, pemerintah mereka pun angkat tangan, dan melancarkan slogan baru. “Mari Hidup Hemat*.” Ini nantinya akan berujung ke PHK besar-besaran pegawai negeri dan penghentian sejumlah besar proyek infrastruktur. Tentu saja, program bailout perbankan akan tetap berlanjut, bonus dan gaji aduhai para bankir akan tetap berlanjut. Manusia-manusia penting ini tidak termasuk dalam paket austerity.

* Hemat seharusnya adalah sebuah pilihan. Artinya, kalau Anda punya uang, dan Anda memilih untuk menggunakannya dengan lebih hati-hati / tidak sembarangan, itu namanya hemat. Tetapi, paket “austerity” yang sedang dislogankan G20 ini, mereka tidak memilih demikian, mereka terpaksa untuk hidup demikian. Tidak ada uang lagi, mereka sudah bangkrut. Ini bukan hemat namanya!

Bila G20 benar-benar serius melaksanakan program "penghematan" ini, bulan-bulan dan tahun-tahun ke depan akan menjadi era deflasi besar. Banyak orang akan jatuh miskin.

Dan pertanyaan yang paling penting bagi semua orang, akankah krisis ini diakhiri dengan terbukanya mata orang, bahwa pemerintah pada dasarnya tidak wajib meminjam, dan suplai uang sebenarnya tidak harus muncul dalam bentuk hutang berbunga?

Printing money tidaklah seburuk seperti yang sering dituduhkan orang, yang selalu mengaitkannya dengan isu hiperinflasi. Sangat berbeda ketika negara mencetak uang untuk melanjutkan proyek pembangunan, atau untuk membiayai proyek produktif misalnya pertanian atau pertambangan mereka, dibanding mencetak uang hanya untuk membayar kebutuhan konsumsi. Ini sangat berbeda.

Seandainya negara A pada contoh di depan bisa mencetak cukup dolar A tambahan dan uang itu memang dipakai untuk menaikkan produksi di dalam negeri, membantu seluruh negeri agar bisa mengekspor barang setara minimal 120 ton emas/bulan, maka printing money justru akan menjadi solusi, bukan masalah.

Di bawah ini ada sebuah website, berisi beberapa buku yang sebagian juga ditulis oleh Louis Even (baca dongeng: Mitos Uang). Isinya tentang metode social credit sebagai uang. Tulisan-tulisan semacam ini, dan metode lain yang juga ada (Anda bisa mencarinya di internet), adalah untuk menunjukkan bahwa gagasan-gagasan lain tentang metode penciptaan uang adalah tersedia. Sistem bankers debt based money system seperti yang sedang kita praktekkan bukanlah opsi satu-satunya di dunia.

Austerity” program… Atau mungkin lebih tepatnya Poverty program, sebenarnya bisa dihindari.

Silahkan membaca dan memikirkannya…
www.michaeljournal.org

58 komentar:

Anonim mengatakan...

Maaf ya, OOT nih pertanyaannya.

Bagaimana pendapat anda tentang negara Panama yang tidak memiliki central bank?

Mungkin anda bisa buat artikel tentang hal ini.

Trims.

Anonim mengatakan...

@anonim : ah siapa bilang, lagian yang paling penting malah bukan bank sentral saja, justru bank2 komersial yang memberikan kredit (sebagai uang) di negara seperti panama yang membuat uang ada. lihat ini :

ditransfer lagi oleh terdakwa dengan menggunakan komputer ke:

Rekening nomor 314382 pada Union Bank Switzerland di Panama City US$2.730.000

Rekening nomor 20.020370-1 pada Banco De Occidente di Panama City US$2.590.000

Rekening nomor 15.5029 pada Banco De Istmo di Panama City US$1.720.000

Anonim mengatakan...

neh : Banco Nacional de Panamá
Casa Matriz
Via España
Ciudad de Panamá
Teléfono: (507)505-2000
Apartado 5220 Panamá República de Panamá

Anonim mengatakan...

Pak bodhi, seperti yang anda tulis di sini bahwa akhir dari 'permainan' ini adalah deflasi, pertanyaan saya bukankah amerika dapat mencetak dolar terus untuk menutupi kekurangan uangnya, toh negara lain tidak dapat menolak untuk tidak menggunakan dolar karena untuk mengganti dolar sistem bukanlah suatu hal yang dapat dilakukan dengan mudah, harus ada kesepakatan dari mayoritas negara2 di dunia ini, lagipula saya pikir amerika akan mati2an mempertahankan dolar sistemnya.

lalu, apakah puncak dari deflasi ini sudah di depan mata? menurut anda kira2 berapa lama lagi? thanks!

Pohon Bodhi mengatakan...

Deflasi di Amerika sudah dimulai sejak 2008. QE berhasil membeli waktu & menahan siklus itu untuk sementara.

Rasanya the Fed harus melanjutkan QE dalam beberapa bulan ini, bila tidak momentum kejatuhan akan terus meningkat. Kalau mereka benar melakukannya, dan pada saat yang sama G20 tidak, maka dolar bisa kembali melanjutknya trend turunnya. Tergantung berapa lama dan volume QE, bila dilakukan terlalu ekstrim, Amerika bisa jadi menjadi Weimar. (Anyway, ini butuh waktu tahunan, rasanya gak mungkin terjadi dalam waktu kurang dari 2 tahun).

Tetapi bila Amerika ikut dengan gaya "hemat" G20, tidak ada QE, dolar tampaknya akan bullish. Yang bisa menghentikannya kemungkinan adalah kalau ada alternatif yg bisa disepakati selain dolar system, atau ada krisis non finansial, misalnya krisis pangan di dunia. Saat itu, every countries take care of themself. Siapa yang menaikkan kurs dulu, mereka yg bisa impor lebih banyak.

http://www.marketskeptics.com/2009/12/2010-food-crisis-for-dummies.html

Anonim mengatakan...

apakah penghancuran ekosistem akan berpengaruh terhadap indonesia atau setidaknya direncanakan ke negara selain USA ?

Anonim mengatakan...

Pak bodhi, seperti yang anda tulis kalo the fed tidak melanjutkan QE maka momentum kejatuhan akan meningkat. Kalau the fed melakukan QE, tapi negara lain tidak maka dolar akan turun.Pertanyaan saya,kalau fed melakukan QE, dan negara lain juga melakukan QE, apakah dolar tidak jatuh? kalau menurut saya dolar mungkin tidak jatuh terhadap mata uang negara lain tetapi dolar akan jatuh terhadap nilai komoditas di dunia ini. Dunia dipenuhi dengan uang2 kertas,karena mayoritas negara sibuk mencetak uang. apakah akan cukup komoditas di dunia ini untuk memenuhi suplai uang kertas yang berlimpah itu? bagaimana menurut anda?

Anonim mengatakan...

bung, yang anda maksudkan di sini likuidasi itu apa? pembantaian umat manusia atau kehancuran ekonomi dunia?


salam

Pohon Bodhi mengatakan...

Kalau nantinya semua negara ikut2an QE tahap lanjutan, memang sulit mengatakan mana mata uang yang akan lebih kuat, tergantung skala aksi mereka. Efeknya ya seperti yang Anda katakan, harga komoditas naik terhadap mata uang, bukan hanya dalam dolar, tetapi dalam hampir semua mata uang. Ini world wide high inflation (bahkan hiperinflation). Tetapi sebelum itu terjadi, saya rasa komoditas akan crash sekali lagi.

Butuh alasan yang sangat baik untuk melancarkan QE tahap berikut. Kalau tidak ada crash, sulit meyakinkan orang bahwa QE "perlu" dilakukan.

Likuidasi yang saya maksud adalah pengurangan penduduk. Kehancuran ekonomi selalu diikuti dengan event-event yang berakhir dengan pengurangan penduduk. Menurut saya, perang dan musibah2 besar pada masa2 dekat dengan deflasi/hiperinflasi besar dunia bukanlah kebetulan.

greenpeanut mengatakan...

pak bodhi...kira2 apa yg menyebabkan sebagian besar pihak dunia masih menggunakan sistem ekonomi yang sekarang ini digunakan? karena takut?-sptnya bukan, penduduk dunia berjumlah besar atau karena yang menjadi pemimpin di tiap2 negara adalah bagian dari "mereka" sang pedagang emas? menurut bapak adakah negara di dunia yang melawan mereka at least tidak menggunakan sistem yang sekarang? bagaimana dengan Iran dan Korea Utara?
maaf kalo ada yang kurang tepat... saya masih coba belajar -gara2 baca postingan pak bodhi :)

Pohon Bodhi mengatakan...

Fondasi sistem keuangan modern (debt based money) di setiap negara sudah disetting sejak abad 17, mulai dari Belanda kemudian menyebar ke seluruh Eropa, lalu ke negara2 jajahan mereka di seluruh dunia (Amerika, Afrika, & Asia).

Siapapun yang tidak mempraktekkannya, di sana pasti akan ada goncangan politik bahkan perang. Sampai ketika sistem ini dipraktekkan, maka negara2 itu baru mulai bisa tenang.

Mengapa dunia masih mempraktekkan sistem ini? Saya rasa alasan utama adalah karena ignorance (ketidaktahuan) publik. Siapalah yang akan mempertanyakan sebuah sistem yang sudah diterapkan ratusan tahun? Sekolah dan universitas jelas tidak akan membahasnya. Kurikulum pendidikan dan media (koran, tv, dll) juga tidak akan menyinggung topik ini sama sekali.

Iran dan Korut? Hm, setahu saya di sana pun sama. Suku bunga kredit bank komersial di Iran kalau tidak salah sekitar 30%. Korut? Di sana ada jutaan orang kelaparan, tidak mirip sebuah negara idaman..

greenpeanut mengatakan...

pak bodhi kenapa jarang membahas event2 ekonomi atau kemasyarakatan yang terjadi di indonesia yang ada hubungan-nya dengan tema postingan bapak selama ini? saya rasa hal tersebut mungkin dapat lebih mengena dalam mempublikasikan hal ini...maaf kalo lancang :)

Pohon Bodhi mengatakan...

Iya, memang agak kurang artikel yg khusus membahas tentang negara kita. Moga2 nanti bisa tulis lebih banyak tentang kondisi Indonesia juga.

greenpeanut mengatakan...

mengenai subsidi...
sebenarnya saya kurang "ngeh" dengan subsidi. kenapa harus ada subsidi? mengapa negara kita cenderung lebih memilih impor padahal sumberdaya kita sangat besar? darimana asal uang subsidi2 yang diberikan pemerintah, apakah juga dari hutang?
mengenai rupiah, apakah ada peraturan ataupun undang-undang yang tidak memperbolehkan pemerintah/masyarakat untuk mencetak uang sendiri (tanpa hutang) di negara kita?
maaf kalo ada yang ga bener...newbie.

Anonim mengatakan...

mencetak uang sendiri adalah upal, alias uang palsu hehe

Anonim mengatakan...

@Anony 16:25
Memang bankir itu pemalsu uang, dan mereka melakukannya setiap hari :D

Anonim mengatakan...

maaf pak bodhi, pertanyaan saya agak melenceng dari topik anda. belakangan saya memperhatikan bursa2 saham dunia dan membandingkan satu dengan yang lainnya dan saya bandingkan dengan sebelum akhir tahun 2008, ternyata angkanya sudah tidak terlalu jauh dari tahun sebelum terjadinya krisis (kecuali bursa shanghai china), bahkan bursa saham kita mencetak record baru.

pertanyaan saya apakah bursa saham bisa menjadi tolak ukur pertumbuhan ekonomi suatu negara? apakah bursa saham saat ini menunjukkan pemulihan ekonomi sedang terjadi atau bahkan sebaliknya?

mengapa bursa china mengalami penurunan ke angka yang hampir sama pada saat puncak krisis tahun 2008 padahal pertumbuhan GDP negaranya tinggi sekali? apakah bursa china menunjukkan kondisi ekonomi dunia saat ini yang sebenarnya yang mana bursa2 di negara lain ditutupi dengan 'bedak2 tebal' yang sebenarnya kondisinya sudah memprihatinkan?

Pohon Bodhi mengatakan...

Greenpeanut, sulit menjawab pertanyaan itu.. Apakah uang subsidi datang dari hutang?

Kalau tahun ini:
Pendapatan A
* Gaji 50 jt
* Hutang 20 jt

Pengeluaran A
* Makan 30 jt
* Rekreasi 20 jt
* Lihat dokter 10 jt
* Cicil hutang lama 10 jt

Apakah hutang A adalah utk makan? atau rekreasi? atau utk dokter? atau utk cicil hutang?

Semuanya saling terkait ya.. Hehe..

Bursa saham... Ekonomi sebuah negara tidak harus sama dengan kondisi bursanya, kecuali perusahaan publik jumlahnya sedemikian banyak hingga relatif bisa disamakan dengan kondisi negara tersebut.

Kalau kita lihat index2 penting, Dow, S&P, Hangseng, dll, mereka didominasi oleh perusahaan2 skala sangat besar. Di Indonesia pun begitu. Anyway, di sisi lain ada porsi spekulasi & manipulasi, dan porsi ini sulit dianalisa. Kalau Anda mau membeli saham, lakukan PRmu aja, chek yg baik keadaan finansial dan prospek perusahaannya. Case by case aja, jangan pukul rata dengan kondisi index.

Hal lain, Anda harus hitung berapa kapitalisasi bursa sebuah negara (total saham beredar x harga sahamnya). Semakin kecil nilainya, semakin gampang dia digerakkan oleh dana spekulasi internasional. Nilai transaksi IHSG sendiri per hari hanya beberapa trilyun. 1 trilyun hanya $100 juta. Beberapa ratus juta dolar itu "peanut" di dunia. Jadi bursa-bursa kecil tidak akurat utk dijadikan ukuran.

Masijo mengatakan...

Yth Pak pohon bodhi, Saya masih bingung sbenarnya bagaimana mekanisme bank komersial dalam melakukan “FRB”, apakah hanya cukup mencadangkan 10% dari depositnya Lalu yang 90% di jadikan kredit ke masyarakat ? Apa Begitu Saja.


Kalo tidak salah, saya pernah baca bahwa yang 90% tersebut disetorkan ke Central Bank, Lalu bank central Berhak mencetak 10x lipat dari yang 90% tsb, apa benar begitu ?


Saya harap pak pohon bisa menjelaskan mekanismenya secara rinci agar saya tidak selalu merasa ‘dikibulin’ Oleh para Bankers, thanks !!

Pohon Bodhi mengatakan...

Coba download ya link Modern Money Mechanic di sisi kanan blog ini.

atau baca yg lebih singkat:
http://en.wikipedia.org/wiki/Fractional-reserve_banking

http://en.wikipedia.org/wiki/Money_supply

ini sedikit simulasinya:
http://www.econoclass.com/moneymultiplier.html

Kalau mau bahasa Indonesia, bisa coba ditranslate juga pakai google:
http://www.google.co.id/language_tools?hl=id

Anonim mengatakan...

Pak bodhi, mau minta penjelasan mengenai M1, M2 dan M3. kurang ngerti saya. thanks pak!

Pohon Bodhi mengatakan...

Saya lihat istilah M-M-an ini hanya untuk mengkategorikan jenis & volume hutang yang sudah disalurkan oleh bank-bank di setiap negara.

M0, yaitu suplai uang kertas dan logam yang kita pegang sehari-hari.
M1, yaitu M0 ditambah dengan demand deposit. Dd adalah tabungan yang kita miliki di bank, yang dapat dicairkan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan.
M2, yaitu M1 ditambah dengan time deposit. Td adalah tabungan, deposito, dan sejenisnya, yang memiliki waktu jatuh tempo atau tidak dapat dicairkan setiap waktu dibutuhkan.
M3, yaitu M2 ditambah dengan deposito jangka panjang, dan juga meliputi dana-dana institusional yang ada dipasar uang.

Pelajaran yang penting di dalam sistem ini adalah:
Saat sebuah masyarakat sanggup meminjam lebih daripada mereka membayarkan kembali, balon suplai uang mereka mengembang.

Kebalikannya, saat mereka tidak kuat lagi meminjam, saat uang yang mereka kembalikan sudah lebih daripada yang mereka pinjam, balon mereka mulai mengempes.

Yang paling ditakuti oleh semua orang adalah kalau balon sudah mengempes dan tidak bisa ditiup kembali. Itu adalah saat pemilik sistem harus melikuidasi para peniup balon.

Balon kali ini susah ditiup kembali (di US & Eropa), karena objek pencipta hutang yang paling penting sudah digunakan untuk meniup kembali balon mereka: Real Estate. Kalau bukan karena bubble properti di negara2 itu, dunia sudah mulai memasuki depresi sejak awal tahun 2000-an.

Ini sebuah artikel pendek tentang pentingnya real estate:
http://pohonbodhi.blogspot.com/2008/12/pentingnya-real-estate.html

Max mengatakan...

@Masijo
Cari di youtube dengan keyword "money as debt 2"(tanpa tanda kutip). Di sana dijelaskan dengan gamblang bagaimana cara kerja "bank loan" yang sebenarnya

Pohon Bodhi mengatakan...

Silahkan download juga yg ini, artikel pendek dari penulis the lost science of money:
http://www.monetary.org/32pageexplanation.pdf

Anonim mengatakan...

Pak bodhi, sepertinya anda yakin sekali kalo ekonomi dunia akan collapse dan akan ada semacam bencana besar terhadap umat manusia yang sudah direncanakan oleh sekelompok orang. apakah pemimpin2 negara dunia akan membiarkan hal itu terjadi? mengapa anda begitu yakin kalo akan ada collapse? menurut anda kapan hal itu akan terjadi? satu 1 tahun? 2 tahun? atau??


salam

Pohon Bodhi mengatakan...

Terakhir kali balon meletus (1929), bubble hanya fokus di US dan sebagian negara Eropa. Proses likuidasi baru dimulai beberapa tahun setelah itu, yang berujung ke perang dunia 1939-1945. Penduduk dunia masih di kisaran 2 milyar dan orang yg mati diperkirakan di kisaran beberapa ratus juta orang.

Sejak 1944-sekarang, dolar system dipraktekkan di seluruh dunia. Seluruh negara terlibat dalam bubble suplai uang ini. Bubble ini sudah berusia 60-an tahun, volume hutang di dalam sistem, ukurannya berkali-kali lipat lebih besar dibanding waktu itu, dan penduduk bumi juga sudah meningkat sampai 6,8 milyar.

Proses likuidasi, seandainya masih mengikuti ritme yang sama, akan memakan waktu yang lebih lama. Bisa 1 bahkan 2 dekade, atau lebih.

Tentu saja, tidak mungkin saya mengatakan secara pasti. Saya bukan bagian dari kelompok elite itu, tidak ada insider info yang saya miliki. Mereka pun tidak harus mengikuti ritme yang sebelumnya, kalau mau melikuidasi dalam waktu pendek, bisa juga.

Jadi, proses likuidasi adalah sebuah proses yang kemungkinan perlahan-lahan, waktunya panjang (puluhan tahun), atau proses yang diperpendek (terjadi perang / bencana yg sangat besar tetapi berakhir lebih cepat).

Atau mungkin sama sekali tidak terjadi, kalau secara ajaib mayoritas manusia bisa membuka mata dan memahami sistem ini, dan sanggup menangkap para konglomerat bankir internasinal & antek zionis mereka sebelum mereka menghabisi para budak uang dunia.

Only GOD knows what will happened..

Mengapa collapse pasti terjadi? Karena semua orang harus makan kawan. Saat kemampuan para peniup balon utk terus meminjam dan membayar sudah melewati puncak, yang ada di depan mereka hanyalah deflasi suplai uang. Tahun demi tahun, situasi akan terus bertambah buruk. Berbagai produksi akan berkurang, padahal jumlah mulut tidak. Hanya masalah waktu sebelum full chaos terjadi. Pekerjaan The Top adalah merekayasa proses likuidasi yang tidak menimbulkan kecurigaan publik dan juga mengatur komposisi budak mana yang dikorbankan.

Mengenai para so-called pemimpin dunia, siapa yang Anda maksud? Memimpin dalam hal apa? So far saya tidak melihat siapapun yang telah muncul sebagai pemimpin utk melawan debt based money system. Semua negara mempraktekkan sistem penciptaan uang yang sama.

Anonim mengatakan...

coba kita pindahkan fokus ke hal lain misalkan arah dunia memang akan seperti yang dituliskan diatas, kira2 usaha apa yang bisa kita rintis/ persiapkan saat ini untuk survival khususnya bagi keluarga dan lingkungan dekat kita any comments. tolong juga Pak Pohon commentnya tks

Anonim mengatakan...

ini ada pertanyaan mengenai 'kecelakaan' di teluk meksiko, apakah kebocorannya sudah berhasil diatasi atau oilnya masih terus mengalir sampe saat ini, mungkin anda punya info yang lebih up to date, pak?

bagaimana dengan lapindo pak? bukankah lumpur lapindo masih meluap atau sudah berhenti, soalnya di media sekarang jarang dibahas mengenai lapindo ini, jadi info up to datenya juga kurang diperoleh, mungkin anda punya up to date newsnya, mohon disharing, thanks pak!

Pohon Bodhi mengatakan...

Usaha apa? Tergantung masing-masing orang ya.. Saya lihat sih dalam kondisi sesulit apapun tetap akan ada orang yang sukses di bidangnya masing-masing. Just do whatever you know friend, then let God do the rest.

Lumpur lapindo sulit cari updatenya ya di internet. Harus cari tahu dari orang Porong tuh. Kalau update teluk mexico, coba dengar wawancara ini (Lindsey Williams, penulis buku Energy Non Crisis):

http://rense.gsradio.net:8080/rense/special/rense_L_Williams_070110.mp3

Situasi benar-benar rumit. Yg paling berbahaya bukan cuma luapan minyaknya, tetapi juga gas! Methane & Benzene yg naik dari perut bumi itu sudah sampai ke level yg jauh di atas standar kesehatan.

Tekanan di titik bocor katanya ± 40.000 psi (pound per square inch), padahal selama ini perusahaan pengeboran paling maksimal hanya menghadapi tekanan di level 1500 psi. Tekanan ini jauh di atas pengalaman siapa pun juga utk menyelesaikannya. It doesn't look good...

Anonim mengatakan...

Pak bodhi, mengapa semburan lumpur lapindo sudah jarang dipublikasi oleh media, justru yang membuat cemas saat ini adalah lapindo daripada teluk meksiko karena letak geologis yang saya pikir cukup jauh dari indonesia. pulau jawa memiliki tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi, hampir separo dari penduduk indo ada di pulau jawa.

bisakah anda memberi sedikit penjelasan mengapa lumpur lapindo bisa meluap keluar? thanks pak!

Pohon Bodhi mengatakan...

Kalau ditanya mengapa lapindo tidak dikupas, alasannya mungkin banyak. Spekulasi saya utamanya ada 2:
* Perhatian orang terhadap berita ini sudah melewati puncak sejak 1,5 tahun lalu. Sebuah berita biasanya hanya bisa hot di koran / tv selama 3-4 bulan. Setelah itu, gone with the wind. Publik menginginkan fresh news, maka media pun memberikan fresh news.
* Aburizal berhasil melobi (atau menyogok) pemilik media utk tidak meliput kasus ini.

Kebanyakan orang mungkin mengira media hanya berbisnis di arena iklan. Mereka menjual berita, kalau peminatnya banyak, maka ruang iklan mereka laku. Padahal media juga mendapat uang atas berita2 yang tidak dilaporkan. Saya kenal langsung dengan seorang wartawan di kota saya. Cerita darinya adalah koran tempat dia kerja biasa memblack-mail orang2 yang punya kasus jelek di kota saya. Kalau tidak mau dicetak kasusnya, mereka harus membayar!

Mengapa lumpur menguap? Mungkin bisa dianalogkan dengan nadi manusia. Coba silet salah satu nadi Anda, apakah darah akan memancar keluar? Bumi juga begitu, bila dibor terlalu dalam, dan kena salah satu nadi tempat cairan / gas tertentu berjalan, zat itu akan menyembur keluar. Di area & kedalaman yg berbeda, zatnya juga berbeda.

Efek lapindo? Kalau menurut saya, Porong/Jawa Timur bisa gempa besar/longsor bila lapindo terus menyemburkan lumpur selama beberapa tahun lagi. Struktur tanah di bawah kota sekitar akan terus melunak karena ada ruang kosong karena semburan itu... Tragis, tapi begitulah zaman ini. Korporat besar bebas melakukan apapun. Too big too fail...

Anonim mengatakan...

wah...saya jadi teringat dengan film fiksi 2012, dimana gejala awal sebelum terjadi bencana yang menewaskan hampir semua manusia di planet ini berawal dari munculnya semburan lumpur di kawasan tertentu, kalau saya tidak salah ingat adalah seperti itu.CMIIW...hehehe...

saya juga berpikir seperti itu, pak. kalau lumpur yang menyembur secara terus menerus selama bertahun2 akan menyebabkan struktur tanah di bawah menjadi tidak stabil dan akan terjadi pergeseran tanah yang hebat untuk membentuk keadaan lapisan tanah yang stabil kembali. Btw itu lumpur yang menyembur saya pikir luasnya sudah seukuran satu kota. tampaknya memang akan ada bencana besar di pulau jawa, tapi kenapa pemerintah indo tampaknya pasrah saja? thanks pak!

greenpeanut mengatakan...

sedikit menyimpang pak....
mengenai kasus century apakah pola yang sama yang digunakan diamerika untuk bailout juga di gunakan untuk century? menurut pak bodhi bagaimana?
tentang sejumlah premi dari bank yang digunakan untuk bailout apakah hal itu memang lazim digunakan?
apakah bank yang sudah menjadi milik pemerintah (sebagian besar saham dimiliki pemerintah) juga mempraktekkan debt base system dan fractional reserve banking? jika iya..kemudian keuntungan darinya apakah juga masuk ke pemerintah?
adakah undang-undang/peraturan di indonesia yang tidak membolehkan pemerintah untuk mencetak/mengedarkan uang?

Anonim mengatakan...

Akhirnya datang juga artikel baru, setelah lama menunggu ga ada update-an

Anonim mengatakan...

AYO Update artikel baru tentang balon uang di indonesia pak

Anonim mengatakan...

bung pohon, apa mungkin bisa terjadi crash lagi, karena banyaknya dukungan dan kemudahan yg diberikan kepada market oleh governments, dan bank sentral. jangan2 koreksi2 yg terjadi adalah kesempatan beli saham. thanks

Pohon Bodhi mengatakan...

Debt based money system dipraktekkan semua bank, mau bank pemerintah maupun swasta, mau dibilang kapitalis maupun religius. It's the same.

Pasar finansial zaman ini sarat intervensi dan manipulasi. High frequency trading (program komputer) yg dilakukan beberapa broker besar di US bisa mengangkat & menjatuhkan index mereka dalam sekejap, jadi sangat riskan berjudi dengan mereka.

Kalau Anda memang mau membeli saham, tanya saja 1 pertanyaan kepada diri sendiri: Dalam worse case scenario, maukah Anda mempertahankan saham (perusahaan) itu berapapun harganya? Apakah Anda confidence dengan kinerja & prospek perusahaan itu? Kalau iya, beli saja, & tak usah baca koran. Yakin dengan diri sendiri paling baik. :)

Anonim mengatakan...

Pak bodhi, berdasarkan info yang diperoleh dari media masa bahwa BP berhasil menutup kebocoran di teluk meksiko, apakah hal itu benar? kalau benar berarti memang tidak ada suatu rencana dari kelompok tertentu untuk mengurangi jumlah manusia seperti yang dikuatirkan selama ini bukan?

Pohon Bodhi mengatakan...

Moga2 begitu:
Anyway, ini 2 site yg membahas tentang "keberhasilan" BP:

http://www.lifeaftertheoilcrash.net/BreakingNews.html

http://www.henrymakow.com/ken_price.html

Siapa yg beritanya benar???

Anonim mengatakan...

likuidasi bisa juga dengan penyakit ramalan juce ini boleh dibaca sebagai pemikiran http://zidniagus.wordpress.com/2010/06/15/17-ramalan-masa-depan-dunia-oleh-jucelino/

Anonim mengatakan...

Demi Masa, Sesungguhnya Manusia dalam kerugian. Kecuali Orang-orang yang beriman dan beramal dan saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. (Al-Ashr)

Pohon Bodhi mengatakan...

Update berita krisis panen 2010..

http://www.marketskeptics.com/2010/08/2010-food-crisis-is-here.html

Agro commodities on the way to the sky. Beware!

Pohon Bodhi mengatakan...

Di Indonesia, SBY menganjurkan wilayah lapindo dijadikan daerah wisata geologi. Di Amerika, Obama mengatakan ikan2 di teluk mexico aman dikonsumsi, tetapi nelayanlah (bukannya BP) yang harus bertanggungjawab kalau ikan2 yg tertangkap ternyata mengandung racun.

WHAT A WONDERFUL WORLD!!

http://rawstory.com/rs/2010/0821/fishermen-held-responsible-toxic-seafood/

Anonim mengatakan...

salam...
artikelnya menarik, mohon tambahan pembahasan event - even dan berita ekonomi di indonesia .
terimakasih...
husna
http;//fe.umy.ac.id

arema mengatakan...

pak, saya suka blog anda, tapi coba kita tetap rasional.
penyebab lumpur lapindo diulas panjang lebar di laporannya aljazeera, coba aja cari preliminary report of well banjar panji.

apakah masih menyembur? ya masih dan perjalanan surabaya malang tidak akan pernah seindah dulu. entah gimana mereka berhasil menemukan cara mengalirkan luapan lumpur ke laut.

bagaimana efeknya?
kalo jawa timur mungkin gak seberapa ngefek pak, jatim lebih gede dari jabodetabek. tapi kalo sidoarjo mungkin kena, menurut analisa orang ITS akan menimbulkan cekungan di perut bumi, dan dari pengamatan di lapangan beberapa tempat (di porong) mulai ambles, ada yg sampai ngeluarkan gas dan kebakar segala.

jln alternatif (tol mojokerto) sekarang masih dalam proses pembangunan, sayang rasanya ngeliat sawah ditutup jadi jalan tol, dan kayaknya itu proyek juga pake duit pinjeman.

Anonim mengatakan...

likuidasi bisa juga dengan penyakit ramalan juce ini boleh dibaca sebagai pemikiran http://zidniagus.wordpress.com/2010/06/15/17-ramalan-masa-depan-dunia-oleh-jucelino/

Midou Ban mengatakan...

Pak PPB, saya mohon endapat anda tentang bermain spekulasi nilai mata uang, FOREX. Apakah menurut bapak hal semacam itu terpuji?

Karena saya melihatnya apabila kita untung disana, kita hanya mendapatkan uang tetapi kita tidak memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat.

Hal itu berbeda dengan berdagang. apabila kita untung, pembeli (yang ngasih kita duit) pun juga dapat produk atau jasa kita

Mohon pendapatnya, Terima kasih.

Pohonbodhi mengatakan...

@Midou,
Saya rasa kalau Anda memang punya bakat trading dan bisa menghasilkan keuntungan dari sana, tidak ada salahnya mencoba. Keuntungan yg Anda dapatkan dari sana bisa Anda belanjakan ke tempat lain, itu juga bisa menggerakkan "sektor riil" bukan begitu?

Tapi terus terang saya tidak kenal orang yg bisa profit dari spekulasi margin forex dalam jangka panjang. Kebanyakan akan total loss atau at best impas.. Yg menang paling akhir biasanya adalah bandar.

best rated child car seats mengatakan...

terimakasih atas informasinya

Pohonbodhi mengatakan...

Likuidasi part 2?

http://blog.alexanderhiggins.com/2011/04/14/plan-fukushima-nuclear-crisis-leaves-reactor-leaking-radiation-3-months-17251/

Radiasi nuklir jepang akan membunuh banyak orang di tahun-tahun ke depan.

iblaze lili mengatakan...

Halo, salam dalam nama Tuhan. i am a Iblaze Adams Scofield, saya akan senang untuk memberitahu setiap pencari pinjaman mencari pemberi pinjaman pinjaman swasta yang sah, bijaksana dan tidak menjadi korban penipuan, saya telah scammed bergilir di internet semua karena saya membutuhkan pinjaman. Untuk meringkas semua yang dikatakan, saya diarahkan ke sarahmantiwongloanhome@gmail.com, itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan, saya menerima pinjaman saya setelah membayar biaya yang mereka sebut biaya transfer, pada awalnya saya menyimpulkan, para thives yang sama tetapi untuk saya kejutan, saya mendapat pinjaman saya. Kebenaran yang mereka katakan adalah baik, In-kasus ada yang membutuhkan pinjaman jangan jatuh ke tangan pencuri, silakan tulis Mrs. Sarah di Email ini, sarahmantiwongloanhome@gmail.com Terima, kasih dan Tuhan memberkati Anda semua.



Cahya Kirana mengatakan...

Cahya Kirana Pinjaman Limited merupakan salah satu perusahaan pinjaman independen terkemuka di seluruh dunia. Kami mapan dan telah mengembangkan pemahaman yang baik tentang kebutuhan Anda dan kebutuhan individu selama bertahun-tahun. Kami berkomitmen untuk memperlakukan pelanggan kami dengan adil dan memberikan pelayanan yang profesional, ramah dan membantu. Prosedur kami dirancang untuk cocok Anda, untuk memastikan bahwa kita menyelesaikan produk yang sesuai dengan keadaan Anda, formalitas untuk minimum, dan bersama-sama dengan pendekatan kami fleksibel untuk masing-masing program, pastikan aplikasi pinjaman Anda. Kami membantu pelanggan mengubah dan memperbaiki kehidupan mereka lebih dari 47 tahun dan kami benar-benar independen, kita berada dalam posisi yang unik untuk menawarkan berbagai pinjaman untuk semua jenis bisnis dan individu. Tujuan kami adalah untuk memenuhi kebutuhan keuangan Anda dan kepuasan Anda sangat penting bagi kami. Itulah sebabnya kita harus memberikan pinjaman sebesar 2% bunga, mohon hari ini kembali kepada kami jika Anda tertarik dengan layanan kami.
Email: cahya.creditfirm@gmail.com

winen lose mengatakan...

Winenlose merupakan agen bola judi yang sangat terpercaya Dan Demi Kenyamanan Para Bettor Kami Menyiapkan Berbagai Bonus.
Ayo Gabung Sekarang Juga Di Agen Kami .

Berikut Bonus yang kami berikan bila bergabung dengan kami
- 20% untuk member baru SBOBET, IBCBET dan ASIA77
- Kemenangan 5% dari deposit
- Rollingan 0.7% setiap Minggu
- Cashback 5% - 10%
- 10% untuk member baru 338A, 1S CASINO, ASIA8BET
- Bonus deposit awal 30% TANGKASNET99
- Bonus Untuk Poker 2%

Note : Jangan Sampai Pilih Agen ,Hanya Winenlose Yang Menjadi Agen Kepercayaan Para Bettor Mania.Gabung Sekarang juga hanya di http://198.50.183.104/agen-judi

AGEN JUDI | AGEN BOLA | AGEN SBOBET | WINENLOSE
http://198.50.183.104/
http://198.50.183.104/asia77
http://198.50.183.104/ibcbet-online
http://198.50.183.104/sbobet-online
http://198.50.183.104/judi-online
http://198.50.183.104/casino-online
http://198.50.183.104/promo
http://198.50.183.104/category/prediksi-bola
http://198.50.183.104/agen-judi

Nitip Link Ya kak ,makasi banyak
Agen Sbobet
Agen Judi
Agen Bola
Baccarat Online
Casino Online
Agen Asia77
Agen IBCBET ONLINE
Agen SBOBET ONLINE
Agen JUDI ONLINE
Agen CASINO ONLINE
Agen Bonus Sbobet
Prediksi Bola

Lady Mia mengatakan...

Halo, nama saya Mia Aris.S. Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial, dan putus asa, saya telah scammed oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai seorang teman saya merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800.000.000 (800 JUTA ) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dengan tingkat bunga hanya 2%. Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah i diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening saya tanpa penundaan. Karena aku berjanji padanya bahwa aku akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman dalam bentuk apapun, silahkan hubungi dia melalui emailnya: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com
Anda juga dapat menghubungi saya di email saya ladymia383@gmail.com.
Sekarang, semua yang saya lakukan adalah mencoba untuk bertemu dengan pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening bulanan.

Lady Mia mengatakan...

Halo, nama saya Mia Aris.S. Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial, dan putus asa, saya telah scammed oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai seorang teman saya merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800.000.000 (800 JUTA ) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dengan tingkat bunga hanya 2%. Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah i diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening saya tanpa penundaan. Karena aku berjanji padanya bahwa aku akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman dalam bentuk apapun, silahkan hubungi dia melalui emailnya: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com
Anda juga dapat menghubungi saya di email saya ladymia383@gmail.com.
Sekarang, semua yang saya lakukan adalah mencoba untuk bertemu dengan pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening bulanan.

Lady Mia mengatakan...

Halo, nama saya Mia Aris.S. Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial, dan putus asa, saya telah scammed oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai seorang teman saya merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800.000.000 (800 JUTA ) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dengan tingkat bunga hanya 2%. Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah i diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening saya tanpa penundaan. Karena aku berjanji padanya bahwa aku akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman dalam bentuk apapun, silahkan hubungi dia melalui emailnya: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com
Anda juga dapat menghubungi saya di email saya ladymia383@gmail.com.
Sekarang, semua yang saya lakukan adalah mencoba untuk bertemu dengan pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening bulanan.

Dewi Aja mengatakan...

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kbagi.com untuk info selengkapnya.

Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

Kelly Wood mengatakan...

Kami adalah perusahaan yang terdaftar, meminjamkan uang kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan keuangan mendesak, dan mereka yang telah ditolak kredit dari sana bank karena skor rendah kredit, pinjaman bisnis, pinjaman Pendidikan, mobil pinjaman, kredit rumah, kredit perusahaan (dll), atau untuk membayar utang buruk atau tagihan, atau yang telah scammed oleh pemberi pinjaman sebelum uang palsu? Selamat, Anda berada di tempat yang tepat, dapat diandalkan Pinjaman Perusahaan Ibu Kelly untuk memberikan pinjaman dengan tingkat bunga yang sangat rendah dari 2% telah datang untuk mengakhiri semua masalah keuangan Anda sekali dan untuk semua, untuk informasi lebih lanjut dan pertanyaan hubungi kami melalui email perusahaan kami: kellywoodloanfirm@gmail.com
Terima kasih
Terima kasih dan Tuhan memberkati
Ibu kelly
KELLYWOODLOANFIRMLTD
kellywoodloanfirm@gmail.com