Rabu, 16 Desember 2009

Box Office 2010


Kerugian bank ditanggung pemerintah...
Kerugian pemerintah ditanggung siapa...?

Anda sudah pernah merasakannya tahun 1998...

Sampai kapan manusia harus diperbudak sistem kriminal ini?

FUCK OFF ZIONIST BANKERS!!!

15 komentar:

W4nzz mengatakan...

mas, maukah menambahkan penjelasan dgn kata2 terhadap gambar di atas?? kurang mengerti kalo cuman melalui gambar..

baru saja membaca kiriman dari website Pak robert kiyosaki.. "Where Has All The Money Gone" karena bacaannya bhs inggris semua, saya kurang begitu fasih..

http://www.conspiracyoftherich.com/sites/default/files/Update20_SiteFinal_121709.swf

Sepintas saya membaca kiriman tersebut menjelaskan bahwa FED terus menerus mencetak uang triliun dolar tiap harinya. menurut anda kira dampak yang akan di timbulkan akan seperti apa??

terakhir apakah indonesia juga akan terpengaruh oleh dampak tersebut??

jika sebuah bank yang di nyatakan pailit dan apakah nasabah yang memiliki kredit di sana masi berkewajiban untuk membayar utangnya?

apakah sebuah bank memiliki hak untuk menagih kembali semua utang2nya yang belum jatuh tempo??

TQ

Anonim mengatakan...

Pak, buku2 bapak ada di jual di toko buku atau beli langsung dari bapak?

Trims

Pohon Bodhi mengatakan...

Suplai uang datang dari kredit konsumen. Ini yang paling penting untuk dipahami orang.

KREDIT dari seseorang, setelah dibelanjakan, akan menjadi TABUNGAN bagi orang yang menerimanya.

Hutang pemerintah, normalnya, adalah uang yang dipinjam pemerintah dari orang-orang / institusi yang memiliki tabungan tersebut.

Populasi negara2 maju, terutama US, Inggris, dan beberapa negara Eropa lainnya, selama 3 generasi terakhir mulai hidup dengan mengandalkan kredit (pinjaman) dan sekarang sudah sampai di limit kemampuan mereka untuk membayar.

Now they can't pay...

Dan 20 tahun terakhir, ada sebuah casino luar biasa yang disebut derivatif. Nominal transaksinya luar biasa besar (ratusan trilyun dolar).

Pernahkan Anda bermain forex atau index saham? Modal $1000 lantas bisa melakukan jual-beli kontrak seharga $100.000? Ini hanya salah satu contoh.

Bank-bank besar para konglomerat yahudi, menjadi bandar di puncak skema derivatif dan menfasilitasi perdagangan produk ini. Ketika untung, semua uang masuk ke kantong mereka, dan ketika rugi, mereka minta tolong agar kerugiannya mereka dibailout pemerintah mereka.

Secara akuntansi, kalau bank mengalami kerugian, modal merekalah yang harus dikorbankan. Hutang mereka (uang deposan) tidak boleh dicoret seseka-hati.

(Ingat bagan neraca: Aset di sisi kiri = Hutang + Modal di sisi kanan).

Kalau kerugian yang diderita lebih besar dari modal yang dimiliki bank, maka bank tersebut disebut insolvent, alias bangkrut.

Karena deposan tidak mungkin mau uangnya hilang, maka bank tidak boleh bangkrut...

Pemerintah, atas nama wakil rakyat, akan menambah modal ke bank tersebut, dan memastikan kebanyakan uang warga kelas menengah dan orang miskin akan tetap ada.

Biasanya, rekening deposan super kaya, akan dikorbankan, seolah-olah itu tindakan yang heroik (padahal menjadi orang kaya tidaklah melanggar hukum).

Pemerintah, sebagai sebuah institusi "non-profit oriented", normalnya tidak punya cukup uang. Jadi mereka harus MEMINJAM..

Skenarionya ada 2:
1. Pinjam uang2 yang sudah eksis (tabungan somebody).
2. Pinjam uang2 yang belum eksis (pemerintah menggantikan konsumen sebagai pihak yang mengajukan kredit)

Amerika, Inggris, dan Uni Eropa 2,5 tahun ini sibuk membailout ban-bank mereka. Awalnya, mereka melakukan step 1, meminjam uang2 yang sudah eksis (menjual surat hutang negara)

Akibatnya, uang yang biasanya beredar di kalangan swasta, berpindah tangan ke rekening pemerintah. Kredit konsumen menurun.

Awal tahun ini, Amerika dan Inggris sudah sampai ke step 2. Jadi, selain meminjam uang yang sudah eksis, mereka juga meminjam uang yang belum eksis (monetisasi = quantitave easing = printing money)

Suplai uang baru, hutang kepada bank sentral, yang akan dibayarkan kembali dari pendapatan pajak di tahun-tahun kemudian.

Apa yang dilakukan pemerintah dengan uang baru ini? Sebagian masuk ke kantong bankir, sebagian lagi ke kantong perusahaan raksasa yang juga minta dibail-out, sebagian lagi masuk ke kantong korporat2 yang menjual barang / jasa ke pemerintah (perusahaan asuransi, farmasi, senjata dll)

Skenario terbaik, seseorang harus berada sedekat mungkin dengan pemerintah agar bisa mendapatkan manfaat dari sistem ini.

Pohon Bodhi mengatakan...

Ingat, kredit konsumen masih seret, karena banyak uang dihisap ke surat hutang negara. Sektor swasta, yang tidak berhubungan dengan pemerintah, masih kesulitan mendapatkan uang.

Yang "kebanjiran" uang, adalah kelompok2 di atas, yang punya koneksi langsung dengan pemerintah ataupun yang bertransaksi dengan mereka.

Efeknya kejadian di atas terhadap orang banyak?

Well, kalau hanya memperhitungkan kontraksi kredit konsumen dengan printing money pemerintah saat ini, seolah-olah dunia memasuki deflasi. Tapi kalau Anda ikut menghitung garansi pemerintah US kepada kreditur perusahaan2 semi pemerintah (Fannie, Freddie, dll) dan potensi kerugian derivatif yang juga akan dibailout pemerintah Amerika dan lainnya, masih ada puluhan trilyun lainnya yang harus dicetak. Ini inflasi.

Untuk mencegah kenaikan harga barang terlalu cepat, uang2 baru ini tidak boleh dipinjamkan bank kepada konsumen (walaupun memang sejumlah konsumen memang sudah kelebihan hutang dan gak sanggup meminjam juga).

So, ada 2 kelompok manusia sekarang. Orang2 yang kelebihan uang dan orang2 yang kesulitan mendapatkan uang.

Orang kaya tidaklah bodoh. Suplai uang terus bertambah, maka mereka memborong komoditi. Maka harga raw material cenderung meningkat.

Orang miskin juga tidak bodoh, masalahnya mereka tidak punya akses ke suplai uang. Jadi, orang2 ini, di satu sisi, hidup serba pas2an dan mungkin saja kehilangan pekerjaan, tapi di sisi lain harus menghadapi kenaikan harga kebutuhan dan ongkos hidup mereka tanpa bisa berbuat banyak.

Antar negara tidak berada dalam siklus waktu bailout yang sama persis. Tampaknya ada rentang beberapa bulan dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Sekarang media melaporkan dulu default Dubai, lalu akan pindah ke PIIGS Eropa (Portugal, Iceland, Ireland, Greece, Spain), lalu akan pindah ke Inggris, dan sambung ke babak final di USA.

Semakin lama volueme uang yang terlibat semakin besar.

Perbedaan utama bailout kali ini dengan tahun 2008 adalah kali ini, uang yang bisa pemerintah pinjam dari sektor swasta (step 1) sudah terlampaui, dan hanya akan cukup kalau ditambah dengan step 2 (printing money).

Setiap kali pemerintah US dan Inggris kekurangan uang, they have to print money.

Kalau mereka tidak mau mencetak uang, maka ada ada kebangkrutan skala global di berbagai bank-bank super besar dan korporat2 semi pemerintah.

Kombinasi step 1 dan step 2:
* Kredit konsumen tetap seret
* Bursa saham mungkin crash
* Pemerintah dan korporat yang punya koneksi dengan pemerintah business as usual.

So, jangka pendek Anda bisa mengharapkan mata uang euro untuk terpukul, setelah itu poundsterling, dan diakhiri dengan dolar Amerika.

Indonesia, I have no idea... Saya agak ragu kepada siapa sebenarnya pemerintah kita bekerja.

Indonesia punya hutang dolar dan yen dalam jumlah besar. Dan agak menyedihkan, pemerintah kita kategori "konsumen" bagi bank asing. Saat kredit swasta (dolar) seret, mungkin juga pemerintah kita akan sulit mengroll-over hutangnya, unless pemerintah kembali mengobral aset2 penting Indonesia ke mereka.

Anyway, saat momentum final crash dolar tiba, saya masih percaya rupiah akan lebih baik dibanding dolar.

**

Bank pailit, kalau tidak dibailout, ya berarti deposan kehilangan tabungan dan debitur tidak lagi memiliki kreditur.

Pinjamam bisa ditarik atau tidak tergantung perjanjian bank-debitur.

Pohon Bodhi mengatakan...

Buku2 kami dijual di toko2, tapi distribusi mungkin kurang merata, jadi tidak setiap toko ada.

Kalau gak ketemu di toko bisa beli langsung ke kami.

Email : pustaka_pohonbodhi@yahoo.com

Thanks.

W4nzz mengatakan...

sampai kapan FED sanggup mempertahankan perekonomiannya dengan cara printing money??
"Populasi negara2 maju, terutama US, Inggris, dan beberapa negara Eropa lainnya, selama 3 generasi terakhir mulai hidup dengan mengandalkan kredit (pinjaman) dan sekarang sudah sampai di limit kemampuan mereka untuk membayar."

apakah limit yang anda maksud adalah saat pendapatan pemerintah yaitu pajak lebih kecil daripada pembayaran utang pinjamanan??


jika yang anda maskud Fed mencetak dolar utk menbailout bank2 agar tidak pailit (menutup modal bank)berarti dolar yang di cetak tidak tersalurkan ke konsumen dan perusahaan swasta ,di tambah lagi tabungan masyarakat yang tersedot untuk surat hutang maka suplai uang di masyarakat pun semakin seret. suplai uang berkurang berarti deflasi kan mas?? bagaimana anda bisa mengatakan itu akan inflasi?? bukankah dolar yang di cetak pemerintah tidak beredar di masyarakat.

maaf kalo pendapat saya yang masi awam malah mebinggungkan anda.. TQ
Senang bisa belajar banyak disini.. sesuatu yang tidak didapat ketika belajar di sekolah maupun universitas..

Pohon Bodhi mengatakan...

Limit yang saya maksud adalah limit konsumen untuk menyicil hutang. Tapi implikasinya juga berujung ke pajak yang sanggup mereka setor.

Deflasi menurut saya terjadi kalau bank bangkrut, uang deposan menguap.

Bila uang deposan tidak menguap (tabungan menghilang), tidak ada deflasi. Yang ada hanya uang tidak mengalir. Total suplai uang tidak menurun, yang menurun adalah total uang yang berada di tangan konsumen.

W4nzz mengatakan...

kurang mengerti pak di bagian ini..
"Total suplai uang tidak menurun, yang menurun adalah total uang yang berada di tangan konsumen"
lalu lari kemana uang2 yang di cetak?
di cetak hanya untuk menutupi kerugian bank?? apakah uang tersebut tidak di putar lagi ke kredit konsumen??

mungkin dengan contoh yang lebih sederhana??

tadi mendapat kiriman lagi dari :

http://www.conspiracyoftherich.com/sites/default/files/Update21_SiteFinal_122109.swf

sekilas yang saya tangkap bahwa di dunia ini akan terjadi dua depresi yaitu Amerika depression (depresi kekurangan uang di negara barat) dan German Depression (depresi kelebihan uang di negara belahan lainnya..) kalo ga salah penafsirannya pak hehe..

mohon di jelasin perbedaan dari kedua depresi tersebut..

kalo dari saya sendiri seharusnya amerika mengalamai hyperinflasi karena telah mencetak dolar dengan begitu banyak loh kok malah di sebut depresi kekurangan uang??

Pohon Bodhi mengatakan...

Misalnya Anda mengajukan KPR 200 juta. Bila dicairkan bank, maka suplai uang bertambah 200 juta.

Perlahan-lahan Anda membayar 200 juta + bunga kepada bank. Setiap kali Anda membayar, suplai uang menurun. Tapi uang yang Anda bayar kepada bank itu masih di bank, bukan begitu?

Itu yang saya sebut suplai uang di tangan konsumen yang menurun, tetapi total suplai uang tidak.

Depresi kekurangan uang terjadi kalau bank-bank yang insolvent dibiarkan bangkrut, artinya sejumlah besar uang deposan mereka menguap / menghilang. Tanpa uang menghilang, suplai uang tidak bisa turun, deflasi tidak bisa terjadi.

Depresi hiperinflasi menurut saya butuh intervensi internasional, artinya harus ada "kesepakatan" untuk meninggalkan sebuah negara untuk menjadikan uang mereka menjadi benar-benar sampah, kemungkinan hiperinflasi ala Weimar sebenarnya sangat kecil.

Asal sebuah negara tidak asal-asalan mencetak uang lokal untuk membeli valas untuk membayar hutang valas mereka, hiperinflasi ala Weimar seharusnya tidak terjadi.

Skenario utk Amerika, kalau harus menebak, saya lebih condong memprediksi mereka akan mengalami inflasi sangat tinggi mode Indonesia 1998. Timeframenya saya kurang yakin, tapi kemungkinan besar sebelum 2012.

Anonim mengatakan...

Good day, sun shines!
There have were times of hardship when I felt unhappy missing knowledge about opportunities of getting high yields on investments. I was a dump and downright pessimistic person.
I have never imagined that there weren't any need in big starting capital.
Now, I feel good, I started to get real money.
It's all about how to choose a correct partner who utilizes your money in a right way - that is incorporate it in real business, parts and divides the profit with me.

You may get interested, if there are such firms? I have to tell the truth, YES, there are. Please be informed of one of them:
http://theinvestblog.com [url=http://theinvestblog.com]Online Investment Blog[/url]

Anonim mengatakan...

Good day, sun shines!
There have were times of troubles when I felt unhappy missing knowledge about opportunities of getting high yields on investments. I was a dump and downright pessimistic person.
I have never imagined that there weren't any need in large initial investment.
Now, I'm happy and lucky , I begin take up real income.
It gets down to select a correct companion who uses your money in a right way - that is incorporate it in real deals, parts and divides the profit with me.

You may get interested, if there are such firms? I'm obliged to answer the truth, YES, there are. Please get to know about one of them:
http://theinvestblog.com [url=http://theinvestblog.com]Online Investment Blog[/url]

W4nzz (pondok cerita) mengatakan...

Pak kpn upgrade artikelnya lg? Di tunggu loh..
Mgkn membahas surat utang kita dlm valuta asing

CCFL mengatakan...

Di situs moneyasdebt.net dan www.digitalcoin.net sudah ada ide alternatif selain sistem debt-based money.

Anonim mengatakan...

Pak Pohon Bodhi saya mau tanya. kenapa Indonesia tidak mencetak uang sendiri (Rupiah) secara sembunyi-sembunyi saja. Setelah punya Rupiah banyak (secara rahasia, publik tidak tahu) maka digunakan untuk membeli dollar di pasar vallas, dengan begitu kan hutang dollar bisa terbayarkan lunas?

Maaf atas jangkauan pemikiran saya yang dangkal.
Mohon Penjelasan.

aji mengatakan...

Yg sy tangkap dari artikel currency war for dummies, bank sentral china jg melakukannya (mencetak uang utk menjaga kurs yuan thd dollar). Apakah bank sentral eropa jg mencetak uang utk mem-bailout yunani dan irlandia? Kl iya tampaknya BI jg perlu mencetak uang utk mengimbangi likuiditas global yg masuk menyerbu aset2 di indonesia, walopun nantinya pasti akan ada ancaman inflasi..please cmiiw pak pohon