Selasa, 03 Februari 2009

Stimulus & Berbagai Campur Tangan Pemerintah

Saya pernah membaca sebuah buku yang agak kuno, kalau tak salah judulnya Economic in One Lesson, isinya kurang lebih adalah tentang kekonyolan masyarakat dalam hal persepsi mereka tentang berbagai isu-isu keuangan di sekeliling mereka.

Menurut si pengarang, berbagai kerumitan dan pertengkaran ekonomi terjadi karena 2 hal:
1. Kita hanya melihat efek jangka pendek dari sebuah keputusan.
2.Kita hanya melihat akibat sebuah keputusan terhadap sekelompok kecil orang, bukan terhadap seluruh komunitas.

Hari ini, saya akan memposting sebuah topik yang berhubungan dengan 2 poin di atas, yaitu “stimulus” dan berbagai campur tangan pemerintah lainnya.

Sebelum saya menulis lebih jauh, ada sebuah hal yang pantas untuk diungkit lagi, yaitu (lagi-lagi) tentang mekanika penciptaan uang.

Kalau Anda mendengar kalimat “pemerintah mencetak uang,” ingatlah bahwa kalimat itu sebenarnya hanyalah ungkapan. Memang benar yang mencetak uang logam dan uang kertas adalah Bank Indonesia, tetapi uang itu tidak muncul secara gratis ke tangan publik. Apalagi uang dalam bentuk digital elektronik di rekening, itu semua tidak gratis.

Yang saya maksudkan adalah status uang itu. Uang itu tidak muncul dalam bentuk debit (harta) kepada publik. Yang sebenarnya, uang muncul pertama kali dalam bentuk kredit (hutang).

Berjuta-juta orang mengajukan hutang di negeri ini, dan uang itu kemudian dibelanjakan dalam komunitas. Uang itu bisa dibelanjakan kepada jutaan orang lainnya, bahkan kepada ratusan juta orang lainnya.

Ratusan juta orang yang mendapatkan uang itu kemudian pun menabungkan uang itu kembali ke perbankan, dan lagi-lagi uang itu akan menjadi modal bagi perbankan untuk menciptakan lebih banyak kredit lagi ke debitur berikut.

Tentu saja, bagi orang-orang yang mendapatkan uang dari tangan para penghutang, uang mereka statusnya bukan kredit. Uang itu adalah debit (harta) bagi mereka. Namun, tetap saja, asal muasal uang mereka adalah dari hutang seseorang, sebuah perusahaan, maupun sebuah negara sebelumnya.

Dalam kasus negara yang berhutang, praktek yang lazim adalah negara menjual surat hutang kepada publik yang memiliki uang sebelumnya. Jadi, tidak ada uang baru yang muncul. Tidak ada pertambahan suplai uang. Uang cuma berpindah tangan, dari publik yang memiliki uang ke tangan pemerintah. Jumlah hutang negara memang bertambah, tetapi jumlah total suplai uang tidak.

Kasus “pemerintah mencetak uang” dan membelanjakannya sangat-sangat jarang dilakukan. Upaya mencetak uang untuk membayar hutang dalam sistem keuangan yang sedang kita gunakan (debt based money system) disebut dengan monetisasi hutang. Biasanya hanya negara-negara di ambang kebangkrutan yang akan melakukannya.

Jadi, ingat beberapa hal ini:

Suplai uang utama di sebuah negara datang dari rakyatnya. Uang tercipta saat aplikasi kredit seorang konsumen disetujui oleh bank. Uang mulai hilang saat konsumen membayar cicilan kredit kepada perbankan.

Uang (money) tidak sama dengan kekayaan (wealth). Kekayaan dalam bentuk barang yang diproduksi publik bisa bertahan di masyarakat dalam jangka waktu yang sangat lama, tetapi uang belum tentu. Uang bertahan di masyarakat sesuai kesepakatan saat kreasi uang (hutang) antara konsumen dengan perbankan. Ada uang yang beredar selama 1 tahun, ada yang 2 tahun, ada yang 5, 10, 20, ataupun 30 tahun (masa pembayaran kredit).

Untuk mempertahankan suplai uang di sebuah komunitas maupun negara, publik harus terus mencari area pengembangan baru, industri pengembangan baru, atau alasan apapun juga supaya mereka bisa mengajukan aplikasi kredit (uang) baru ke perbankan. Bila tidak, suplai uang akan berkurang. Dan ingat hal ini kawan… Tidak ada pengurangan suplai uang yang tidak diikuti oleh resesi / depresi. Tidak ada. Kalau Anda mau mencegah resesi, Anda harus terus menginflasikan suplai uang. Masalahnya, tentu saja, adalah apakah komunitas tersebut benar-benar sanggup terus mengajukan kredit dan memenuhi janji untuk membayarnya…

Ok, sekarang kita ke topik “Stimulus,” Apa benar pemerintah benar-benar sedang membantu ketika kita mendengar mereka mengucapkan kata ini? Kalau iya, mengapa tidak dari dulu-dulu saja dilakukan?

Pemerintah, sebagai sebuah institusi, bisa mendapatkan uang lewat beberapa cara, seperti:
• Setoran dividen dari perusahaan milik negara (BUMN).
• Penerbitan berbagai jenis surat hutang.
• Pajak.

(abaikan dulu skenario monetisasi hutang, karena itu benar-benar sangat jarang)

Dari ketiga sumber pendapatan di atas, secara umum di berbagai negara, sumber yang paling penting adalah PAJAK.

Ketika pemerintah mengatakan “Kami akan menggunakan 1 trilyun untuk membangun X dan menciptakan lapangan kerja sejumlah Y,” sesungguhnya ada 1 trilyun dari uang rakyatnya yang diambil secara “tidak suka rela,” sehingga rakyatnya tidak memiliki dana untuk membangun X dan menciptakan lapangan kerja sejumlah Y.

Kawan, atas dasar apa kita berpikir bahwa ada sesuatu yang bisa dilakukan oleh pemerintah yang tidak sanggup dilakukan sendiri oleh kita, para pembayar pajak?

Kecuali proyek-proyek yang memang dimonopoli oleh pemerintah, bila tidak, saya tidak bisa membayangkan memangnya seberapa pintar orang-orang di pemeritahan kita, seberapa jagonya para pegawai negeri, sehingga semua orang di sektor swasta harus menyerahkan sebagian uang mereka (pajak) agar pemerintah membangunkan sesuatu untuk mereka dan menciptakan lapangan kerja untuk mereka.

Untuk setiap bangunan dan infrastruktur yang dibangun pemerintah (moga-moga dibangun karena memang diperlukan, bukan sekadar untuk menyediakan lapangan kerja dan memberikan “stimulus”), ada industri-industri lainnya yang menjadi korban karena publik tidak lagi memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan mereka yang lain, umpamanya baju-bajuan, barang elektronik yang lebih baru, makanan yang lebih banyak, dan lain sebagainya.

Wajarnya, orang-orang yang memiliki uang akan melakukan setidaknya salah satu dari hal di bawah ini:
- Mengekspansi usahanya sendiri (bisa menciptakan lapangan kerja)
- Menanamkan uangnya di bisnis orang lain yang menurutnya bagus (bisa menciptakan lapangan kerja)
- Menghamburkan uangnya untuk membeli barang-barang konsumtif ataupun barang mewah (bisa menciptakan lapangan kerja)
- Menabung di bank (bank yang mendapatkan dana ini kemudian juga bisa menjadikan uang ini sebagai modal untuk menciptakan lebih banyak lagi kredit kepada publik, yang juga bisa menciptakan lapangan kerja)

Kecuali kita semua termasuk orang yang menyimpan semua uang di bawah bantal dan bertekad membawa uang ke peti mati, bila tidak uang kita secara langsung maupun tidak langsung tetap akan menciptakan lapangan kerja di komunitas kita, tanpa perlu campur tangan dari pemerintah.

Hal lain, walaupun saya tidak punya bukti, tetapi secara nalar saya percaya saya benar: Kemungkinan pemerintah untuk menghamburkan uang ke dalam proyek-proyek mereka, menurut saya lebih besar dibandingkan dengan kalau yang melakukannya adalah rakyatnya sendiri. Mengapa? Karena uang yang mereka gunakan bukan uang mereka! Kalau Anda tahu setiap kali Anda kekurangan uang, Anda selalu bisa meminta pajak lagi kepada publik, apakah Anda masih akan bersikap hati-hati dan memaksimalkan efisiensi dalam pengeluaran Anda?

Dan jangan lupa, pemerintah juga manusia biasa, butuh makan dan ingin membeli berbagai kebutuhan lainnya. Sebelum uang sampai ke proyek yang mereka canangkan, terlebih dahulu uang (pajak) harus melewati tangan mereka. Biaya yang mereka perlukan untuk membangun apapun juga akan lebih tinggi karena ada tambahan 1 tangan yang membutuhkan profit dalam pekerjaan / proyek mereka.

Anda paham maksud saya?

Jadi, mengenai stimulus, ingat hal ini:

Tidak ada uang baru yang tercipta saat stimulus dilakukan, yang ada hanyalah pemerintah menggunakan uang milik publik untuk menciptakan pekerjaan baru, seolah-olah kalau uang itu tetap di tangan publik, tidak akan ada pekerjaan yang bisa mereka ciptakan sendiri.

Dan kalau sebuah pemerintahan memutuskan untuk melakukan stimulus lewat penerbitan surat hutang baru, hutang tersebut nantinya juga harus dibayarkan kembali, plus bunga!

Contoh skenario yang lebih sinting lagi adalah model yang hendak dilakukan Amerika sekarang. Mereka sudah hidup dalam defisit yang amat besar (baik defisit anggaran pemerintah maupun defisit perdagangan), semua negara kreditur mereka diam-diam sebenarnya sudah sangat khawatir bagaimana caranya Amerika bisa membayar hutang-hutangnya. Sekarang justru pemerintahan di sana terus menerbitkan surat hutang baru, baik untuk mem-bail-out bankir kriminal di Wall Street, maupun untuk “menstimulasi” ekonomi dan menciptakan pekerjaan, seolah-olah rakyat mereka tidak sanggup menciptakan pekerjaan sendiri dan butuh campur tangan pemerintah.

Tapi perhatikan satu hal ini, bahkan sampai saat ini pun, pemerintah Amerika belum “mencetak uang,” (atau sudah mencetak tetapi belum ketahuan?) istilah yang sering kita dengar dalam konteks pemerintahan dan uang. Yang dilakukan sampai hari ini adalah memindahtangankan uang dari tangan publik ke tangan pemerintah supaya pemerintah bisa memberikannya kepada bankir dan juga untuk menciptakan sedikit lowongan pekerjaan.

Itu salah satu penyebab utama lesunya industri manufaktur dan retailer di negara-negara maju sekarang (tak lama lagi juga akan menjalar ke negara-negara berkembang lainnya). Uang yang seharusnya bisa digunakan oleh publik diarahkan ke tempat yang lain. Yang awalnya adalah krisis finansial (sistem keuangan perbankan) sudah berubah menjadi krisis ekonomi (aktifitas riil di masyarakat).

Saya bukan orang yang anti pemerintah, tetapi saya benar-benar tidak setuju dengan kekuasaan dan skala pemerintah yang terus membesar dari tahun ke tahun. Menurut saya, skala pemerintah seharusnya dibuat sekecil mungkin, dan jumlah pegawai negeri juga demikian.

Dalam imajinasi saya, pemerintah adalah sebuah institusi dengan skala sederhana untuk menyediakan infrastruktur umum, hukum yang berkeadilan, dan menyediakan uang untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya (hal yang telah diambil alih oleh kartel perbankan swasta!). Fakta bahwa skala pemerintahan di berbagai negara sudah berkembang sedemikian besar, dan terus membesar, benar-benar adalah fenomena yang berbahaya menurut saya.

Sedikit lucu juga ada yang menyebut pemerintah dengan istilah public servant (pelayan publik). Kenyataan yang sedang terjadi adalah pelayan ini sudah menjadi majikan, bahkan pemberi perintah (= pemerintah). Mengharapkan pemerintah untuk terus menambah pegawai dan menyediakan lapangan kerja sama saja dengan mengatakan kepada sebuah perusahaan / majikan yang sedang kekurangan uang bahwa solusi atas masalahnya adalah mencari & menggaji lebih banyak lagi pelayan.

Benar-benar gila…

Jumat, 30 Januari 2009

Kekuatan Bunga - Berbunga (Compounding Interest)

Bulan Januari ini adalah sebuah bulan yang agak menyedihkan bagiku. Beberapa teman yang saya kenal baik di pabrik di-PHK oleh perusahaan. Salah satu Manager Senior yang sangat saya hormati, juga dipecat dan dipulangkan ke negara asalnya. Mungkin karena perusahaan menganggap gaji mereka terlalu tinggi, mungkin juga karena hal yang lain, saya tidak tahu. Moga-moga mereka segera mendapatkan pekerjaan yang baru.

Anyway, hidup tetap berlanjut. Saatnya bercerita lagi.

Hari ini, saya akan menulis tentang masalah bunga-berbunga (compounding interest), hal yang mana yang menurut Albert Einstein adalah kekuatan terbesar di alam semesta…

Masih segar dalam ingatan saya, beberapa tahun terakhir saya sering didatangi beberapa teman-teman saya yang mau mempromosikan unit link investasi lewat asuransi. Tabel favorit mereka adalah sebuah tabel berisi kolom-kolom di mana diilustrasikan apa yang akan terjadi dengan uang saya bila saya menanamkan uang di unit link yang dikelola oleh manager investasi mereka. Menurut mereka, asumsi 20% pertumbuhan per tahun adalah wajar untuk saham. Dalam jangka panjang, investasi di bursa saham adalah yang paling menguntungkan. Di sisi kolom yang lain, ada asumsi berisi 5% dan 10%.

Menurut penjelasan mereka, saya akan menjadi milyarder kalau saya menanamkan uang saya di produk mereka.

Awalnya saya menolak dengan sopan, tapi saat IHSG mulai melewati angka 2000, saya mulai khawatir, dan sekali-kali akan mencoba memberitahu teman-teman saya yang terus mempromosikan “investasi” ini kepada saya bahwa dunia ini tidak cuma ada bull market, tetapi juga ada yang namanya bear market.

Saya pertama kali bermain saham tahun 1996. Dua tahun kemudian, 1998, terjadi krisis ekonomi, dan saya kehilangan sejumlah uang saya. Kalau direnungkan kembali, kerugian yang saya derita tahun 1998-1999 mungkin tidak seberapa. Pelajaran yang saya dapat pada masa itu menurut saya jauh lebih berharga.

Bagi Anda yang sempat membaca buku “Masa Lalu Uang & Masa Depan Dunia,” buku yang saya terbitkan tahun 2007, setidaknya Anda sudah mendapatkan peringatan untuk mulai keluar dari bursa saham pada akhir 2007. Bagi Anda yang belum membacanya, moga-moga Anda tidak mengalami kerugian di bursa saham waktu itu.

Bankir yang besar tidak akan memaafkan hutang-hutang yang mereka pinjamkan ke debitur mereka. Alasannya sederhana saja, karena mereka memahami kekuatan bunga-berbunga.

Ingat satu hal ini:
Untuk setiap sen uang yang Anda derita, Anda juga kehilangan potensi atas setiap sen yang bisa dihasilkan olehnya di kemudian hari.

Segala dalih bahwa menghapusbukukan hutang akan mengurangi kepercayaan orang lain dan alasan-alasan lainnya hanyalah dalih. Alasan utama yang sebenarnya hanya satu, yaitu karena potensi compounding interest yang luar biasa besar.

Berikut saya berikan contoh tabel berisi compounding interest. Asumsi angka pertumbuhan adalah 5%, 10%, dan 20%.

Angka investasi awal adalah 1 juta rupiah.





Perhatikan satu hal ini:
Compounding Interest selalu berujung dengan grafik parabolik, tidak peduli persentase kenaikan yang digunakan sebesar apa.

Kalau Anda termasuk orang yang percaya bahwa bursa saham “dalam jangka panjang” selalu naik, dan 20% asumsi pertumbuhan adalah “wajar,” maka dengan asumsi IHSG sebesar 1.500, tentunya Anda juga termasuk orang yang percaya bahwa 50 tahun kemudian, Index Harga Saham Gabungan di Indonesia akan menembus angka 11.300.000 (sebelas juta tiga ratus ribu poin)…!!



Kawan… Tidak ada pasar yang sanggup mempertahankan pertumbuhan menurut hukum bunga-berbunga (compounding interest). Tidak ada! Semua bubble di pasar finansial pasti pecah di dunia ini.

Kalimat paling berbahaya dalam dunia keuangan dan bagi keselamatan isi dompet Anda adalah:

“This time it is different”

Di dunia spekulasi, hal terpenting yang perlu kita pelajari adalah bagaimana mencari tahu kapan sebuah bubble akan pecah. Insider yang mengetahui informasi ini, dan juga para decision maker yang bisa menentukan arah pasar, Anda tidak bisa membayangkan seberapa kaya mereka bisa menjadi di pasar finansial…

Siklus inflasi dan deflasi sama menguntungkannya bila Anda tahu apa yang sedang Anda lakukan. Sebaliknya, bisa juga sama menyengsarakan bila Anda berada di tempat yang salah.

Mengapa saya mengungkit masalah bunga-berbunga kepada Anda?

Jawabannya adalah karena saya ingin Anda mulai berpikir seberapa banyak uang yang sudah dihisap oleh perbankan, baik perbankan internasional maupun perbankan lokal kepada umat manusia.

Tidak semua orang akan percaya bahwa keluarga Rothschild dan klan bankir internasional lainnya adalah manusia yang luar biasa kaya, kaya jauh melebihi imajinasi paling liar bagi siapapun juga yang ada di sini. Tetapi begitu Anda memahami kekuatan compounding interest dengan berjalannya waktu, Anda tidak akan heran lagi.

Ditambah dengan kendali mereka di perbankan (bank sentral, dan (terutama) bank-bank komersial swasta), mereka mengendalikan siapa mendapatkan berapa banyak kredit, dan siapa yang tidak, dan juga kendali kapan menaikkan suplai uang untuk menciptakan inflasi dan kapan mengetatkan suplai uang untuk menciptakan deflasi, sama sekali tidak heran lagi bagaimana klan ini bisa menguasai hampir semua aset berharga dan industri penting yang menguasai hajat hidup orang banyak di dunia ini.

Saya tidak setuju dengan bunga, dan saya tidak setuju dengan kredit, tetapi saya juga tidak sanggup mengubah dunia, tidak ada yang bisa saya lakukan untuk menghentikannya.

Jadi, pesan yang bisa saya berikan kepada Anda hanya satu hal ini: Pertahankanlah uang Anda baik-baik. Gunakan hukum bunga-berbunga untuk kepentingan Anda, bukan sebaliknya.

Saya bukan penggemar Warren Buffet, tetapi ada 2 pesan darinya yang menurut saya memang sangat benar:
1.Jangan kehilangan uang Anda.
2.Jangan lupakan pesan No 1

Bagi Anda yang sedang meminjamkan uang kepada orang, tariklah bunga setinggi yang Anda bisa, dan pastikan debitur Anda tidak akan default (gagal bayar) dengan alasan apapun juga.

Bagi Anda yang sedang berhutang kepada orang lain, segeralah lunasi hutang Anda. Semakin lama Anda berhutang, semakin besar compounding interest yang akan Anda bayarkan.

Bunga… ditambah dengan berjalannya waktu… Bisa membuat Anda kaya luar biasa… Tetapi bisa juga mendorong Anda (& keluarga Anda) ke jurang kemiskinan yang tak berujung…

Anda ingin tahu nasib seorang individu, sebuah perusahaan, atau bahkan sebuah bangsa?

Perhatikanlah siapa yang sibuk memberikan kredit, dan siapa yang sibuk membayar bunga kredit… Dengan berlalunya waktu, Anda bisa melihat siapa yang akan kaya, dan siapa yang akan menjadi budak.

Pada dasarnya semua negara akhirnya akan menjadi budak, karena semua negara menciptakan uang kepada rakyatnya dalam bentuk kredit. Tidak seperti yang disangka kebanyakan orang, negara-negara “maju,” mereka sama saja seperti kita, diperbudak oleh bankir internasional. Negara-negara high profile seperti Amerika, Inggris, Perancis, dll sedang dalam gerbong kereta ekspres menuju kebangkrutan, sama seperti kita.

Ketika saya menyebut negara, ujung-ujungnya yang saya maksudkan tetap adalah rakyatnya. Sebab kebangkrutan negara pasti akan ditanggung oleh rakyatnya, bisa lewat penarikan pajak yang luar biasa tinggi, bisa lewat inflasi yang sangat tinggi karena negara memutuskan untuk membayar beban hutang dengan cara pencetakan uang baru, bisa juga lewat cara yang bahkan lebih barbarian lagi: penyitaan harta individu secara langsung.

Satu hal yang akhir-akhir ini muncul di berita, yang sangat mengganggu pikiran saya, adalah berita bahwa mungkin pemerintahan negara kita akan menerbitkan surat hutang dalam jumlah masif dalam mata uang luar, seperti US dolar, Yen, dan Euro.

Kawan,
Hutang Dolar harus dibayar Dolar
Hutang Yen harus dibayar Yen
Hutang Euro harus dibayar Euro

Pemerintah kita hanya mungkin mencetak rupiah, mereka sama sekali tidak memegang kendali seberapa banyak Dolar, Yen, dan Euro yang akan kita miliki, termasuk nilai tukar rupiah terhadap Dolar, Yen, dan Euro.

Kalau hal ini jadi dilakukan, saya khawatir keputusan pemerintahan periode ini akan membawa Indonesia menuju era kehancuran besar dalam beberapa tahun ke depan.

Semoga itu tidak terjadi…

Jumat, 23 Januari 2009

Masa Lalu Yang Terlupakan

Tidak semua orang akan percaya dengan apa yang saya tulis di blog ini. Wajar-wajar saja, karena saya memang bukan siapa-siapa.

Karena itu bacalah kutipan-kutipan dari orang-orang di bawah ini, dan pikirkanlah apakah mereka semua adalah orang-orang yang tidak memahami apa yang sedang mereka bicarakan...


“Di Amerika kami menerbitkan uang kami sendiri. Kami menyebutnya Colonial Scrip. Kami menerbitkannya sesuai dengan proporsi permintaan dari perdagangan dan industri yang memproduksi semua barang dari produsen ke konsumen. Dengan mengendalikan mata uang kami sendiri, kami mengendalikan daya beli mata uang kami, dan kami tidak berhutang kepada siapapun.”
- Benjamin Franklin, salah satu Bapak kemerdekaan Amerika, 1764–


“Biarkan saya yang mengontrol uang sebuah negara, maka saya tidak peduli siapa yang menulis hukum di negara tersebut.”
- Mayer Amchel Rothschild. 1790 –


“Bila pemerintah tergantung pada para bankir untuk mendapatkan uang, maka bankirlah dan bukan pemerintah yang sedang memegang kendali. Tangan yang memberi di atas tangan yang menerima. Uang tidak mengenal nasionalisme, para bankir tidak memiliki patriotisme, satu-satunya tujuan mereka adalah keuntungan.”
- Napoleon Bonaparte, 1800 –


“Bila rakyat Amerika mengizinkan perbankan swasta untuk mengontrol uang dari mereka, pertama-tama lewat inflasi dan kemudian dengan deflasi, bank-bank dan korporasi yang mengelilinginya akan memisahkan rakyat Amerika dari properti mereka, sampai suatu hari anak-anak mereka akan bangun dari tidur tanpa rumah di atas tanah yang ditaklukkan oleh leluhur mereka.”
- Thomas Jefferson, Presiden Amerika, 1802 -


“Saya tidak peduli siapa boneka yang akan dipilih menjadi Raja Inggris untuk memimpin kekaisaran yang mana mataharinya tidak pernah terbenam. Orang yang mengontrol suplai uang Inggris mengendalikan kekaisaran Inggris, dan sayalah yang mengontrol suplai uang Inggris.”
- Nathan Mayer Rothschild, 1815 -


“Kalian (bankir internasional) para penjahat busuk, saya akan mengusir kalian, demi Tuhan, saya akan mengusir kalian.”
- Andrew Jackson, Presiden Amerika, 1833


“Bila anak-anaku tidak menginginkan perang, maka tidak akan terjadi perang.”
- Gutle Schnaper, Ibu dari Rothschild bersaudara, 1849 -


“Sejak saya bertugas di sini, saya mulai menyadari ternyata pemerintah tidak berkuasa atas masalah finansial. Mereka memang tidak direncanakan untuk berkuasa, pekerjaan sebenarnya mereka adalah melindungi dan menutupi “Kekuatan Kaya.”"
- William Gladstone, Perdana Menteri Inggris, 1852 –


“Pemerintahlah yang seharusnya mencetak dan mengedarkan uang sesuai dengan kemampuan belanja dari pemerintah dan daya beli dari masyarakat. Dengan mengadopsi prinsip ini, rakyat bisa dibebaskan dari bunga pajak yang sangat memberatkan. Uang akan menjadi pelayan manusia, bukan majikannya.”
- Abraham Lincoln, Presiden Amerika, 1862, menerbitkan dolar greenbacks, uang bukan hutang kepada bank sentral, mati ditembak 1865 –


“Siapa yang mengendalikan volume uang di sebuah negara adalah tuan sebenarnya dari industri dan perdagangan… dan ketika Anda sadar bahwa keseluruhan sistem ini sebenarnya mudah untuk dikendalikan, oleh sekelompok kecil orang di atas, Anda tak perlu diberitahu lagi dari mana datangnya periode deflasi dan depresi.”
- James Garfield, Presiden Amerika, 1881, mati ditembak –


“Di satu sisi ada sekelompok orang yang memegang kekuasaan karena mereka memiliki kekayaan besar, yang mengendalikan semua pekerja dan perdagangan, yang memanipulasi untuk kepentingan pribadi semua suplai uang, yang bahkan lebih berpengaruh daripada pemerintah sendiri, di sisi yang lain ada sekelompok besar lainnya yang tidak berdaya dan hidup menderita. Bunga pinjaman (riba), yang sudah berkali-kali dilarang oleh Gereja, masih dipraktekkan hari ini walaupun dengan bentuk yang berbeda, supaya sekelompok kecil orang kaya bisa mendapatkan keuntungan dari orang miskin yang hidup hanya sedikit lebih baik dibanding seorang budak.”
- Paus Leo XIII, 1898 –


“Kecuali kami mendapatkan hak pendirian Bank Sentral dengan kendali kredit yang kuat, bila tidak negara ini akan menjalani penderitaan dan kepanikan finansial terbesar dalam sejarahnya.”
- Jacob Schiff, 1907 –


“Kita telah menjadi salah satu pemerintahan terburuk yang ada dalam peradaban, bukan lagi pemerintahan yang memiliki kebebasan berpendapat, bukan lagi pemerintahan yang dijalankan oleh mayoritas suara, tetapi sebuah pemerintahan yang didominasi oleh sekelompok kecil orang. Sebagian orang-orang besar di Amerika, di dunia perdagangan dan manufaktur, sedang takut akan sesuatu. Mereka tahu ada sebuah kekuatan yang begitu terorganisir, begitu tak terlihat, begitu rumit, yang mana mereka sebaiknya tidak bicara terlalu keras kalau ingin mengutukinya.”
- Woodrow Wilson, Presiden Amerika, 1916 –


“Para bankir Internasional dan Standard Oil Rockefeller mengendalikan mayoritas surat kabar dan mereka mengusir para pegawai yang menolak bersekongkol untuk menutupi korupsi dan kekuatan tak terlihat mereka di pemerintahan.”
- Theodore Roosevelt, Presiden Amerika, 1919 -


“Pendirian sebuah bank sentral adalah 90% dari usaha mengkomuniskan sebuah negara.”
- Vladimir Lenin, 1919 -


“Bila sebuah negara bisa menerbitkan surat hutang, maka dia juga bisa menerbitkan mata uang. Elemen yang membuat sebuah surat hutang baik, juga akan membuat mata uangnya baik… Benar-benar gila mengatakan sebuah negara bisa menerbitkan 30 juta dolar surat hutang tetapi tidak boleh menerbitkan 30 juta dolar mata uang. Dua-duanya adalah janji untuk membayar, tetapi yang satu menguntungkan si pemberi riba, satunya lagi menguntungkan rakyat banyak.”
- Thomas Alfa Edison, salah satu penemu terbesar abad XX, 1921 –


“Penguasa sebenarnya dari Republik ini adalah Standard Oil Rockefeller bersama sekelompok kecil bankir internasional. Kelompok ini menjalankan pemerintahan Amerika demi kepentingan pribadi mereka. Mereka mengontrol kedua belah partai politik, menulis platform politik, dan menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin… Mereka mengontrol mayoritas surat kabar dan majalah di negeri ini.”
- John Hylan, Walikota New York, 1922 –


“Saya manusia yang paling tidak bahagia di dunia. Saya secara tak sengaja telah menghancurkan negaraku.”
- Woodrow Wilson, mengenai keputusannya mensahkan bank sentral Federal Reserve 11 tahun sebelumnya, 1924 –


“Inggris adalah budak dari kekuatan finansial internasional.”
- David Lloyd, Mantan Perdana Menteri Inggris, 1934 –


“Kami tidak cukup bodoh untuk mencoba menciptakan sebuah mata uang yang dibacking oleh emas, yang memang tidak kami miliki lagi, tetapi setiap Mark yang akan kami cetak akan dibacking oleh pekerjaan dan barang yang nilainya setara… kami tertawa saat ahli finansial nasional memandang bahwa nilai dari sebuah mata uang adalah tergantung kepada emas dan sekuritas lain yang berada di ruangan besi bank.”
- Adolf Hitler, menerbitkan Labor Treasury Certificate, uang bukan hutang kepada perbankan, dan Jerman pun dihancurkan secara besar-besaran dalam perang dunia II -


“Kekuatan dari kapitalisme finansial memiliki sebuah rencana yang lebih jauh, yaitu menciptakan sebuah sistem finansial dunia yang dikendalikan oleh tangan swasta yang mana orang-orang ini juga dapat mendominasi sistem politik dan ekonomi dari setiap negara secara keseluruhan. Sistem ini akan dikendalikan dengan model feodal oleh bank sentral di seluruh dunia yang menjalankan rencana ini secara bersama-sama. Setiap bank sentral… berencana untuk mendominasi pemerintahannya lewat kemampuannya untuk mengendalikan pinjaman, memanipulasi nilai tukar, mempengaruhi tingkat aktivitas perekonomian, dan mempengaruhi para politisi kooperatif dengan memberikan imbalan ekonomi di dunia bisnis.”
- Carrol Quigley, Sejarahwan, mentor Bill Clinton di kemudian hari, 1975 –


“Sistem perbankan modern menciptakan uang tanpa modal. Proses ini kemungkinan adalah ciptaan paling luar biasa yang pernah ditemukan. Perbankan dilahirkan dalam ketidaksetaraan dan dosa. Bankir memiliki dunia. Anda bisa mengambil apapun dari mereka, tetapi biarkan hak untuk menciptakan uang di tangan mereka, maka dengan sebatang pena mereka akan menciptakan cukup uang untuk membeli semuanya kembali… Ambillah kekuasaan besar ini dari tangan mereka maka semua kekayaan besar seperti yang saya miliki akan lenyap, dan akan ada sebuah dunia yang lebih baik untuk hidup. Tetapi bila Anda ingin terus menjadi budak dari bank dan membayar harga dari perbudakan, biarkanlah para bankir terus menciptakan uang dan mengontrol kredit.”
- Sir Josiah Stamp, Direktur Bank of England, 1941 –


“Kita akan memiliki Pemerintahan Dunia, tidak masalah Anda suka atau tidak. Satu-satunya pertanyaan adalah apakah Pemerintahan Dunia ini akan dicapai lewat penaklukkan atau persetujuan.”
- Paul Warburg, bankir internasional, 1950 -


“Petinggi di kantor kepresidenan telah digunakan sebagai basis untuk menghancurkan kebebasan rakyat Amerika, dan sebelum saya meninggalkan kantor ini, saya harus menginformasikan rakyat akan hal ini.”
- J.F. Kennedy, Presiden Amerika, menerbitkan silver dolar, uang bukan kredit dan mendatangani Executive Order 11110 untuk mencabut hak Federal Reserve untuk mencetak uang sebagai hutang kepada publik Amerika, mati ditembak 1963 –


“Siapa mengendalikan bahan pangan, dialah yang mengendalikan manusia. Siapa mengendalikan minyak, dialah yang mengendalikan benua. Siapa mengendalikan uang, dialah yang mengendalikan dunia.”
- Henry Kissinger, 1974 -


“Kami sangat berterima kasih kepada Washington Post, New York Times, majalah Time, dan penerbit-penerbit besar lain yang Direkturnya telah menghadiri pertemuan-pertemuan kami dan menepati janji mereka selama 40 tahun terakhir. Akan menjadi hal yang mustahil bagi kita untuk mengembangkan rencana kami di dunia, bila kita mendapatkan sorotan dari publik selama tahun-tahun ini.”
- David Rockefeller, 1991 –

***

Mayoritas orang sama sekali tidak akan memikirkan asal-usul penciptaan uang di masyarakat. Dan sekalipun diberitahu bahwa uang muncul dalam bentuk kredit (hutang), hal ini sama sekali tidak penting bagi mereka.

Tidak heran, karena sekolah dan universitas memang tidak mengajarkan ini. Kurikulum kita datang dari kurikulum luar negeri, dan kurikulum mereka ditulis oleh profesor yang digaji oleh institusi yang dibiayai oleh bankir internasional.

Sebelum Anda benar-benar menyadari makna perbudakan manusia lewat penciptaan uang dalam bentuk kredit, Anda tidak akan benar-benar memahami seberapa jahatnya sistem yang sedang kita gunakan, dan seberapa tidak mungkin kita mengatasi berbagai permasalahan sosial dan kemiskinan di sekeliling kita.

Indonesia bukan negara satu-satunya dengan penduduk miskin yang banyak. Semua negara menggunakan sistem penciptaan uang yang sama, dan mereka semua akan mengalami hal yang sama dengan kita.

Kalau memang ada perubahan yang Anda ingin lakukan di negara ini, mulailah dengan mempelajari sejarah uang. Mulai dari sana... Bila tidak, tidak ada perubahan berarti apapun yang perlu dibicarakan.

Nothing is going to change...

Kamis, 22 Januari 2009

Rabu, 21 Januari 2009

Divide & Conguer

Bayangkanlah situasi ini:

Di sebuah kapal pesiar besar tinggal sekumpulan orang. Mereka-mereka ini secara umum bisa dikelompokkan menjadi 3 kelompok: A, B, dan C.

A : Kelompok orang yang realistis. Mereka melihat segala masalah apa adanya, tanpa predudice yang berlebihan.

B : Kelompok orang yang penurut. Mereka akan ikut saja dengan pendapat mayoritas dan menyerahkan nasib mereka kepada orang-orang yang berpengaruh.

C : Kelompok orang naif yang baik hati. Sayang, kebaikan hati mereka juga diikuti dengan sifat keras kepala (ngeyel).

Suatu ketika, kapal ini didatangi oleh sebuah suku aneh yang sudah lama menghilang. Suku ini, karena kepercayaan dari nenek moyang mereka, berpikir bahwa membunuh / memperbudak manusia bukanlah dosa. Itu sebenarnya adalah hak mereka, sebab mereka percaya bahwa mereka adalah ras pilihan Tuhan.

Tekad dari suku ini adalah secara diam-diam memperbudak semua orang di kapal tersebut, menjadi parasit dengan menghisap semua sumber daya di dalam kapal ini.

Dengan berjalannya waktu, kehidupan orang-orang di dalam kapal tersebut, perlahan-lahan sudah mulai berubah, segala sendi-sendi kehidupan mereka terus memburuk, dan mereka pun sibuk berdebat mengenai apa yang seharusnya diperbuat.

A mengetahui bahwa suku itulah penyebabnya, dan menyarankan bahwa mereka segera mengusir suku tersebut dari kapal mereka. Segalanya berubah sejak kedatangan mereka. B ragu-ragu, dan C menentang pendapat A. Kata C, suku itu juga adalah ciptaan Tuhan, jadi kita harus tetap menyayangi mereka.

Karena jumlah C adalah mayoritas, maka itulah yang terjadi. Tidak ada perlawanan yang berarti terhadap suku tersebut. Sampai suatu saat, setelah semua sumber makanan dan kekayaan mereka telah dihisap habis oleh suku ini, suku ini memutuskan bahwa waktunya telah tiba untuk berpindah kapal.

Tengah malam, mereka diam-diam mengepak semua kekayaan yang berhasil mereka himpun dan pindah ke kapal kecil mereka, tidak lupa mereka melubangi kapal besar yang mereka tumpangi sebelumnya. Kapal itu, akhirnya tenggelam di tengah lautan. A, B, dan C, semuanya binasa…

***

Hari ini saya akan memposting sebuah topik, Divide & Conguer (Politik Pecah-Belah dan Penaklukan). Adalah hal yang mustahil bagi sebuah kelompok minoritas untuk memaksakan dominasi di tengah-tengah sekelompok banyak orang tanpa melakukan hal-hal yang kejam dan licik.

To the point saja, kelompok yang sama maksudkan adalah manusia penganut Talmudik. Entah kebetulan atau bukan, mereka-mereka ini adalah apa yang sering kita sebut sebagai orang Yahudi.

Tentu saja, Yahudi, sama seperti kelompok manapun juga, terdiri dari berbagai macam jenis orang. Tidak semua orang Yahudi menjadikan kitab Talmud sebagai kepercayaan mereka, dan dengan demikian bukan merekalah yang sedang saya bicarakan.

Yang saya bicarakan adalah Yahudi Talmudik. Ada juga yang menyebut kelompok ini dengan kosakata lain, seperti Ashkenazi, Kabalah, Illuminati, Zionis, Elite, dll. Tidak masalah kosakata apa yang digunakan, yang perlu Anda tahu adalah merekalah yang sedang dikecam oleh jutaan orang di seluruh dunia sekarang.

Kalau Anda membaca blog ini dari awal, Anda tahu bahwa sistem keuangan dunia saat ini adalah hasil rancangan kelompok ini. Debt based money system (kredit sebagai uang) dan riba adalah cara mereka mengambil alih dunia. Kita semua telah diperbudak oleh mereka lewat sistem ini. Sudah lebih dari 2000 tahun manusia bergelut dengan masalah ini. Abad-abad dalam perbudakan mereka, diikuti dengan abad-abad bebas dari perbudakan mereka, selang-seling saling berganti.

Namun, mereka tidak bisa mempertahankan kekuasaan mereka selama ini kalau hanya mengandalkan pengendalian sistem finansial. Mereka perlu melakukan hal lainnya, seperti pengendalian informasi lewat kontrol media dan juga terus-menerus memecah belah kaum Goyim (manusia non-Yahudi, yang arti lainnya adalah binatang!) dengan menciptakan kebodohan dan berbagai macam pertengkaran di antara mereka.

Salah satu poin dalam Protocols of Zion adalah pendapat mereka bahwa bila sebuah bangsa bisa dihancurkan dari luar, maka sudah sewajarnya bangsa itu juga bisa dihancurkan dari dalam. Karena jumlah mereka terbatas, mereka jelas tidak mau mencoba menghancurkan kelompok mayoritas lainnya secara fisik, maka cara yang mereka gunakan adalah menyusupkan orang dalam ke berbagai kelompok, dan memecah mereka dari dalam.

Anda pernah mendengar kata SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan)? Ya, masing-masing dari S,A,R, & A itu bisa dipecah-pecah lagi menjadi:
* S1, S2, S3, dll
* A1, A2, A3, dll
* R1, R2, R3, dll
* A1, A2, A3, A4, dll

Masing-masing dari sub bagian itupun masih bisa dipecah-pecah..
* S1a, S1b, S1c, dll
* S2a, S2b, S2c, dll

Perpecahan, tentu saja bisa datang sendirinya dari dalam kalangan kita sendiri, belum tentu adalah rancangan kelompok ini. Tetapi, kelompok parasit Talmudik ini pastinya juga dengan senang hati akan ikut membantu dan merancang berbagai skenario perselisihan di antara mereka.

Politik Divide & Conguer (pecah-belah dan penaklukan) dimulai dari sistem sosial yang paling kecil (keluarga), sampai ke yang paling besar, misalnya antar negara.

Coba perhatikan baik-baik masyarakat macam apa yang sedang kita tinggali, apakah berbagai trend, budaya, dan filsafat hidup modern terjadi karena memang zaman menuntut demikian, ataupun karena ada sekelompok orang yang sedang merancang trend, budaya, dan filsafat hidup baru untuk kita semua?

Keluarga

Nilai tradisional yang kita tahu adalah Bapak sebagai kepala keluarga, dan Istri adalah sebagai pendampingnya, sekaligus sosok yang merawat dan menjaga anak-anak mereka.

Hari ini, berkat propaganda emansipasi dan kesetaraan gender yang marak di berbagai media dan sekolah, nilai tradisional itu sudah mulai berubah. Jangan salah paham, saya tidak bermaksud mengatakan bahwa kodrat wanita lebih rendah dari pria, yang saya maksudkan adalah pria dan wanita, walaupun setara, tetapi mereka setara & saling melengkapi dengan cara melakukan hal-hal yang berbeda.

Yang kita lihat sekarang adalah pria dan wanita dibentuk untuk melakukan hal yang sama, bahkan cara berpakaian dan lifestyle yang semakin mirip. Sejumlah wanita modern, lebih senang memakai celana daripada gaun, memotong rambut gaya pria daripada model wanita. Sejumlah pria, asyik membaca majalah fashion dan trend pria metrosexual.

Coba lihat ini, what the hell is this??


Wanita Maskulin


Pria Feminim

Dan tentu saja, propaganda cinta sesama jenis (homoseksual & lesbian), semakin lama semakin jelas media-media utama yang berada dalam kendali kelompok ini menjadikan cinta sesama jenis sebagai hal yang normal, bahkan sekolah-sekolah di negara Barat sekarang mulai mengajarkan kepada murid-muridnya untuk mempertanyakan apakah heteroseksual adalah hal yang wajar!


Kampanye Homoseksual

Wanita yang tidak mirip wanita, pria yang tidak mirip pria, percayakah Anda kalau fenomena ini tidak dihentikan, semakin lama akan semakin tidak stabil masyarakat kita?

Keluarga yang bahagia dan cara hidup yang normal adalah basis penting dari kestabilan masyarakat. Generasi abnormal yang sedang “mereka” ciptakan hanya akan menambah penyakit masyarakat di masa mendatang.

Next, saat ini, karena propaganda kesetaraan gender dan juga karena tekanan ekonomi, kebanyakan pasangan orang tua harus bekerja. Konsekuensinya, perhatian mereka ke anak-anak mereka pun jauh berkurang.

Sejumlah problem anak-anak seperti keterlibatan di obat terlarang, maupun sex bebas adalah akibat dari fenomena ini. Rusaknya sejumlah besar generasi muda di berbagai negara tentu saja memberikan efek negatif jangka panjang di mana pun juga, bagaimanapun masa depan sebuah bangsa tergantung kepada kualitas generasi muda mereka.

Suku - Agama – Ras – Antar Golongan

Tidak susah menemukan perselisihan berbau SARA. Saya yakin di tempat Anda tinggal sekalipun sudah ada, tidak perlu cari jauh-jauh.

Politik adu-domba antar suku, agama, ras, antar golongan bukan strategi baru. Inilah senjata lain yang paling efektif untuk mengalihkan perhatian dari masalah yang paling penting, perbudakan kita oleh sistem kredit (hutang) sebagai uang & riba! Masing-masing dari S,A,R, & A tampaknya selalu bisa ditemukan salah satu sub-bagian mereka untuk dijadikan kambing hitam atas masalah yang terjadi.



Kita ambil contoh saja, saat ini agama yang paling populer untuk dijadikan sebagai “teroris” oleh media Barat adalah agama Islam. Tetapi kawan, bagi Anda yang bukan Muslim, pernahkah Anda berpikir, kalau mereka sekarang bisa melakukannya terhadap Islam, mengapa mereka tidak akan melakukannya juga terhadap yang lainnya? Katolik, Kristen, Buddha, Hindu, dll, Anda-Anda hanya belum kebagian waktunya saja. Bila suatu ketika “Mereka” menginginkan Anda yang menjadi “teroris”, maka akan tiba giliran Anda juga untuk menjadi “Osama” yang berikut.


contoh propaganda adu domba antar agama



propaganda rasialisme



Perpecahan Intenal

Sebuah berita lain yang menarik, akhir-akhir ini di Eropa mulai marak bis kota dengan iklan anti Tuhan. Coba lihat gambar ini:


bis kota atheis

Masyarakat tanpa kepercayaan terhadap Tuhan tampaknya juga adalah sebuah target yang ingin dicapai kelompok ini.

Tentu saja, segala hal yang bisa mempersatukan masyarakat akan perlahan-lahan dihancurkan. Manusia tanpa kemampuan berpikir, bodoh, dan tidak bersatu adalah salah satu aset terpenting kelompok ini untuk mempertahankan kekuasaan mereka.

Bidang lain, misalnya politik. Pemilu Indonesia kita tahun ini akan diikuti oleh puluhan partai. Perhatikan bahwa kelompok yang sama bisa diwakili oleh berbagai partai yang berbeda. Apakah ini benar-benar fenomena normal, atau perpecahan golongan besar ini juga adalah rancangan dari “Mereka”?

Hal lain, sadarkah Anda secara sengaja atau tidak, kita (rakyat secara umum) sudah dibentuk untuk membenci, ataupun menganggap remeh pemerintah, termasuk polisi dan tentara. Kitalah yang menggaji mereka lewat pembayaran pajak, mereka seharusnya bekerja untuk kita. Tetapi trend yang terjadi sekarang di mana-mana adalah rakyat vs pemerintah.

Coba direnungkan, apakah kita semua tidak sedang diset-up oleh suatu kelompok untuk terpecah belah selamanya?

Antar Negara

2 negara di top list daftar paling dibenci di dunia kemungkinan besar adalah Israel dan Amerika Serikat.

Tentu saja, dua negara itu (beserta negara sekutu mereka) juga melancarkan propaganda untuk menjadikan negara “teroris” semacam Iran, Venezuela, Arab, Pakistan, Bangladesh, India untuk dibenci oleh kelompok lainnya di dunia. Oh ya, dan Cina, negara “komunis” yang “kejam dan brutal” terhadap rakyatnya. Mereka juga pantas dibenci.

Kawan… Bukalah matamu, lihatlah baik-baik semua hal yang kita saksikan dan alami di kehidupan kita. Jangan sampai kita semua menjadi monyet percobaan sebuah kelompok “tidak kelihatan” dalam agenda Divide & Conguer mereka!

United We’re Strong, Divided We’re Gone!

Senin, 19 Januari 2009

Info dari Lindsey Williams

Anda pernah mendengar seorang pastur bernama Lindsey Williams? Dia pernah menulis sebuah buku berjudul "Energy Non-Crisis," isinya adalah bahwa teori Peak Oil hanyalah omong kosong dari kartel minyak (& perbankan) sebagai bagian dari rencana besar mereka untuk mengendalikan dunia.



Orang mengatakan bahwa dia memiliki relasi dengan sejumlah petinggi kartel minyak internasional. Sebagai balasan bahwa dia tidak akan mencetak ulang bukunya dan membahas masalah stok minyak Amerika yang berlimpah di Gull Island, petinggi kartel itu setuju untuk membocorkan sedikit informasi mengenai rencana "The Elite" ke depan.



Bulan Juli tahun 2008, saat harga minyak dunia masih tinggi-tingginya, dia "membocorkan" informasi bahwa harga minyak akan ditekan ke bawah level $50. Orang-orang menertawainya, katanya itu tidak mungkin terjadi. Tentu saja, hari ini orang-orang itu tidak lagi menertawainya.

Berikut adalah informasi terbaru dari pastur ini. Percaya atau tidak, terserah Anda... (Info dari website Henry Makow)

1. Harga minyak dijatuhkan oleh kartel minyak sebagai upaya untuk menekan kekuatan negara Arab / OPEC. "Mereka" mau membangkrutkan negara OPEC, terutama Iran & Venezuela, dengan mengurangi pendapatan mereka sebesar lebih dari 75%. Iran sudah mulai membuat bursa perdagangan minyak mereka sendiri, melompati pasar New York dan London. Mereka juga memperdagangkan minyak mereka dengan menggunakan mata uang non-US dolar. Menurut Williams, ini tidak akan dibiarkan karena mengancam kekuasaan mutlak sistem perbankan Barat.

2. Negara Arab mulai mempertimbangkan untuk tidak lagi membeli aset dalam nominasi US dolar, hal yang mana yang telah mereka lakukan selama 35 tahun terakhir sejak persetujuan Bretton Wood tahun 1971. Hal yang sama juga sedang dipertimbangkan oleh Cina, India, dan negara Asia lainnya. Dengan demikian, hutang nasional Amerika tidak akan lagi dibiayai oleh negara-negara tersebut. Federal Reserve akan membiayai defisit dengan mencetak uang baru / monetisasi hutang. Ini akan menjadi ancaman inflasi besar.

3. Emas dan minyak biasanya bergerak bersamaan dalam arah yang sama. Mulai sekarang tidak lagi, karena intensitas permintaan dan spekulasi, emas dan minyak akan bergerak sendiri-sendiri.

4. Tahun ini, 2009, Amerika akan menghadapi kehancuran total ekonomi. Nilai dolar akan jatuh dengan dalam, dan butuh bertahun-tahun lamanya agar Amerika bisa bangkit kembali.

5. OPEC tidak bisa memotong supply minyak cukup besar untuk mempengaruhi harga.

6. Papacy dan Yesuit tidak ada hubungannya dengan skenario dunia yang sedang terjadi.

7. "The Elite" tidak akan pernah membiarkan Amerika mandiri atas kebutuhan energi mereka. Stok minyak dalam negeri Amerika tidak akan ditambang.

8. Mengenai Obama, tidak ada perubahan apapun yang akan dia lakukan. Pengambil keputusan di sekelilingnya, adalah anggota Council on Foreign Relations (CFR), orang-orang yang sama dari "The Elite" atau "Globalist" yang menjalankan pemerintahan Clinton dan Bush.

9. Karena besarnya penurunan pendapatan dari minyak, Dubai akan menjadi "kota mati."

10. Semua negara Arab akan memasuki depresi. Anggaran negara mereka dibuat dengan asumsi harga minyak $80, sekarang yang bisa mereka lakukan hanyalah mengurangi pengeluaran besar-besaran.

11. Selain tidak lagi membeli surat hutang negara Amerika, Arab / OPEC secara aktif akan MENJUAL surat hutang yang sebelumnya mereka pegang. Hal yang sama juga dilakukan Asia, termasuk Cina. Mereka semua akan mengalihkan uang mereka ke emas dan aset-aset tampak lainnya.

12. Rencana jangka panjang "The Elite" adalah mengontrol dan memiliki semuanya.

13. Harga bahan bakar akan tetap di kisaran $1.50 per galon (di Amerika) untuk 1 - 1,5 tahun ke depan. Pendapatan berbagai negara bagian (Amerika) dari pajak penjualan minyak akan menurun drastis. Beberapa negara bagian akan menyatakan diri bangkrut, terutama California.

14. "Mereka" akan mengontrol harga minyak dengan menyediakan minyak dalam jumlah masif ke pasar. Dua pengumuman besar mengenai suplai minyak akan datang dari Indonesia (yang memiliki stok lebih dari 300 milyar barel), dan satunya lagi dari Rusia.

15. "Mereka" akan menghancurkan Amerika, dan kemudian melakukan konsolidasi kekuasaan dengan membeli semua aset tersisa dengan harga murah. "Mereka" juga akan mengambil alih industri otomotif dan real estate. Tentu saja, hanya di waktu yang tepat, setelah harga jatuh ke level dasar. Setelah tahun-tahun kehancuran ke depan, "Mereka" akan menguasai semuanya.

16. Rusia akan kembali menjadi kekuatan besar. Akan ada persaingan besar kembali antara Barat dan Rusia.

17. Tidak akan ada perang melawan Iran. Penduduk Amerika saat ini tidak mungkin menyetujuinya. "Mereka" akan menghancurkan Iran lewat metode ekonomi tanpa menggunakan perang.

18. Dalam waktu 6 - 9 bulan ke depan Amerika akan memasuki masa hiperinflasi. "Sediakan semua kebutuhan Anda sekarang."

19. Negara-negara di seluruh dunia, terutama Cina, akan membuang dolar Amerika dan membeli emas.

20. Alasan mengapa emas susah didapat (di Barat) saat ini adalah karena "Mereka" tidak ingin masyarakat bisa memproteksi kekayaan mereka.

21. "Mereka" takut terhadap emas karena emas adalah hal yang tidak bisa mereka kontrol. Mereka mengganggap emas sebagai "uang yang sebenarnya."

22. Ketakutan terbesar "Mereka" saat ini adalah bahwa masyarakat "terbangun" dari mimpi mereka. "Mereka" tidak mau menerapkan hukum darulat (martial law), sebab bisa memicu revolusi dan perubahan kekuasaan.

23. Penduduk Amerika takut akan pemerintahan Obama. Satu hari setelah pengumuman Pemilu, penjualan senapan di Amerika meningkat 400% di Wal Mart.

24. "Mereka" tidak lagi mencoba implementasi Uni Amerika Utara (North American Union) antara Amerika, Kanada, dan Meksiko. Target mereka adalah langsung ke global goverment, global bank, global currency.

Nasehat dari Williams kepada publik sekarang adalah...

1. Percayalah kepada Tuhan. Tata ulang kehidupan spiritual Anda. Pada saat bersamaan, bersikap skeptislah pada segalanya. Investigasi semua informsi Anda, terutama yang berasal dari pemerintahan.

2. Mulailah berkebun (menanam makanan).

3. Jangan berhutang. Hutang adalah senjata perbudakan "Mereka."

4. Stoklah sebanyak mungkin bahan pangan. Ekonomi pertanian sudah ambruk.

***

Jumat, 16 Januari 2009

Mitos Uang

Cerita favorit saya tentang sistem kredit (hutang) sebagai uang adalah "Saya Menginginkan Seluruh Dunia Plus 5%." Bagi Anda yang tidak menyukai bacaan panjang dan berat, dongeng itu bisa menjadi cerita pembuka selera Anda.

Hari ini saya akan memposting sebuah dongeng lagi. Cerita ini berisi hal yang sama, tentang kredit sebagai uang, sistem yang sudah dipakai di seluruh dunia selama beberapa ratus tahun terakhir (silahkan baca "Sejarah Pedagang Uang").

Bagi Anda yang masih hidup dalam ilusi bahwa Indonesia merdeka tahun 1945, bangunlah dari tidurmu.. Kita semua masih adalah budak, bedanya hanya tuan kita sekarang tidak muncul langsung di hadapan kita, memerintah kita untuk bekerja paksa.

Setiap sen uang di negara kita, dan juga negara lainnya adalah kredit, alias hutang. Dan Uang muncul hanya dalam bentuk kredit. Kita semua adalah penyewa uang, tidak lebih dari itu.

Yang namanya hutang harus dibayarkan kembali plus bunga yang tidak diciptakan oleh bankir. Sampai kapan pun total hutang tidak mungkin dilunasi. Tahun demi tahun, kita bekerja untuk hanya untuk melayani dan memperkaya sang pencipta kredit, para bankir...Rata Penuh
***

Judul Asli : MONEY MYTH
Pengarang : Louis Even


1. Korban Kapal Tenggelam


Karena suatu kecelakaan sebuah kapal tenggelam. Pada akhirnya, tinggal 5 yang selamat, mereka menaiki sebuah rakit dan dibawa oleh arus ombak.
Kelima orang ini: Frank, si tukang kayu. Paul, seorang petani. Jim, peternak. Harry, penanam agrikultur. Dan Tom, seorang mineralogist.

2. Sebuah Pulau Yang Diberkati


Bagi kelima orang ini, menginjakkan kembali kaki ke daratan, bahagianya ibarat baru bangkit dari kuburan. Syukurnya pulau yang mereka datangi ini adalah tanah yang subur. Jim, si peternak, sepenuhnya yakin dia bisa beternak dengan baik binatang-binatang di pulau itu. Paul juga meyakini tanah di pulau ini mudah untuk ditanami. Harry menemukan bahwa beberapa pohon buah-buahan di sana, bila dirawat dengan baik, akan menghasilkan panen yang lumayan. Pulau itu juga penuh dengan pohon, Frank si tukang kayu akan dengan mudah mendapatkan kayu dan mulai membangunkan rumah-rumah. Dan si Tom, walaupun kekurangan alat kerja, tapi dengan keahliannya, masih sanggup menambang secara sederhana kekayaan alam di sana.

3. Kekayaan Yang Sebenarnya

Inilah mereka yang sedang bekerja. Si tukang kayu membangun rumah dan perabotan. Awalnya mereka mencari makanan seadanya. Tetapi dengan berlalunya waktu, tanah-tanah mulai dikerjakan dengan rapi di ditanami, dan si petani pun mulai bisa menikmati panennya.


Waktu terus berlalu, dengan kerja keras dari kelima orang ini, pulau yang mereka datangi ini pun menjadi semakin kaya. Kekayaan mereka bukanlah dalam bentuk emas atau kertas uang perbankan, tetapi kekayaan dari barang-barang yang benar-benar memiliki nilai, kekayaan dalam bentuk makanan, pakaian, hunian, dan segala yang lain yang diperlukan oleh manusia.

Setiap orang mengerjakan apa yang dia bisa. Surplus dari produksinya mereka saling bertukar satu sama lain. Walaupun kehidupan tidak gampang, karena masih banyak hal lainnya yang mereka nikmati sebelumnya sebelum kapal mereka tenggelam sekarang masih tidak ada, tetapi setidaknya mereka sekarang terbebas dari yang namanya pajak, atau rasa takut akan sitaan harta. Mereka hidup dengan sulit tetapi setidaknya bisa menikmati buah dari pekerjaan mereka.

Sambil berupaya untuk hidup, mereka tetap berdoa, berharap suatu hari mereka bisa kembali lagi berkumpul dengan keluarga mereka seperti dulunya.

4. Sebuah Ketidaknyamanan Yang Serius

Dengan berlalunya waktu, akhirnya mereka menemukan sebuah hal yang sangat menggangu, mereka tidak memiliki uang sebagai medium pertukaran yang lebih baik. Produk yang mereka pertukarkan, tidak selalu ada di tangan saat sebuah transaksi dijalankan. Contoh, kayu yang diberikan kepada petani tidak bisa dibayar oleh si petani sebelum 6 bulan masa tanam berakhir. Kadang-kadang lagi, seseorang memiliki sesuatu yang nilainya lebih besar daripada yang barang yang ada di tangan rekan dagangannya.


Orang-orang ini, walaupun mereka tahu cara memproduksi barang, kekayaan yang sebenarnya, tetapi bagaimana menciptakan uang, simbol dari kekayaan, adalah di luar kemampuan pikir mereka. Tentu saja, orang-orang berpindidikan juga kadang-kadang sama, demikian juga para pejabat di pemerintahan, semuanya tidak tahu bagaimana uang harus diciptakan.

5. Datangnya Seorang Pendatang

Suatu hari, saat kelima orang ini sedang duduk-duduk di pantai, mendadak datang sebuah kapal kecil dengan seorang penumpang. Orang ini ternyata adalah seorang korban yang selamat dari kapal lain yang juga tenggelam, nama orang ini adalah Oliver.


Bahagia karena memiliki teman baru, kelima orang ini memperlakukan dia dengan sangat baik, dan mereka pun bercerita kepada Oliver tentang kesulitan mereka karena tiadanya uang untuk digunakan.

“Oh, puji Tuhan,” Kata Oliver, “Karena saya sebenarnya adalah seorang bankir. Dalam waktu singkat, saya akan merancang sebuah sistem keuangan yang saya jamin akan memuaskan kalian semua. Kalian akan mulai kembali ke peradaban.”

Kelima orang ini pun bersyukur luar biasa atas datangnya bankir tersebut, ibarat malaikat yang diutus oleh Tuhan. Bukankah kita-kita, yang hidup dalam peradaban yang maju, memang terbiasa memuja para bankir, sang penguasa dan darah dari sistem finansial kita?

6. Dewa Peradaban

“Oh Bapak Oliver, sebagai bankir kami, tugas Anda satu-satunya adalah menjaga uang kami, Anda tidak perlu bekerja di lapangan.”


Oliver mulai mengambil barang-barang yang dia selamatkan dari kapalnya yang tenggelam, kertas dan sebuah mesin cetak, lengkap dengan tintanya, dan juga sebuah tong besar.

Tong ini, kata Oliver, “Berisi harta yang paling berharga… Emas!”

“Wow…. Hebat, benar-benar malaikat utusan Tuhan. Barang kuning ini, walaupun lebih sering disembunyikan dan tidak kelihatan, tetapi senantiasa memiliki kekuasaan yang amat besar, bahkan bisa mempengaruhi nasib dari sebuah bangsa."

“Kawan-kawan, emas ini lebih dari cukup untuk kalian semua. Tetapi emas ini tidak untuk disirkulasikan. Emas harus tersembunyi. Emas adalah jiwa dari uang yang sehat, dan yang namanya jiwa selalu tidak kelihatan. Saya akan menjelaskannya nanti saat Anda mendapatkan suplai uang Anda yang pertama.”

7. Galian Rahasia

Oliver bertanya kepada kelima orang ini tentang berapa kira-kira yang mereka butuhkan untuk memulai perdagangan, dan mereka menjawab “$200 sudah cukup.”

Kelima orang ini bahagia sampai tidak bisa tidur, dalam kepala mereka sekarang penuh dengan gambaran emas di tangan mereka.


Oliver sendiri, bekerja penuh semangat karena bahagianya dia akan nasibnya sebagai bankir. Mula-mula dia menggali sebuah lubang untuk meletakkan tong yang berisi emas itu. Kemudian dia pun sibuk mencetak uang-uang kertas $1 baru sebanyak $1000.

“Hebat, betapa sederhananya membuat uang. Semua nilainya datang dari produk yang bisa dibelinya. Tanpa produksi, kertas-kertas ini sebenarnya sampah. Kelima customer saya yang naïf tidak menyadari ini. Mereka benar-benar berpikir uang ini nilainya datang dari emas. Kebodohan mereka adalah alasan mengapa saya adalah tuan mereka.”

Besoknya, kelima orang ini pun menghampiri Oliver.

8. Siapa Pemilik Uang Ini?

Lima set uang sudah siap di atas meja.


Oliver berkata, “Sebelum Anda mengambilnya, saya ingin perhatian dari Anda. Basis dari uang ini adalah emas. Dan emas yang saya simpan adalah emas saya. Konsekwensinya, uang ini adalah uang saya. Tapi jangan bersedih, saya akan meminjamkannya kepada Anda. Namun, Anda harus membayar bunga. Mengingat uang sangat susah didapat, saya rasa 8% tidaklah terlalu tinggi.”

“Oh, tentu saja, Pak Oliver,” Kata kelima orang itu.

Oliver menyambung, “Hal yang terakhir kawan, bisnis adalah bisnis, walaupun antara kawan akrab. Sebelum Anda mengambil uang ini, masing-masing dari Anda harus menandatangani surat ini. Anda berjanji akan membayar bunga dan juga pinjaman pokok, bila tidak saya akan memiliki hak untuk menyita aset Anda. Tentu saja, ini hanya formalitas. Properti Anda tidaklah menarik bagi saya, saya hanya ingin uang. Saya yakin saya akan mendapatkan uang saya kembali, dan Anda juga tidak akan berpisah dengan harta Anda.”

“Hm, masuk akal Pak Oliver. Kami akan bekerja lebih keras lagi supaya bisa membayar Anda kembali.” Dan kelima orang ini pun mengambil uang tersebut dan mulai menggunakannya.

9. Sebuah Masalah Arimatika

Uang dari Oliver beredar dengan cepat di pulau tersebut. Perdagangan, karena dipermudah oleh adanya uang, pun meningkat dua kali lipat. Semua orang bahagia. Si bankir pun mulai mendapat status dan rasa hormat dari kelima orang tersebut.


Tetapi, mari kita lihat… Mengapa si Tom tampak murung? Karena Tom, sama seperti teman-temannya, telah menandatangani surat perjanjian kepada Oliver. Dalam waktu satu tahun, $200 + $16 bunga harus dikembalikan. Tetapi Tom hanya menyisakan beberapa dolar sekarang, dan waktu untuk membayar sudah semakin dekat.

Sudah lama juga dia bimbang.. Oliver meminjamkan $1000 kepada mereka berlima, tetapi uang yang harus dikembalikan adalah $1080. Sekalipun mereka berlima mengembalkan semua uang di tangan kepada Oliver, mereka masih kekurangan $80. Tak seorang pun memiliki $80 ini.

Memang mereka yang memproduksi barang, tetapi mereka tidak memproduksi uang. Oliver pada dasarnya bisa mengambil alih seluruh pulau ini, karena mereka berlima sama sekali tidak sanggup membayar kepada Oliver sesuai perjanjian.

Tom pun mulai berdiskusi dengan keempat temannya, Tom berhasil menjelaskan kepada mereka tentang anehnya sistem ini. Teman-teman Tom mulai mengerti, dan mereka pun memutuskan untuk mengadakan pertemuan dengan Oliver.

10. Bankir Yang Baik Hati

Lima orang ini pun berdebat dengan Oliver tentang masalah ini.


“Mana mungkin kami sanggup membayar $1080 kalau semua uang yang eksis hanya $1000?”

Oliver mendengarkan dengan tenang, dan kemudian menjawab kepada mereka, “Bankir yang baik selalu beradaptasi dengan keadaan. Mulai sekarang kalian hanya perlu membayar bunganya saja kepadaku. Pokok pinjaman bisa Anda simpan terus.”

“Maksudnya $200 pinjaman kami dianggap lunas?” Tanya salah satu dari mereka.

“Tentu saja tidak. Bankir tidak akan menghapuskan hutang. Yang saya maksudkan adalah mulai sekarang Anda hanya perlu membayar bunganya saja, $80 per tahun kepada saya. Mungkin di antara kalian ada yang kekurangan uang karena kurangnya perdagangan. Kalau begitu, organisasikan komunitas Anda seperti sebuah bangsa. Buat sebuah sistem kontribusi, yaitu apa yang kita sebut dengan pajak. Orang yang punya lebih harus membayar lebih, dan yang kekurangan membayar lebih sedikit.”

Kelima orang ini pun pergi dengan diam, tetapi dalam hati mereka masih bingung.

11. Oliver Yang Bersuka-Ria

Oliver kembali sendiri. Dia berpikir: “Bisnis lagi bagus. Orang-orang ini memang pekerja yang rajin, tetapi mereka bodoh. Ketidaktahuan dan kenaifan mereka adalah kekuatan saya. Mereka meminta uang, dan yang saya berikan kepada mereka adalah rantai perbudakan.”


“Tentu saja, mereka bisa saja membuang saya ke laut. But hei… Saya punya tanda tangan mereka. Mereka orang-orang jujur, mereka akan menepati perjanjiannya. Orang jujur dan pekerja keras memang ada di dunia untuk diperbudak para ahli finansial.”

“Oh Mammon! Saya merasakan kegeniusan perbankan merangkai keseluruhan hidupku. Oh Tuanku! Betapa benarnya kamu saat kamu berkata: Izinkan saya mengontrol uang sebuah negara, dan saya tidak peduli siapa yang membuat hukumnya. Sayalah tuan di pulau ini karena sayalah yang mengontrol uangnya.”

“Jiwaku penuh dengan antusiasme dan ambisi. Aku bisa mengenalikan seluruh alam semesta. Apa yang aku, Oliver, lakukan di sini bisa aku lakukan terhadap seluruh dunia. Oh! Andaikan saja saya bisa meninggalkan pulau ini, saya tahu pasti saya bisa mengendalikan seluruh dunia tanpa perlu mengenakan mahkota raja.”

“Kebahagiaan tertinggi saya adalah kalau saya bisa menerapkan filosofi ini di pikiran orang-orang yang akan memimpin masyarakat: bankir, industrialis, politisi, reforman, guru, jurnalis, dll, semuanya akan menjadi budakku. Publik akan merasa puas hidup dalam perbudakan di saat para elit di antara mereka akan menjadi pengawas mereka.”

12. Biaya Hidup Yang Tak Terjangkau

Situasi perlahan-lahan bertambah buruk di pulau ini. Produksi memang meningkat, dan aktifitas barter turun ke minimum. Oliver menerima bunga pinjamannya secara teratur. Yang lain harus berpikir bagaimana menyisakan uang untuknya. Dengan demikian, uang tidak benar-benar beredar dengan bebas.

Mereka yang membayar lebih banyak pajak memprotes. Mereka menaikkan harga jual barangnya sebagai kompensasi atas kerugiannya. Mereka yang tidak membayar pajak akhirnya harus menghadapi biaya hidup yang terus meningkat. Bila seseorang akhirnya bekerja untuk yang lain, dia akan terus-menerus meminta kenaikan gaji untuk memenuhi ongkos hidup yang terus meningkat.


Moral sudah sangat rendah, tidak ada lagi kesenangan dalam hidup. Tidak juga semangat dalam bekerja. Untuk apa juga? Penjualan sangat sulit. Kalaupun menjual, akhirnya harus membayar pajak. Ini benar-benar sebuah krisis. Dan kelima orang ini saling menuduh satu sama lain bahwa mereka menuntut terlalu banyak sumbangan dari yang lain.

Suatu hari, Harry, yang duduk merenungkan situasi mereka, akhirnya tiba pada sebuah kesimpulan akhir. Perubahan sejak kedatangan si perancang sistem moneter baru mereka telah merusak segalanya di pulau itu. Tentu saja, mereka berlima juga memiliki kesalahan, tetapi tetap saja sistem dari Oliverlah yang menyebabkan kerusakan terbesar.

Harry berhasil menjelaskan kepada teman-temannya. Satu demi satu dari mereka akhirnya paham, dan mereka pun memutuskan untuk mengadakan pembicaraan lagi dengan Oliver.

13. Diperbudak Oleh Oliver

Pertengkaran hebat pun terjadi.

“Uang benar-benar kurang di pulau ini kawan, karena Anda mengambilnya dari kami! Kami membayar dan membayar, dan tetap saja kami berhutang sama banyaknya seperti sebelumnya. Kami sudah bekerja dengan sangat keras, tetapi kondisi kami bahkan lebih buruk dibanding sebelumnya. Hutang! Hutang! Yang ada pada kami hanyalah hutang!”


“Oh, kawan, bicaralah yang masuk akal! Kehidupan kalian sudah lebih baik, terima kasih kepadaku. Sistem perbankan yang baik adalah aset terbaik sebuah bangsa. Tetapi supaya bisa berfungsi maksimal, Anda harus mempercayai bankirnya. Datanglah padaku seperti datang pada ayahmu. Apakah uang yang Anda inginkan? Tidak masalah, simpanan emasku masih cukup untuk menerbitkan ribuan dolar yang lain. Saya akan meminjamkan kepada kalian seribu dolar lagi, Anda tinggal menjaminkan aset Anda kepadaku.”

“Jadi sekarang hutang kami menjadi $2000! Dan kami harus membayar dua kali lipat bunga sepanjang sisa hidup kami!”

“Ya, benar --- Tetapi saya akan meminjami kalian lagi saat nilai properti Anda meningkat. Kalian tidak perlu membayar saya apapun selain bunga. Kalian bisa menggabungkan semua hutang kalian menjadi satu, kita akan menyebutnya konsolidasi hutang. Kalian bisa menambah hutang itu, tahun demi tahun.”

“Dan menaikkan pajak, tahun demi tahun?”

“Tentu saja, tetapi pendapatan Anda kan juga akan meningkat setiap tahun.”

“Jadi, semakin pulau ini maju karena usaha kami, semakin besar hutang publik kami!”

“Iya, emangnya kenapa! Sama seperti di manapun di peradaban yang lain. Tingkat peradaban sebuah komunitas selalu bisa dilihat dari seberapa besar ukuran hutang mereka kepada bankir.”

14. Srigala Memakan Domba

“Itukah yang namanya sistem moneter yang sehat, Pak Oliver?”


“Bapak-bapak, semua uang yang baik adalah berbasis emas, dan muncul dari bank dalam bentuk hutang. Hutang nasional adalah hal yang baik. Ini akan mencegah kalian merasa puas diri. Ini akan membuat pemerintahan manapun lebih bijak, yang diturunkan oleh bankir. Sebagai bankir, sayalah obor cahaya peradaban di pulau ini. Sayalah yang akan mendikte politik dan mengatur standar hidup kalian.”

“Pak Oliver, kami bukan orang berpindidikan, tetapi kami tidak ingin peradaban seperti itu di sini. Kami tidak akan meminjam satu sen pun lagi dari Anda. Tidak masalah uang baik atapun tidak baik, kami tidak ingin lagi bertransaksi denganmu.”

“Bapak-bapak, saya benar-benar kecewa dengan keputusan kalian. Tetapi bila kalian mengingkari perjanjian ini, ingat, saya punya tanda tangan kalian. Bayar saya semuanya – pokok pinjaman dan bunga.”

“Tetapi itu mustahil, Pak. Kalaupun kami mengembalikan semua uang yang ada di pulau ini, kami masih tidak bisa melunasinya.”

“Saya tidak bisa membantu. Kalian sudah menandatangani perjanjian ini sebelumnya, bukan?”

“Berdasarkan isi kontrak, dengan demikian saya berhak menyita semua properti kalian. Kalian harus mentaati apapun yang saya katakan sekarang. Kalian akan terus mengeksploitasi pulau ini, dan terus melayani saya. Sekarang kalian keluar! Dan tunggu perintah dari saya besok.”

15. Mengendalikan Media

Oliver tahu pasti siapa yang mengendalikan uang, dialah yang mengendalikan bangsa. Tetapi dia juga sadar, untuk mempertahankan kekuasaan, sangat penting untuk mempertahankan agar masyarakat tetap bodoh, dan terus mengalihkan perhatian masyarakat ke hal yang lain.

Oliver mengamati bahwa dari 5 orang itu, 2 termasuk konservatif dan 3 adalah liberal.

Harry, yang termasuk netral di antara mereka berlima, menyadari bahwa mereka semua memiliki kebutuhan dan aspirasi yang sama, menyarankan agar dibentuk sebuah perserikatan bersama, untuk memberikan tekanan kepada penguasa. Serikat semacam ini, tentu saja tidak diizinkan oleh Oliver. Ini akan berarti akhir dari kekuasaannya. Tidak ada diktator dan ahli finansial manapun yang sanggup menghadapi masyarakat yang bersatu, masyarakat yang terdidik.

Dan dengan demikian, Oliver pun mulai menciptakan perpecahan di antara mereka. Dia membiayai dua jenis Koran. “The Sun” untuk para liberal, dan “The Star” untuk para konservatif.


Topik umum “The Sun” adalah: Penderitaan terjadi karena kaum pengkhianat konservatif telah menjual kepentingan bersama kepada perusahaan besar. Dan topik umum “The Star” adalah: Hancurnya negara, bisnis pada umumnya, dan hutang publik adalah karena tanggung jawab para liberal.

16. Sebuah Harta Terapung

Suatu hari, Tom, saat berada di pantai, menemukan sebuah perahu kosong yang terapung di tepian.


Di dalamnya, terdapat sebuah naskah yang masih dalam kondisi baik, “Tahun Pertama Kredit Sosial.”

Dia membacanya dengan teliti, dan akhirnya dengan bahagia berkata, “Inilah yang kita cari! Seharusnya kita memahami hal ini sebelumnya.”

“Nilai uang datang bukan dari emas, tetapi dari produk di mana uang itu bisa digunakan untuk membeli.”

Sederhananya, uang adalah unit akuntansi, berpindah-pindah mengikuti pembelian dan penjualan. Total uang tergantung total produksi.

Setiap saat produksi meningkat, unit uang pun ikut meningkat. Tidak diperlukan bunga saat uang diciptakan. Kemajuan dinilai bukan dari naiknya hutang publik, tetapi dari dividen yang diciptakan oleh masing-masing individual. Harga barang adalah disesuaikan dengan daya beli dari koefisien harga. Kredit sosial.

Tom berlari dengan cepat, tak sabar untuk menemui teman-temannya.

17. Uang – Akuntansi Dasar

Tom mengajarkan kepada teman-temannya apa yang barusan dikirim oleh Tuhan kepada mereka, kredit sosial.

“Inilah yang kita perlukan, tanpa si bankir dan emasnya, tanpa perlu untuk melibatkan diri dalam hutang”

“Saya akan membuka masing-masing sebuah account atas nama kalian semua. Di sisi kanan kolom adalah kredit yang meningkatkan nilai account Anda, dan di sisi kiri adalah debit yang mengurangi nilai account Anda.”

“Setiap orang membutuhkan $200 untuk memulai. Tak masalah. Kita menulis $200 di sisi kredit di buku masing-masing.”


Frank membeli dari Paul sebanyak $10. Kita mengurangi $10 dari Frank, dan menambah $10 ke Paul.

Jim membeli dari Paul sebanyak $8. Kita mengurangi $8 dari Jim, dan menambah $8 ke Paul.

Paul membeli dari Frank sebanyak $15. Kita mengurangi $15 dari Paul, dan menambah $15 ke Frank.

dst... sama seperti cara uang berpindah tangan sebelumnya.

Bila seseorang membutuhkan uang untuk meningkatkan produksinya, kita menerbitkan kredit yang diperlukan kepadanya. Setelah dia menjual produk-produknya, dia mengembalikan uang itu ke dana kredit. Demikian juga dengan pekerjaan umum, dibiayai oleh kredit baru.

Dengan demikian, secara periodik nilai di account masing-masing orang akan meningkat, tetapi tanpa mengambil nilai kredit dari orang yang lain. Uang, dalam cara ini, adalah pelayan manusia, bukan sebaliknya. Inilah dividen nasional.

18. Bankir Yang Patah Hati

Komunitas ini sekarang menjadi anggota kredit sosial. Hari berikutnya, Oliver menerima selembar surat dari mereka berlima:

“Bapak tersayang! Anda telah mendorong kami ke dalam lembah hutang dan mengeksploitasi kami. Kami tidak membutuhkan Anda lagi dalam sistem keuangan kami. Mulai sekarang, kami akan menerbitkan uang kami sendiri, tanpa emas, tanpa hutang, dan tanpa pencuri. Kami akan mendirikan sistem kredit sosial di pulau ini. Dividen nasional akan menggantikan hutang nasional.

“Kalau Anda memaksa untuk dibayarkan kembali, kami akan membayar Anda semua uang yang Anda berikan kepada kami, tidak satu sen lebih dari itu. Anda tidak bisa mengklaim uang yang tidak Anda ciptakan.”

Oliver putus asa. Kerajaannya mulai goyah. Impiannya pudar. Apa yang bisa dia lakukan? Segala argumen adalah percuma. Mereka berlima sudah memiliki kredit sosial. Uang dan kredit bukan lagi hal yang misterius bagi mereka berlima, sama seperti Oliver.


“Oh Tuhan, orang-orang ini sudah menang lewat kredit sosial. Apakah saya sebaiknya meminta maaf kepada mereka? Ikut dalam sistem mereka? Tidak, tidak boleh! Lebih baik saya menyingkir dan menjaga jarak dulu dengan mereka!”

19. Kebohongan Yang Terbongkar

Untuk melindungi klaim di masa mendatang oleh Oliver, kelima orang ini memutuskan bahwa Oliver harus menandatangani dokumen bahwa dia telah mengambil kembali semua yang dia miliki sejak dia datang ke pulau ini.

Maka mereka pun melakukan inventori: perahu, dayung, mesin cetak, dan tentu saja emasnya.

Oliver harus memberitahukan di mana dia mengubur emasnya. Kemudian mereka pun pergi menggalinya, tanpa perasaan respek yang berlebihan mengenai apa yang sedang mereka cari. Kredit sosial telah membuat mereka memandang rendah emas.


Mereka mengangkat tong yang berisi emas tersebut. Betapa terkejutnya mereka, emas yang diklaim Oliver ternyata hanyalah berisi batu. Batu!! Mereka telah diperdayai Oliver selama ini.

“Kita telah mengadaikan semua harta kita demi mendapatkan beberapa lembar uang kertas yang dijamin oleh batu! Ini perampokan, pembohongan!”

“Hampir saja kita memarahi dan membenci satu sama lain demi kebohongan ini. Dasar setan.”

Frank yang marah besar pun mengambil kapaknya, dan si bankir pun melarikan diri menuju hutan.

20. Selamat Tinggal Kepada Pulau

Oliver kemudian menghilang.

Tak lama kemudian, sebuah kapal melewati pulau mereka, dan melihat kelima orang ini. Mereka pun mengikuti kapal ini menuju ke tujuan kapal, Amerika Serikat.


Mereka membawa bersama mereka naskah kredit sosial mereka, yang menyelamatkan mereka dari si ahli finansial licik, Oliver, dan mereka pun berjanji akan berusaha menghubungi managemen yang menulis naskah ini begitu mereka sampai ke Amerika. Mereka sudah bertekad untuk menjadi juru bicara sistem ini.

***

"Orang kaya berkuasa atas orang miskin.
Orang yang berhutang adalah budak dari yang menghutangi
."
- Amsal 22 : 7 -