Sabtu, 26 Februari 2011

Sebuah Opini Tentang Keberadaan

Sudah lama saya tidak memposting di blog ini. Hari ini, saya tidak akan membahas topik debt based money seperti yang biasa saya tulis di sini.

Artikel hari ini adalah sebuah filsafat kecil tentang alam semesta. Tentu, saya ini bukan siapa-siapa, jadi tulisan ini hanyalah opini pribadi saja, berdasarkan pengalaman hidup saya.

Pertanyaan awal, darimana datangnya dunia?

“Dugaan pertama, dunia ini tidak ada awal, dia selalu ada.”

Tidak ada yang menciptakan dunia, maka pertanyaaan darimana datangnya dunia adalah irelevan.


“Dugaan kedua, dunia ini memiliki awal.”

Kalau ada awal, maka ada yang menciptakannya, atau ada kejadian yang membuat dunia ini ada. Dari ketidaaan menjadi keberadaan.


Mana yang lebih mungkin? Dunia (& waktu) yang tidak memiliki awal atau dunia (& waktu) yang memiliki awal?

Bagi saya, dua-duanya absurd, sama-sama tidak bisa dinalarkan.
• Bagaimana mungkin sesuatu bisa selalu ada dan tanpa ada awal?
• Sebaliknya, bagaimana mungkin KETIADAAN bisa mendadak berubah menjadi KEBERADAAN? Tanpa bahan baku, darimana datangnya material untuk menciptakan keberadaan dimensi fisik?

Anyway, kalau harus memilih salah satu, sampai saat ini, saya lebih mempercayai dugaan pertama. Dunia ini selalu ada. Lebih gampang untuk membayangkan skenario pertama dibandingkan membayangkan bagaimana ketiadaan bisa berubah menjadi keberadaan.

Lantas apakah ada Tuhan?

Menurut saya, dunia ini selalu ada, DUNIA INI (ALAM SEMESTA) ADALAH TUHAN. Segala sesuatu mengandung ke-Tuhan-an di dalamnya.

Di sekolah, buku-buku pelajaran mengelompokkan alam kita menjadi makluk hidup dan makluk tidak hidup. Dulunya, saya percaya 100%. Beberapa tahun terakhir, saya tidak berpikir demikian.

Seperti yang saya katakan barusan, segala sesuatu adalah (bagian dari) Tuhan. Segalanya “hidup.” Ada makluk yang memiliki kesadaran tinggi, ada makluk yang memiliki kesadaran lebih rendah.


Di internal masing-masing kelompok, masing-masing individu atau organisme juga memiliki tingkat kesadaran yang berbeda-beda. Yang pasti, semuanya terhubung bersama dalam satu kesatuan, tanpa mereka sadari.


Bagaimana antar individu / organisme terhubung? Ya, untuk itu mungkin Anda perlu sedikit percaya hal-hal yang tidak kasat mata. Bukan karena mata kita tidak bisa melihatnya, lantas dia tidak ada.



Semua makluk bisa kembali ke “asal”nya, semuanya memiliki medan energi yang lebih halus yang terhubung ke level yang lebih tinggi.

Ibarat begini, ibu jari yang sedang menatap jari manis atau jari telunjuk, kadang mereka berteman, kadang mereka bermusuhan.. Hehe.. Mereka tidak sadar kalau mereka terhubung bersama di level yang lebih tinggi yang disebut tangan.


Teman-teman saya dari kelompok tertentu sering menyarankan saya untuk tidak memakan daging dan melukai makluk. Saya rasa secara sadar atau tidak kami memang sepaham dalam filsafat tertentu.

Ada jarak (kesadaran) yang jauh antara makluk pada umumnya dengan Roh Alam Semesta. Semakin kotor dan terikat emosi sebuah makluk, semakin jauh dia dari Roh Alam Semesta.


Tujuan orang yang sering berdoa, ataupun orang yang tidak memakan daging mungkin ada hubungannya dengan keinginan mereka untuk mem”bersih”kan level energi dan meningkatkan level kesadaran mereka.

Hewan memiliki tingkat kesadaran yang lebih tinggi dibanding tumbuhan, itulah sebabnya pemakan daging harus berlatih lebih lama untuk membersihkan tubuh mereka dibanding para vegetarian. Tetapi, bahkan tumbuhan pun memiliki kesadaran, jadi menjadi vegetarian saja tidak berarti jiwa dan roh seseorang siap untuk kembali ke Roh Alam Semesta. Mereka pun tetap harus terus mem”bersih”kan diri.

Note:
Saya bukan vegetarian, saya tidak siap. Hehe..


Mengapa orang-orang dari agama tertentu selalu berdoa sebelum makan? Ya, itu kebiasaan yang baik. Berterimakasih kepada Tuhan dan berterima kasih kepada apa yang mereka makan. Nasi, sayur, dan air, mereka pun bisa mendengarkan dan merasakan doa Anda! Anda berterimakasih kepada mereka, mereka pun akan tersenyum kepada Anda.

Ada sebuah penelitian yang menarik tentang air dari Dr. Masaru Emoto beberapa tahun lalu, mungkin menarik untuk Anda baca (water crystal). Air, menurut penelitian beliau, memang bisa merespon pikiran kita kepada mereka.

Mungkin Anda berpikir semuanya ini bullshit. Anyway, sambil hidup sambil belajar, memang begitulah cara manusia berkembang. Mungkin saya akan berubah pikiran di masa mendatang. Yang pasti, apa yang saya tulis di sini memang adalah apa yang saya percayai saat ini.

Apa tujuan saya menuliskan semuanya ini?

Ya, pesan saya sederhana saja, semua makluk dan benda adalah terhubung bersama, semuanya adalah (bagian dari) Tuhan. Jadi, perlakukanlah orang dan barang di sekitarmu dengan baik. Energi apa yang Anda berikan ke mereka, energi yang sama juga akan kembali lagi ke Anda.

Be good to them. Love them with your whole heart.
Semoga Anda akan sehat dan sukses selalu.

52 komentar:

Anonim mengatakan...

horee, pertamax gan !!

Anonim mengatakan...

http://pentasatriya.wordpress.com/2010/09/21/jawaban-singkat-bagi-kaum-atheis/

@inprodic mengatakan...

Artikel ini membuat saya harus menelaah kembali konsep "creatio ex nihilo."

Anonim mengatakan...

menarik....tapi sayangnya pak bodhi, ada lubang besar dalam logika berpikir anda tentang aspek filosofis alam semesta....anda menganggap bahwa alam semesta ini tidak berawal dan tidak berasal juga tidak akan berakhir....apabila anda punya waktu untuk belajar, maka sekali-sekali bukalah situs-situs astronomi dan astrofisika ilmiah. Di sana anda akan menemukan teori-teori yang dikemukakan oleh banyak pakar astrofisika dan astronom terkemuka seperti Stephen Hawkins dan lainnya. Mereka semua telah banyak mensahkan hipotesis mengenai konsep dari awal dan akhir dari alam semesta. Sebagai clue dan bantuan, saya sarankan kepada anda untuk membuka wikipedia dan ketik kata BIG BANG THEORY untuk menjelaskan insight pikiran para ilmuwan bidang astrofisika untuk menyebut AWAL dari alam semesta dan BIG CRUNCH THEORY untuk menjelaskan insight dari hipotesis akhir semesta (semenjak alam semesta adalah suatu sistem tertutup dan hukum II termodinamika berlaku di dalamnya, maka alam semesta tidak akan terus meluas / expanding, namun keterbatasan entapli pada ruang tertutup akan membuat alam semesta kembali ke titik awalnya-ketiadaan). Hal ini sesuai dengan apa yang ada dalam ajaran-ajaran agama besar dunia, bahwa SETIAP YANG BERNYAWA PASTI AKAN MENGALAMI MATI, DAN SETIAP AWAL PASTI MEMPUNYAI SUATU AKHIR.

Tapi saya setuju dengan pendapat anda bahwa bagaimanapun juga, anda, saya, dan semua MAKHLUK di dunia terhubung dengan SOURCE dari alam semesta yang biasa kita sebut sebagai TUHAN (yang nampak "absurd" dikarenakan tidak bisa dilihat dan masuk di akal manusia yang terbatas). DAN apa yang kita perbuat memang akan mendapatkan balasan yang setimpal (itulah yang biasa kita sebut sebagai hukum KARMA, atau menurut sir Isaac Newton-Hukum III Newton:Aksi = - Reaksi.

Anonim mengatakan...

Anda tidak percaya tuhan, tapi percaya ROH, hahahahahaha

Anonim mengatakan...

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:iXGN1uJOkbAJ:www.harunyahya.com/indo/buku/semesta003.htm+penciptaan+bumi+menurut+alquran+terbukti+secara+ilmiah&cd=6&hl=id&ct=clnk&gl=id&source=www.google.co.id

Anonim mengatakan...

penciptaan alam semesta dari ketiadaan
http://www.harunyahya.com/indo/buku/semesta003.htm

Anonim mengatakan...

Edwin Hubble menemukan bahwa alam semesta mengembang. Pada akhirnya dia menemukan bukti "Ledakan Besar", peristiwa besar yang penemuannya memaksa ilmuwan meninggalkan anggapan alam semesta tanpa batas dan abadi

Anonim mengatakan...

"Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan daripada air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (QS. Al Anbiyaa', 21: 30)

"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesung-guhnya Kami benar-benar meluaskannya." (QS. Adz-Dzaariyat, 51: 47)

Fachri Reza mengatakan...

menarik, tampaknya sebagian besar pemikiran anda dan saya beririsan, tentang uang dan ekonomi dunia yang sekarang eksis, dan sekarang mengenai hal ini.
saya termasuk yang meyakini bahwa diri kita, makhluk, alam semesta dan tuhan sebenarnya adalah satu. berdasarkan premis : jika tuhan maha besar (melebihi segala-galanya) maka tidak akan ada yang melebihi ia, maka tidak akan mungkin kita berada di luar sistem bernama "tuhan". jika demikian, maka ada sistem yang lebih besar daripada tuhan itu sendiri. saya mencoba memahami konsep ini (yang sebagian besarnya berasal dari ilmu tasawuf) dari buku karangan agus mustofa. pemahaman yang sama yang membuat syekh siti jenar, atau sekh lemah abang, dengan konsep "manunggaling kawula gusti"nya harus dihukum mati oleh para wali songo lainnya. apa yang dilakukan wali songo tidak dapat dikatakan sepenuhnya salah. menurut saya, konsep seperti ini terlalu jauh untuk pemikiran manusia jaman dahulu, bahkan jaman sekarang. dan jika diumbar-umbar, berpotensi menimulkan efek negatif terhadap masyarakat, karena pemahaman seperti ini seharusnya melalui sebuah proses.
mengenai waktu, saya pikir (yah, dengan segala keterbatsan saya) hanya berlaku bagi kita yang memang hidup di ranah waktu. namun tidak berlaku bagi tuhan karena waktu tidak pernah berada di "luar dirinya" melainkan di "dalam dirinya". saya malah berpikir, jangan-jangan sebenarnya alam semesta ini hanya kumpulan "frame-frame" yang tidak bergerak saja baginya. di mana "frame-frame" ini saling terhubung satu sama lain, namun tidak memiliki awal, tidak meiliki akhir, dan bahkan tidak memiliki sekuens (baginya).
saya yakin, sebagaimana air mampu merespon energi positif, alam semesta ini bekerja dengan cara yang tidak akan pernah kita bisa sepenuhnya memahami. di mana setiap perilaku yang dilakukan oleh manusia, akan direspon sedemikian rupa oleh alam semesta dengan cara yang tidak dapat kita lihat dan tidak dapat kita pahami. maka, tentunya tidak salah untuk berkata, berlaku baik terhadap lingkungan anda, maka lingkungan pun akan berlaku baik pada anda. saya yakin, seprti inilah rumus yang telah "diprogramkan" oleh tuhan ke alam semesta ini. bahkan kejadian seburuk apapun yang menimpa diri kita akan membawa keseluruhan dampak yang positif. untuk yang satu ini saya tidak tahu bagaimana, tapi saya yakin saja, setidaknya untuk saat ini.
terlalu banyak hal yang tidak tampak dan memang tidak akan pernah bisa tampak oleh kita yang memiliki berbagai keterbatasan ini. maka menurut saya, wahyu ilahi merupakan cara yang paling tepat untuk memahami alam semesta dan diri kita sendiri. dengan premis, tentunya wahyu ilahi ini adalah harus benar-benar wahyu "ilahi".
akhir kata, saya bukannya mau mempromosikan suatu keyakinan atau suatu agama, saya hanya ingin sharing thought saja, seperti apa yang anda lakukan di blog ini.

mid mengatakan...

Pertama-tama terima kasih untuk artikel ini Pak Alwie. saya juga masih belajar memahami diri sendiri (tubuh&jiwa) dengan harapan dapat memahami Tuhan.

Sebelumnya saya ingin tulis apa yg saya percaya:

* Tuhan selalu ada tanpa awal tanpa akhir.
* Tuhan tidak terpengaruh waktu. Bagaimana mungkin disebut Tuhan kalau terpengaruh waktu.

Manusia, hewan, tumbuhan akan menua dan akhirnya mati. Bahkan bumi kita ini tidak sama dg bumi 50th, 100th, 1000th lampau. Entah berapa tua umur bumi ini. Artinya bumi dan bahkan seluruh alam semesta ini terpengaruh waktu. Mereka berubah.

Anda mengatakan:
"Semua makluk bisa kembali ke “asal”nya, semuanya memiliki medan energi yang lebih halus yang terhubung ke level yang lebih tinggi."

Ini juga sesuatu yg saya percaya. tapi sayangnya bukan karena saya paham melainkan ada yg mengatakannya pada saya.

Pertanyaannya bagaimana Pak Alwie bisa sampai pada kesimpulan ini? Sudikah mengajarkannya pada saya. Bisa lewat komentar blog ini atau lewat email yg saya pakai buat login.

Terima Kasih.

Anonim mengatakan...

Siapa Alwie?

Alwie mengatakan...

Alwie Shihab ato Basofie Alwie.?

Anonim mengatakan...

Hei alwie, apakah kode2 sistem windows di komputer yg kau pakai itu tiba2 muncul tanpa awal, tanpa pembuat? apa kode HTML dan segala macam di server Blog yang kau upload itu nongol dengan sendirinya?
Hei alwie, sudahlah... kau lebih baik menulis tentang ekonomi makro saja, itu lebih menarik..

Anonim mengatakan...

Mana mungkin Sang Maha Pencipta memiliki sifat yang sama dengan mahluk ciptaannya(alam semesta dan segala isinya). "Dia" tidak berawal dan tidak berakhir, sedang semua yang diciptakannya akan musnah

yudhistira mengatakan...

Segala puji bagi Allah yang nilai-Nya tak dapat diuraikan oleh para pembicara, yang nikmat-nikmat-Nya tak terhitung oleh para penghitung, yang hak-hak-Nya (atas ketaatan) tak dapat dipenuhi oleh orang-orang yang berusaha menaati-Nya; orang yang tinggi kemampuan akalnya tak dapat menilai, dan penyelam pengertian tak dapat mencapai-Nya; la yang untuk menggambarkan-Nya tak ada batas telah diletakkan, tak ada pujian yang maujud, tak ada waktu ditetapkan, dan tak ada jangka waktu ditentukan. la mengadakan ciptaan dengan kodrat-Nya, menebarkan angin dengan rahmat-Nya, dan mengukuhkan bumi yang goyah dengan batu.

Pangkal agama ialah makrifat tentang Dia, kesempurnaan makrifat (pengetahuan) tentang Dia ialah membenarkan-Nya, kesempurnaan pembenaran-Nya ialah mempercayai Keesaan-Nya, kesempurnaan iman akan Keesaan-Nya ialah memandang Dia Suci, dan kesempurnaan Kesucian-Nya ialah menolak sifat-sifat-Nya, karena setiap sifat merupakan bukti bahwa (sifat) itu berbeda dengan apa yang kepadanya hal itu disifatkan, dan setiap sesuatu yang kepadanya sesuatu disifatkan berbeda dengan sifat itu. Maka barangsiapa melekatkan suatu sifat kepada Allah (berarti) ia mengakui keserupaan-Nya, dan barangsiapa mengakui keserupaan-Nya maka ia memandang-Nya dua, dan barangsiapa memandang-Nya dua, mengakui bagian-bagian bagi-Nya, dan barangsiapa mengakui bagian-bagian bagi-Nya (berarti) tidak mengenal-Nya, dan barangsiapa tidak mengenal-Nya maka ia menunjuk-Nya, dan barangsiapa menunjuk-Nya (berarti) ia mengakui batas-batas bagi-Nya, dan barangsiapa mengakui batas-batas bagi-Nya (berarti) ia mengatakan jumlah-Nya.

Barangsiapa mengatakan "dalam apa la berada", (berarti) ia berpendapat bahwa la bertempat, dan barangsiapa mengatakan "di atas apa la berada" maka ia beranggapan bahwa la tidak berada di atas sesuatu lainnya.

la Maujud tetapi tidak melalui fenomena muncul menjadi ada. la ada tetapi bukan dari sesuatu yang tak ada. la bersama segala sesuatu tetapi tidak dalam kedekatan fisik. la berbeda dari segala sesuatu tetapi bukan dalam keterpisahan fisik. la berbuat tetapi tanpa konotasi gerakan dan alat. la melihat sekalipun tak ada dari ciptaan-Nya yang dilihat. la hanya Satu, sedemikian rupa sehingga tak ada sesuatu yang dengannya la mungkin bersekutu atau yang mungkin la akan kehilangan karena ketiadaannya.

yudhistira mengatakan...

Tentang Penciptaan Alam
la memulai penciptaan dan memulainya secara paling awal, tanpa mengalami pemikiran, tanpa menggunakan suatu eksperimen, tanpa melakukan suatu gerakan, dan tanpa mengalami kerisauan. la memberikan waktunya pada segala sesuatu, mengumpulkan variasi-variasinya, mem�berikan kepadanya sifat-sifatnya, dan menetapkan corak wajahnya dengan mengetahuinya sebelum menciptakannya, menyadari sepenuhnya batas-batasnya dan kesudahannya, dan menilai kecenderungan dan kerumitannya.

Ketika Yang Mahakuasa menciptakan lowongan-lowongan atmosfer, mengembangkan ruang angkasa dan lapisan-lapisan angin, la mengalirkan ke dalamnya air yang ombak-ombaknya membadai dan yang gelombang-gelombangnya saling melompati. la memuatnya pada angin yang kencang dan badai yang mematahkan, memerintahkannya untuk mencurahkannya kembali (sebagai hujan), memberikan kepada angin kendali atas kekuatan hujan, dan memperkenalkannya dengan batasan-batasannya. Angin meniup di bawahnya sementara air mengalir dengan garang atasnya.

Kemudian Yang Mahakuasa menciptakan angin dan membuat gerakannya mandul, mengekalkan posisinya, mengintensifkan gerakannya dan menyebarkannya menjauh dan meluas. Kemudian la memerintahkan angin itu membangkitkan air yang dalam dan mengintensifkan gelombang laut. Maka angin mengocoknya sebagaimana mengocok dadih dan mendorongnya dengan sengit ke angkasa dengan melemparkan posisi depannya di belakang, dan yang berdiam pada yang terus mengalir, sampai permukaannya terangkat dan permukaannya penuh dengan buih. Kemudian Yang Mahakuasa mengangkat buih ke angin yang terbuka dan cakrawala yang luas dan membuat darinya ketujuh langit dan menjadikan yang lebih rendah sebagai gelombang yang berdiam dan yang di atas sebagai atap yang melindungi dan suatu bangunan tinggi tanpa tiang untuk menopang atau paku untuk menyatukannya. Kemudian la menghiasinya dengan bintang-bintang dan cahaya meteor dan menggantungkan padanya matahari dan bulan yang bercahaya di bawah langit yang beredar, langit yang bergerak dan cakrawala yang berputar.
Khotbah Ali Ibn Abi Thalib dlm Nahjul Balaghah

yudhistira mengatakan...

Gambaran tentang Penciptaan Adam
Allah mengumpulkan lempung tanah yang keras, lembut, manis dan asam, yang dicelupkan-Nya ke dalam air dan mengadoninya dengan uap lembab sampai itu menjadi rekat. Darinya ia membuat patung dengan lekukan-lekukan, persendian, anggota dan bagian-bagian. la memadukannya sampai ia mengering untuk waktu tertentu dan jangka waktu yang diketahui. Kemudian la meniupkan ke dalamnya Ruh-Nya sehingga ia mengambilpola manusia dengan pikiran yang mengaturnya, kecerdasan yang digunakannya, anggota badan yang melayaninya, organ-organ yang merigubah posisinya, kebijaksanaan yang membedakan antara yang benar dan salah, rasa dan bau, warna dan jenis. la adalah suatu campuran antara lempung berbagai warna, bahan-bahan rekat, yang berlawanan, yang aneka ragam dan sifat-sifat yang berbeda seperti panas, dingin, lembut dan keras.

Kemudian Allah menyuruh kepada malaikat untuk memenuhi janji-Nya dengan mereka dan memenuhi janji menaati perintah-Nya kepada mereka dengan pengakuan kepada-Nya melalui sujud kepada-Nya dan tunduk kepada kedudukannya yang mulia. Maka Allah berfirman, "Tunduklah kamu kepada Adam!" Maka mereka pun tunduk kecuali iblis." (QS. 2:34; 7:11; 17:61; 18:50; 20:116). Kesombongan mencegah dia dan keburukan mengalahkannya. Maka ia membangga-banggakan penciptaannya sendiri (yang) dari api dan bersikap menghina ciptaan dari lempung. Maka Allah memberikan waktu kepadanya agar ia sepenuhnya patut menerima kemurkaan-Nya, dan melengkapi ujian (pada manusia) dan untuk me�menuhi janji (yang telah diberikan-Nya kepada iblis). Maka la berkata, "Sesungguhnya engkau telah diberi waktu sampai pada hari yang diketahui." (QS. 15:37-38; 38:81) Setelah itu Allah menempatkan Adam di suatu rumah di mana la membuat kehidupannya senang dan kediamannya aman, dan la memperingatkannya supaya berhati-hati terhadap iblis dan musuhnya. Lalu musuhnya (iblis) merasa iri atas tinggalnya di surga dan hubungan-hubungannya dengan yang bajik. Maka ia pun mengubah keyakinannya menjadi goyah, dan tekadnya menjadi lemah. Dengan demikian ia mengubah kebahagiaan Adam menjadi ketakutan, dan martabatnya men�jadi sesal dan malu. Kemudian Allah memberikan kepada Adam kesempatan untuk bertaubat, mengajarkan kepadanya kata-kata dari Rahmat-Nya, menjanjikan kepadanya untuk kembali ke surga-Nya dan mengirimkannya ke tempat percobaan dan perkembangbiakan keturunan.

Allah Memilih Para Nabi-Nya
Dari antara keturunannya, Allah Yang Mahasuci memilih nabi-nabi dan mengambil janjinya untuk wahyu-Nya dan untuk menyampaikan risalah-Nya sebagai amanat mereka. Dalam perjalanan waktu, banyak orang menyelewengkan amanat Allah dan mengabaikan kedudukan-Nya, dan meng�ambil serikat bersama-Nya. Iblis memalingkan mereka dari mengenal-Nya dan menjauhkan mereka dari menyembah kepada-Nya. Kemudian Allah mengutus rasul-rasul-Nya dan serangkaian nabi-Nya kepada mereka agar mereka memenuhi janji-janji penciptaan-Nya, untuk mengingatkan kepada mereka nikmat-nikmat-Nya, untuk berhujah kepada mereka dengan tablig, untuk membukakan di hadapan mereka kebajikan-kebajikan dan kebijaksa-naan yang tersembunyi, dan menunjukkan kepada mereka tanda-tanda Kemahakuasaan-Nya, yakni langit yang ditinggikan di atas mereka, bumi yang ditempatkan di bawah mereka, rezeki yang memelihara mereka, ajal yang mematikan mereka, sakit yang menuakan mereka, dan kejadian susul-menyusul yang menimpa mereka.

Allah Yang Mahasuci tak pernah membiarkan hamba-Nya tanpa nabi diutuskan kepada mereka, atau tanpa kitab yang diturunkan kepada mereka atau argumen yang mengikat atau dalil yang kuat. Para rasul itu tidak merasa kecil karena kecilnya jumlah mereka dan besarnya jumlah yang mendustainya. Di antara mereka ada pendahulu yang akan menyebutkan nama yang akan menyusul atau pengikut yang telah dikenalkan oleh pendahulunya.

Khotbah Ali Ibn Abi Thalib dlm Nahjul Balaghah

Anonim mengatakan...

http://www.youtube.com/watch?v=hxQA6Qyu6k8&NR=1&feature=fvwp

@inprodic mengatakan...

Artikel Pak Pohon Bodhi ini adalah sebuah filsafat kecil tentang alam semesta. Tulisan ini juga sebuah opini pribadi.

Sebagaimana sebuah opini (maupun filsafat), tentu dapat menimbulkan kontradiksi. Namun tetap harus diapresiasi (juga dikritisi) dengan cara yang baik.

Anonim mengatakan...

Padahal lebih sulit membayangkan sesuatu tiba-tiba saja ada.

abdullah mengatakan...

@Anonim berkata...

Padahal lebih sulit membayangkan sesuatu tiba-tiba saja ada.


dan lebih mudah memahami kalau alam semesta beserta isinya: bumi, manusia, hewan, tumbuhan punya awal dan akhir. karena menyaksikan sendiri mereka berubah

Anonim mengatakan...

Untuk membuktikan Tuhan itu ada tidak perlu berpikir yg susah2 pak.. Cukup perhatikan diri Anda sendiri..
Dari mana asal Anda? Apa yang membuat Anda jadi ingkar seperti ini?

kangarul mengatakan...

Untuk baca-baca :-)
http://temp-zzz.blogspot.com/2011/02/dalil-dalil-kehidupan-dunia.html

http://temp-zzz.blogspot.com/2011/03/unsur-cahaya-api-tanah-dan-air-dalam.html

http://temp-zzz.blogspot.com/2009/10/mengenal-jin.html

neno mengatakan...

saya tertarik dengan konsep Strauss-kahn mengenai ekonomi dunia dengan kohesi sosial, karena ini tidak lain untuk lebih mengikat manusia pada jeratan "sistem ekonomi" (baca: http://tempointeraktif.com/hg/perbankan_keuangan/2011/04/06/brk,20110406-325473,id.html)saya menunggu tanggapan anda...

Anonim mengatakan...

Pak sy silent reader blog bapak, boleh gak pak bapak sharing gimana caranya survive dalam situasi ekonomi yg tidak menentu seperti sekarang ini. Dan cara tersebut bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan bisa diajarkan ke masyarakat luas. Jadi at least kita bisa memperbaiki kehidupan kita sendiri, daripada menggantungkan nasib sepenuhnya pada pemerintah yang tidak reliable. Terimakasih banyak pak

Pohonbodhi mengatakan...

coba dengar interview lindsey williams bulan ini..

http://lindseywilliams101.blogspot.com/2011/04/lindsey-williams-on-goldseek-radio-05.html

umi mengatakan...

thanks

debisu mengatakan...

ok bgt

Anonim mengatakan...

saya lebih setuju dengan konsep ketiga: dunia ini ada awal dan ada akhir...karena ini yang sejalan dengan akal dan kemampuan terbatas manusia dalam mencerna hasil olah pancaindranya.

bila kita melihat sebuah kotoran kucing...tidak mungkin kita katakan kotoran itu telah ada dan selalu ada disitu...anak kecilpun dengan mudah memahami bahwa kotoran itu ada disitu karena ada kucing yang meletakkannya...
analogi yang sama juga berlaku untuk dunia, bintang di langit, dan bulan...tidak mungkin dia ada disitu, kecuali ada 'Yang meletakkannya'...

Sedangkan yang meletakkan ini, pastinya harus berbeda dari segala sesuatu yang 'ada'...karena suatu keterbatasan yang dimiliki oleh 'sesuatu' akan mengikat keterbatasan yang lain...misalnya 'tidak mungkin batu yang ukurannya terbatas, memiliki berat yang tidak terbatas'...atau 'berat badan kita terbatas, tapi tinggi badan kita tidak terbatas'...ini adalah hal yang pasti dan sangat masuk akal...

Analoginya, bila dunia dan segala ciptaan ini punya salah satu keterbatasan, pasti umurnya juga terbatas...

kecuali Tuhan, karena Dia tidak terbatas, dan itulah sebabnya saat ini dia tidak bisa terlihat, karena itu mengingkari sifat 'ketidakterbatasanNya', kebesaranNya...apapun dan siapapun yang terlihat dan disebut sebagai Tuhan, pada dasarnya bukanlah Tuhan yang sebenarnya...karena semua ciptaan ini memiliki keterbatasan, dan pasti bukanlah Tuhan yang sejati

chiko mengatakan...

Halo pak pohon bodhi, artikelnya menarik sekali. ada yang ingin saya tanyakan, boleh japri tidak? terimakasih sebelumnya.

abdullah mengatakan...

Pak Pohon Bodhi,

tolong buat blog post mengenai RUU mata uang baru, dimana ada pasal kriminalisasi bagi mereka yang menolak menggunakan uang BI.

terima kasih.

PH mengatakan...

116.90.165.178 port 80

91.184.37.67:80

141.76.45.33:443

pak bodhi ingkar? tidak percaya tuhan? menolak ini ?itu? atheis?

loh2?
kenapa kawan2 kok malah mengecam pak Bodhi begitu??? (?.?)


1.predikat2 alam semesta=hukum2 alam, (kausalitas, fisika, kimia, biologi, dll)

2.penulis mengacu pada predikat2/sifat2 yang melekat pada alam semesta(menusia, hewan, tumbuhan,etc)
kemudian berusaha memahami keberadaan, lalu perenungan mengerucut ke bahasan tentang awal alam semesta.

3.bbrp orang -dengan tetap bersandar pada pada hukum2 yang melekat pada alam semesta- secara logika umum(hukum kausalitas) telah mencapai penyaksian secara akal(di level akal tertentu) akan keharusan adanya sebuah sistem pengaturan(mustahil asal2an, tiba2 ada dengan sendirinya). baik itu dalam prosesnya awal, tengah, akhir, sekarang, kemren dst2,,

tetapi orang tersebut belum mencapai penyaksian secara ruh(tidak kasat mata :D )
yang mana penyaksian dengan ruh ini akan menyelesaikan pertanyaan2 yang berkaitan dengan hukum2 fisika, kimia, dll2.
kalopun sudah dicapai hal ini akan sangat sulit dijelaskan melalui kata2.
bagaikan menjelaskan rasa pedas pada orang yang belum pernah makan cabe. sehebat apapun penjelasan dan kata2, tidak akan mampu mencapaikan pada pengetahuan/pengertian sebenarnya tentang rasa pedas

4.dengan tingkat kesadaran orang nomor 3 sekarang. pencapaian sementara yang didapat adalah "analogi"

************************
-meningkatkan level akal
-kelompok tertentu menyajikan ritual2 khusus dan exsklusif(pantangan, doa, dll2), ajaran tentang moral,
-meningkatkan ilmu pengetahuan di berbagai bidang(teknologi, sosial, dsb2)
-dsb2
semua itu tidak lain demi meningkatkan level kesadaran



blog yang luar biasa.
Semoga Anda akan sehat dan sukses selalu

Anonim mengatakan...

apa benar ada big bang bung?

http://vodpod.com/watch/1434309-universe-the-cosmology-quest-part-1-of-2-google-video

kuliahforex.com mengatakan...

maaf, kritik saja.. Uraian Anda bagus. tapi Anda ini sebenarnya filsuf atau ekonom sih? Kalau fokus ke ekonomi/finansialya bahas ekonomi saja di blog ini.. Kalo membahas filsafat dan Ketuhanan mending dibuat di-blog lain...

Anonim mengatakan...

Pak Pohon Bodhi bahasannya tentang ekonomi, politik aja, jangan nyambung nyambung ke filsafat jadi ga seru. Dari A sampai Z cerita ekonomi politik tiba-tiba bicara filsafat jadi bahan perdebatan dan perpecahan.
kita butuh persatuan orang sedunia untuk menghadapi rokieburger dan kawan2nya bukannya perpecahan. Walaupun mungkin yang baca blog ini sedikit dari pada penduduk Indonesia apalagi dunia. tapi pak bodhi telah mulai melangkah membangun opini, memberi perlawanan menuju dunia yang lebih baik. saya yakin pak bodhi tidak sendirian. jadi tetaplah pada relnya.

jimbrene mengatakan...

Gak ngerti juga cara kerja Tuhan itu gimana. Dia bisa menjelma jadi 'roh alam', menjelma jadi aksi-reaksi, jadi rumus fisika, matematik, jadi agama, bahkan Tuhan bisa menjelma jadi diri kita sendiri.

Kajian yang menarik, karena ketertarikan Pak Bodhi sama dengan saya. Salam kenal. Kunjungin blog saya juga ya: yudha25patria.wordpress.com
Makasih :)

dinaremas24k mengatakan...

Simple saja, pemikiran anda ttg awal dan akhir melibatkan pencipta ikut dalam dimensi waktu. Anda lupa, bahwa dimensi waktu jg diciptakan pencipta, seperti saya menciptakan sebuah game ttg kehidupan. sy terbebas dari waktu dalam game yg sy ciptakan.

Anonim mengatakan...

Liat sasaran tembak dari tulisan ini. Intinya kita berasal dari sumber yang sama "titik".

Lebarkan lagi ke tulisan-tulisan lain di blog ini. Outputnya juga satu, dunia yang layak huni.

Perhatikan lingkungan kita, orang rame2 ngurusi keselamatan sendiri2. Nyari nafkah aja harus main sikut sana-sini. Ujug-ujug pergi ke rumah ibadah minta masuk surga. Omong kosong...!!! Logisnya Surga hanya untuk orang yang siap mengorbankan potensi pribadinya untuk kedamaian & kesejahteraan masyarakat dunia. Bukan untuk orang2 yg maunya selamat sendiri2.

Maju terus Pohon Bodhi...!!!

rachmad ibrahim mengatakan...

Sepengetahuan saya, awal dunia adalah d, dan akhirnya adalah a.
Jika keduanya tidak ada maka yang ada hanyalah "uni".

Karena ini adalah blog pribadi, maka bebas saja beliau mengisi konten apa di sini. Karena yang berurusan dengan provider hosting dan domain cuma beliau.

Terus berkarya pak..
Saya suka dengan kejujuran intelektual bapak.. Kontradiksi di sini adalah bagian dari kepedulian semua viewers yang sering berkunjung ke lapak pengetahuan ini.

Anonim mengatakan...

Tuhan jauh berada di luar pikiran kita pak, tapi dekat dengan kita hanya sebatas urat tenggorokan..masalah awal akhir, baik buruk semuanya di ciptakan oleh Nya dan ditetapkan konsekuensinya berupa surga neraka..

Anonim mengatakan...

Tuhan gak butuh diketahui ma kita pa, kita hanya perlu mengenalnya..renungan bapa tentang alam sebenarnya bisa jadi jembatan untuk kearah mengenalnya, dan Al Quran adalah salah satu yg dapat meyakinkan dan menetapkan hati kita..saya cuma sekali tamat baca Al Quran dan saya selanjutnya melihat dan memperhatikan alam dan sekeliling kita..dengan tafakur dan membersihkan hati. Dan itu sudah cukup meyakinkan saya dengan adanya Allah..selama tuhan dianalogikan dengan nalar kita maka itu bukan Tuhan..tapi hasil pemikiran mahlukNya

Michael Jayavo mengatakan...

Saya suka sekali baca blog ini, pemikirannya sangat luas.
Jangan jenuh" nulis ya pak BODHI :)

Anonim mengatakan...

Padamulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong.... (Kitab Kejadian dalam Injil). Artinya dunia ini ada yg menciptakan yaitu Allah. Tuhan berkata dalam injil "Aku adalah Alfa dan Omega, yang awal dan yang akhir".

the-witnest mengatakan...

apapun yang bisa memasuki otak,itu bukanlah TUHAN. Segala sesuatu yang TIDAK memasuki pikiran,itulah TUHAN. (RUMI)

the-witnest mengatakan...

“Sang Hyang
Taya”, di mana di dalam Bahasa Jawa Kuno, Sunda Kuno dan Melayu Kuno kata “Taya” bermakna Kosong, Tidak Ada,
Hampa, Suwung, Awang-uwung yang inti mutlaknya adalah Sesuatu Yang Tidak Terdefinisi tetapi orang Jawa
mendefinisikan Sang Hyang Taya dalam satu kalimat, yaitu “tan kena kinaya ngapa” yang bermakna tidak dapat diapa-
apakan Keberadaan-Nya.
(ahmadsamantho.wordpress.com/2013/07/26/agama-agama-purba-nusantara/)

Anonim mengatakan...

Surat Al-Ikhlas

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ﴿٤
Bacaan Bacaan Surat Al Ikhlas dalam Bahasa Indonesia

1).Qul huwa allaahu ahad,
2).allaahu shamad,
3).lam yalid walam yuulad,
4).walam yakun lahu kufuwan ahad.

Terjemahan Bacaan Surat Al Ikhlas

1). Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
2). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
3). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
4). Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

nb: Ayat ini gk berubah ribuan tahun sbelum kita lahir, dan di jamin keasliannya dari yg menciptakan kita, ibarat username dan pasword sbelum kita melihat segala teori tentang dunia ini

http://yasincetak.blogspot.com/ mengatakan...

INDONESIA EMAS
http://www.indoemas.blogspot.com

Candra Kirana mengatakan...

trimaksih gan thank bgt infonya ya :D

sekedar info ajja bagi informasi buat agan" yang laagi bingung atau mengalami kesulitan dalam mengurus surat" penting seprti sim,stnk,dan sebagainya ane ada tempatnya nih mudah bgt tinggal pilih dibawah
biro jasa sim
biro jasa bpkb
biro jasa perizinan
biro jasa stnk

Anonim mengatakan...

Kita g bs membuktikan keberadaan tuhan dgn hanya menunjukkan ciptaanny. Teori yg ada saat ini blm bs menjelaskan kepastian ttg semesta, prediksi hujan pun jg cma sbtas bbrapa persen tdk sampai 100%. G perlu boros2in waktu bwt mikir teori ttg tuhan. Tinggal pilih aj. DIA ad ap nggak, klo pun pilih tuhan ada, tinggal pilih salah satu ajaran yg kita rasa paling logis. Beres.

gracia thya mengatakan...

Agen SBOBET - Agen JUDI - Agen Judi Online - Agen Bola - Agen 988Bet
Agen Sbobet
Agen Judi Online
Agen Judi
Bandar Judi
Agen Bola Bonus
Bandar Asia77
Agen Poker
Agen Asia8
Agen 1sCasino
Agen Casino
Agen Bola IBCBET
Agen Bola Sbobet
Prediksi Bola

gracia thya mengatakan...

Agen SBOBET - Agen JUDI - Agen Judi Online - Agen Bola - Agen 988Bet
Agen Sbobet
Agen Judi Online
Agen Judi
Bandar Judi
Agen Bola Bonus
Bandar Asia77
Agen Poker
Agen Asia8
Agen 1sCasino
Agen Casino
Agen Bola IBCBET
Agen Bola Sbobet
Prediksi Bola